Vote terlebih dahulu sebelum membaca,karena itu suatu bentuk penghargaan bagi author...
Selamat membaca dan jangan lupa follow,biar gak ketinggalan update cerita ini.
Suasana tampak hening,Jennie dan Rose yang di persilahkan masuk oleh Limario yang bahkan tidak menyapa nya,saat ini keduanya tengah duduk di kursi sofa panjang yang berada di ruang tamu,sementara Limario dia berada di kamarnya untuk berganti.
"Silahkan di minum,maaf jika penyambutan tadi sedikit mengejutkan kalian" Tyuzu yang baru saja menyiapkan minuman untuk mereka berdua,dia pun memulai drama nya kembali.
"Terimakasih,maaf telah merepotkanmu" Ujar Rose yang tentu saja sudah mengerti wanita yang di depannya yang tak lain calon tunangan Limario,karena Jennie sudah memberitahunya saat di perjalanan tadi,dan itu membuat Rose terkejut dan semakin merasa pusing dengan masalah Limario dan Jennie yang semakin rumit.
"Tidak apa,lagi pula hanya membuat minuman,lagi pula kalian tamu Limario yang berarti tamuku juga" Balas Tyuzu dengan lembutnya,dan Jennie hanya memutar bola matanya malas,dia masih merasa panas dengan adegan intim Tyuzu dan Limario yang saling berpelukan tadi.
"Dan sepertinya aku harus pergi karena aku masih memiliki sedikit urusan" Tambah Tyuzu yang berpamitan,dan hanya di angguki oleh Rose dan Jennie.
"Baby...kau sudah datang" Jisoo yang baru saja keluar dari kamarnya,langsung menghampiri Rose yang entah sejak kapan,wanita itu sudah berada di unitnya,begitupun dengan Rose yang juga langsung beranjak dari tempat duduknya,untuk menghampiri kekasihnya.
"Aku membencimu tau tidak,kenapa kau tidak memberitahuku jika kau pindah ke seoul" Rose merajuk saat Jisoo memeluknya,meskipun demikian Rose tetap membalas pelukan Jisoo,karena dia sangat merindukannya.
"Mianhe,maaf aku hanya ingin memberimu kejutan,lagi pula kita tidak akan berjauhan lagi chagiya" Jisoo mengecup gemas pucuk rambut blonde Rose dengan mesra,yang tentu saja membuat Rose kembali tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Umm berjanjilah tidak akan berjauhan lagi" Ucap Rose dengan nada manja nya dan Jisoo mengangguki nya.
"Ekhem bisakah kalian tidak merusak mataku" Suara Jennie mengintrupsi keduanya,Jisoo yang seketika baru menyadari keberadaan Jennie,pun dia hanya terkekeh saja.
"Sayang kemarilah" Jisoo mendekatkan telinganya saat Rose sepertinya ingin membisiki sesuatu padanya.
Jennie yang melihat Rose berbisik pada Jisoo pun hanya mengerutkan alisnya,entah apa yang dia katakan terhadap Jisoo.
"Nona Jennie,kau bisa menunggu sebentar,sepertinya aku dan Rose memiliki urusan sebentar diluar,kau bisa disini menunggu Limario" Jennie langsung melayangkan tatapan tak mengerti pada Rose,tetapi Rose yang mendapatkan tatapan Jennie,dia hanya berpura-pura melihat kearah lain.
"Kami pergi dulu Unnie,kabari aku jika sudah selesai" Rose begitu saja menggandeng tangan Jisoo keluar dari apartement,tanpa menunggu persetujuan Jennie yang merasa tak enak sekarang karena dia ditinggalkan begitu saja oleh Rose,karena dia masih merasa canggung jika berhadapan dengan Limario seorang diri.
"Hahhh menyebalkan" Jennie menghela nafas lemahnya,mau tak mau dia sendiri sekarang,hingga beberapa menit dia menunggu,kemudian Limario keluar dari kamar nya dengan pakaian santai nya,yang tentu saja tetap membuatnya terlihat tampan.
"Ada keperluan apa kau mencariku? Jennie yang mendengar suara Limario,dia segera menegakkan duduknya dan menunjukkan gummy smile nya di hadapan Limario yang selalu saja memasang wajah dingin nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Daddy
RomanceMenceritakan tentang sebuah hubungan yang rumit,Cinta tanpa restu sehingga membuat mereka terpisah,karena salah satu dari mereka memilih untuk pergi demi menyelamatkan dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Limario pria muda yang menjadi seo...
