_______________________________________
WARNING TYPO BERTEBARAN HARAP MEMAKLUMINYA
_______________________________________
POV ITACHI :
***
Tanganku mulai lecet di bagian pergelangan dalam, kenapa bahan kain seragam ini begitu kasar? Perih sekali ketika kain ini menggesek kedua tanganku. Sebuah sikat bergagang panjang dan juga bulat dibagian bawahnya menarik perhatianku. Apa ini sikat model baru? Kenapa ada didekat kloset? Tanpa berpikir lagi aku segera mengambil dan menggunakannya untuk mensikat seragam Naruto.
Terdengar suara langkah mendekat kearah kamar mandi tempatku mencuci baju seragam kasar itu. Kulihat Naruto tercengang dan tidak berkata-kata, sudah kuduga.. Aku adalah seorang calon suami yang bisa diandalkan.. Lihat betapa terkejutnya Naruto melihatku mencuci seragamnya.
"A-apa yang ada ditanganmu itu?" Suara gugup Naruto membuatku menoleh ke arahnya, mungkin dia benar benar terpesona dengan diriku yang serba bisa ini.
"Oh ini.. Tanganku perih dan aku menemukan sikat di dekat kloset, jadi aku mengambilnya dan mulai mencuci menggunakan sikat ini.. Tapi apakah jaman sekarang bentuk sikat memang aneh seperti ini?" Tanyaku padanya, telinga Naruto memerah seperti malu. Ya tuhan.. Siapa yang bisa menolak pesona ketampananku...
"Apa kau tau sikat apa yang kau gunakan?" Naruto menundukkan wajahnya dengan suara yang sedikit menekan membuatku ragu dengan apa yang telah aku lakukan.
"Sikat.. Pakaian.. kan?" suara yang muncul dari bibirku malah terkesan gugup dan takut. Diam-diam aku mencoba melihat matanya untuk memastikan apakah aku salah atau tidak.
"Keluarlah.. Biar aku saja yang mencucinya." Naruto mengusirku dengan paksa, tapi aku bersikukuh menolak karena kondisi Naruto saat ini tidak memungkinkan mengerjakan pekerjaan berat.
"No! Kau tidak bisa berjongkok lama.. Baby boy akan tertekan didalam.." Naruto menatapku sejenak, lalu menghela napas lelah.
"Itu bukan sikat pakaian.. Tapi sikat kloset.." Mendengar ucapan Naruto aku segera melempar sikat itu jauh-jauh, pantas saja bentuknya aneh ternyata itu untuk menyikat dalam kloset. Iyaks!
"Lain kali bertanya padaku sebelum melakukan sesuatu. Kau tidak tau apapun tentang membersihkan rumah." Naruto membungkukkan badannya lalu membuang air yang ada dibak cuci baju, dia mengangkatnya ke dalam wastafel dan membilasnya lagi. Aku benar-benar merasa bersalah, apapun yang aku lakukan selalu tidak benar.
"Tidak apa-apa, ini pengalaman baru untukmu, terima kasih sudah membantuku dan memenuhi kulkas dengan makanan yang banyak." Naruto melanjutkan mencuci seragamnya di atas wastafel tanpa memperdulikan aku yang masih berdiri di depa pintu kamar mandi.
.
Rasanya aku tidak ingin pulang dan menemani Naruto dirumah saja, tapi lagi lagi dia terus mengusirku dengan berbagai macam alasan. Apa dia masih belum memaafkan kesalahanku? Aku hanya ingin menjadi pria terbaik dihidupnya.
"Pulanglah.. Aku butuh istirahat." Lagi. Dia mengusirku lagi! Aku berdecak kecil, menatapnya sejenak lalu segera mengemasi barang-barangku.
"Itachi, tolong jangan beritahu siapapun tentang keberadaanku sekarang." Yah.. Sekarang aku mengerti mengapa dia terus-terusan mengusirku. Dia hanya takut Sasuke menemukannya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE DON'T FUCK ME AGAIN
Roman d'amourHOMO!!! HOMOPHOBIC JANGAN BACA! GAK SUKA GAK USAH NGINTIP CERITA. DITAKUTKAN AKAN TERKENA VIRUS YANG BERNAMA FUJOSHI AKUT. SANGAT BERBAHAYA BAGI WARGA WATTPAD YANG MASIH NORMAL. SASUKE X NARUTO ITACHI X NARUTO SASUKE X KYUUBI ITACHI X KYUUBI R 25+ ...
