mari bercerai

2.4K 34 2
                                        

"surat persidangan perceraian?!"

Ustadz Alfian terpaku setelah membaca surat itu, lidahnya kelu,ia seperti patung diam ditempat tanpa pergerakan,ia merasa syok ,dan tak percaya Ustadzah Kia bisa senekat itu dengan menggugat cerai,ia tidak percaya istrinya yang lugu itu ternyata diam diam melakukan gugatan cerai. Ini seperti mimpi menurutnya.

Ya memang lima tahun terakhir ini dia tidak berlaku adil pada kedua istrinya itu,tapi ia tak menyangka istrinya bisa menggugat cerai.
Lima tahun terakhir ini dia memang hanya sebulan sekali datang ke rumah istri pertamanya itu, mungkinkah ini sebabnya ustadzah Kia ingin bercerai?

Dulu ia sangat mencintai Ustadzah Kia,tapi Allah bisa membolak-balikan perasaan seseorang, seperti dirinya yang kini perasannya di balikan,kini ia tidak mencintai Ustadzah Kia,tapi mencintai Inayah_
Kesimpulannya adalah memang Allah bisa membolak-balikan perasaan seseorang dengan mudah .

Entah kenapa perasannya pada ustazah Kia hilang seketika, sepertinya setelah Inayah memberikannya buah hati ia jadi tidak mencintai Ustadzah Kia. Itulah yang namanya rahasia tuhan._

"Owek owek owek owek."

Ustadz Alfian tersadar dari lamunannya saat mendengar tangisan bayinya

"Nay, sepertinya bayinya pengen Mimi ." Ucapnya sambil memberikan bayinya pada Inayah

Inayah segera menyusui bayinya sedangkan ustadz Alfian masih belum sepenuhnya sadar dari surat itu, apakah surat itu benar ?

"Abi,itu surat apa ?" Ucap Inayah sambil melirik ke arah selembar surat yang dipegang suaminya

"Oh ini hanya,, ini bukan apa apa."

Ustadz Alfian segera menyembunyikan selembar surat itu,ia takut Inayah membacanya.

"Assalamualaikum."

"Ibu ."

Ternyata ibunya Inayah datang menjenguk ke rumah sakit

"Nay, bagaimana keadaanmu,masih lemes ? Ucap ibunya itu

"Masih lemes dikit,tapi Inayah kuat kok," ucap Inayah

Tidak bisa disembunyikan, wajahnya memang pucat pasi, maklum baru selesai melahirkan secara normal.

"Bayinya laki laki ya."

"Iya Bu, Alhamdulillah bayinya laki laki."

Inayah dan ibunya terlarut dalam perbicangan

"Nay,saya mau pulang dulu ya,nanti saya kesini lagi." Ucap ustadz Alfian

"Iya abi,tolong jaga anak anak di rumah."

Ustadz Alfian segera pergi dari rumah sakit,ia akan pergi menemui Ustadzah Kia,ia tak sabar ingin bertemu dengannya.

••••••

Ustadz Alfian sudah sampai di rumahnya yang ditempati bersama Ustadzah Kia,ia kaget saat Poto pernikahannya tidak ada satupun,padahal biasanya Poto pernikahan mereka berjajar rapi di tembok , menghiasi rumah.

"Bibi,dimana istri saya."

"Bukankah tadi Ustadzah Kia pergi ke rumah sakit? Sampe sekarang belum kembali ke rumah." Ucap wanita paruh baya yang berkerja sebagai asisten rumah tangga itu

"Lalu kemana Poto pernikahan kita,kenapa tidak ada satupun."

Ustadz Alfian mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan,tapi tak ada satupun Poto pernikahannya

"Maaf ustadz,Poto pernikahan sudah dicopot satu Minggu yang lalu,"

Ya Allah Kia kamu_

"Makasih bi, silahkan lanjutkan pekerjaannya."

Wanita paruh baya itu pergi ke dapur

Tak lama

"Assalamualaikum."

"Kia, kamu kenapa sih hah ,apa mau kamu."! Ucap ustadz Alfian dengan suara keras,pertama kalinya ia berbicara dengan suara keras

Ustadzah Kia tertegun melihat kemarahan suaminya,ia baru pulang sudah disambut dengan kemarahan dan muka sangar suaminya.

"Apa maksudnya." Ucap wanita bercadar itu

"Ini apa hah ." Ucap ustadz Alfian sambil memberikan secarik kertas ( surat persidangan perceraian)

Ustadzah Kia baru pertama kali melihat suaminya semarah ini, biasanya suaminya akan berbicara dengan tutur kata lemah lembut

",Saya Adzkia Maulida memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kita,saya rasa keputusan saya adalah keputusan terbaik,dan kalian akan sangat bahagia."

"Kia,_"

"Mari bercerai,Alfian Al-fatih."

/////


















Kesabaran seorang istri (2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang