Bab 39 : Tamu

70 3 0
                                        

BAB INI AKAN DIHAPUS SEBAGIAN SETELAH 12 JAM KEDEPAN. JIKA INGIN BACA FULL DI KARYAKARSA, LINK ADA DI BIO AKUN INI. INGAT, 1 BAB CUMA 2000 (SEHARGA UANG PARKIR)

DAN DI KARYAKARSA SUDAH UP BAB 42.

SELAMAT MEMBACA~~

.
.
.

Rosela menatap kaca meja riasnya dengan tatapan kosong. Ia mulai bertanya-tanya tentang kabar Dietrich hari ini. Entah bagaimana keadaannya sekarang. Apakah Dietrich sudah bangun tidur sepertinya. Apakah Dietrich di istana atau di medan perang, lagi. Pikiran-pikiran itu membuat dada Rosela terasa sesak.

Rosela menghela napas pelan memikirkan hal itu. lalu Ia bertanya-tanya apakah Dietrich juga memikirkan dirinya. Mungkinkah Dietrich juga merindukannya di sana.

Riri yang mendengar alasan di balik mata bengkak Rosela terdiam sejenak. Pasalnya ketika ia mendengar suara tangisan dari kamar Rosela Ia pun langsung masuk dan memeriksa kondisi perempuan itu.

Riri hanya bisa menunjukkan rasa simpati. Ia merasa kasihan melihat kondisi Rosela. Jujur saja, perasaan Rosela terlihat sangat dalam. Dari caranya berbicara, Riri bisa menebaknya. Sepertinya Rosela benar-benar mencintai Dietrich.

Cinta itu tampak tulus dan tanpa syarat. Riri tidak meragukan hal itu sama sekali. Untuk membantu Rosela, Riri mengambil sebuah sendok. Sendok itu telah didinginkan sebelumnya dan sendok dingin itu ditempelkan perlahan di mata Rosela.

To be continue...

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang