Bau aroma obat obatan tercium menusuk hidung Naruto, dia merasa tubuhnya lemas dan nyeri dimana-mana, matanya bahkan tidak sanggup untuk terbuka. Samar-samar dia mendengar seseorang memanggilnya dan membelai pipi Naruto yang masih sedikit panas karena demam.
"Papa.." suara anak kecil terdengar ditelinga Naruto, saat ini dia baru benar-benar tersadar bahwa dirinya berada di rumah sakit.
"Menma!" Ucap Naruto terkejut, Menma yang berada di sebelah Naruto ikut terkejut dan segera memeluk tubuh Naruto.
"Papa.. Menma akan jadi anak yang baik. Jadi jangan tinggalkan Menma." Perasaan Naruto kacau, dia bingung harus bagaimana menjawab perkataan Menma.
"Papa hanya sakit dan butuh istirahat. Sekarang Menma main dengan paman Kabuto dulu ya.." belum selesai rasa terkejutnya kini dia seperti tersambar petir di siang bolong. Sasuke saat ini sedang duduk di sofa dengan kedua tangan yang melipat didada, dia menatap Naruto dengan tatapan penuh amarah. Entah bagaimana nyali Naruto mendadak menciut.
Tidak ada sepatah katapun berani dia lontarkan, Menma sudah pergi keluar kamar meninggalkan Naruto dan Sasuke berdua diruangan yang dingin itu.
"Kenapa kau bekerja di tempat itu?" Sudah diduga bahwa Sasuke jelas akan mencari latar belakang Naruto, dimana dia tinggal, tempat kerja, bahkan kesehariannya dan yang pasti kini Sasuke sudah mengetahui Menma.
"Bukan urusanmu." Tegas Naruto.
"Itu urusanku.. bagaimana bisa kau berbicara seperti ini, ditambah lagi apa kau menghidupi Menma dengan uang hasil pelacuranmu?" Sakit sekali. Ucapan yang di lontarkan Sasuke menusuk hati.
"Kenapa? Aku yang melahirkannya, aku yang merawatnya, aku yang memenuhi semua kebutuhannya.. lalu kenapa jika aku bekerja di club itu?" Jika tidak terpaksa dan tuntutan biaya perawatan Menma Naruto juga tidak ingin bekerja di tempat itu.
"Naruto, kenapa kau kabur dan pergi jauh.. aku mencarimu kemana mana.." nada Sasuke mulai melembut.
"Bukankah kau hanya menganggap ku sebagai budakmu?" Naruto sama sekali tidak menatap kearah Sasuke.
"Tidak.. aku memutuskan pertunanganku dengan kyuubi agar aku bisa menikah denganmu dan bertanggung jawab atas Menma."
"Menma bukan anakmu. Bukan anak kalian.. Menma yang asli sudah ku berikan kepada orang lain. Menma yang disini adalah hasil dari pelacuranku."
"Kau kira aku akan percaya? Kau tidak sadar kita ada dimana?" Bodoh sekali!!
Naruto merasa dirinya sangat bodoh dan idiot, tentu saja Sasuke juga akan melakukan tes DNA pada Menma saat ini karena masih berada diruang lingkup rumah sakit.
"Jangan coba-coba mengatakan pada Menma bahwa kau adalah ayahnya..begitupun dengan Itachi. Menma sudah cukup memiliki aku sebagai ibu dan juga ayah. Jika sampai kau berani mengatakannya aku akan kembali menghilang dari hadapan kalian semua dan ku pastikan tidak akan bisa menemukanku maupun Menma." Ancaman Naruto tidak main-main dan hal itu membuat Sasuke mengurungkan niatnya.
"Sebenarnya kenapa kau seperti ini.. kau membuatku kacau.. aku begitu kehilangan dirimu dan juga menma.. aku sangat merindukan kalian berdua..tak bisakah hubungan kita kembali seperti dulu??" Sasuke kali ini benar benar menurunkan egonya yang tinggi, dia bahkan memohon kepada Naruto. Itu adalah hal yang langka, seharusnya ini moment yang perlu di abadikan di ponsel Naruto.
"Aku tau Menma sedang sakit.. aku akan memberikan fasilitas dan perawatan yang terbaik untuk Menma.. aku juga ingin melihat Menma tumbuh sama seperti anak lainnya.. tak bisakah kau kembali Naruto??" Kali ini Naruto tidak bisa berkata-kata. Uang memang diatas segalanya bahkan sanggup membeli harga diri seseorang, terutama harga dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE DON'T FUCK ME AGAIN
RomanceHOMO!!! HOMOPHOBIC JANGAN BACA! GAK SUKA GAK USAH NGINTIP CERITA. DITAKUTKAN AKAN TERKENA VIRUS YANG BERNAMA FUJOSHI AKUT. SANGAT BERBAHAYA BAGI WARGA WATTPAD YANG MASIH NORMAL. SASUKE X NARUTO ITACHI X NARUTO SASUKE X KYUUBI ITACHI X KYUUBI R 25+ ...
