➜...cinta, tapi ragu??? sebenarnya fakta atau mitos dengan kalimat cinta pandangan pertama???
cerita tentang remaja SMA yang jatuh cinta pada pandangan pertama nya, tetapi hati nya ragu dan tidak peka dengan perasaan nya sendiri.
nama nya ABAR ALEKA...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-HAPPY READING-
abar duduk di bangku meja belajar nya dengan melukis seorang gadis yang memegang bunga matahari.
abar tersenyum tipis "lukisan buat lo, avia" ucap abar dengan memandang lukisan nya yang sudah selesai.
"kita uda lama ngga ketemu, selama libur sekolah gue ngga pernah liat lo, gue kangen sama lo avia, kangen liat senyum lo" ujar abar.
sena yang melihat pintu kamar abar terbuka, membuat nya masuk ke dalam kamar abar lalu berjalan kearah abar secara diam diam.
"gue kangen sama lo, avia" ucap abar dengan menutup kedua mata nya dan mengusap wajah nya secara kasar.
sena yang berdiri di belakang abar, tertawa mendengar ucapan abar "bilang di depan orang nya langsung dong, masa berani nya di belakang doang" ujar sena, membuat abar melotot sepenuh nya.
abar melihat kearah sena dengan raut wajah terkejut nya "ngga sopan banget sih lo masuk kamar gue sembarangan, ketok pintu dulu kalo mau masuk" ucap abar, membuat sena merotasikan mata nya.
"pintu lo kebuka, makanya gue langsung masuk aja" ujar sena "lo denger gu-" ucapan abar terpotong dengan sena "denger" ujar sena dengan menganggukkan kepala nya dan tersenyum.
abar melirik sena sinis "emang gue bilang apa tadi?" tanya abar "gue kangen sama lo, avia" ujar sena mengikuti nada bicara abar dengan raut wajah mengejek nya.
"bilang di depan orang nya dong, masa berani nya di belakang doang" ucap sena, membuat abar menghela nafas.
"lo suka avia kan?" tanya sena, membuat abar menganggukkan kepala nya pelan "cinta sama avia kan?" tanya sena, membuat abar kembali menganggukkan kepala nya.
"lo uda jelasin semua nya ke avia? uda ngungkapin perasaan lo ke avia?" tanya sena, membuat abar menggelengkan kepala nya.
sena menghela napas lalu merotasikan mata nya "lo mau avia di ambil sama rafa? lo kenal rafa kan? rafa tuh suka sama avia dari waktu mereka masih SMP loh bar" ujar sena.
"gue tau" ucap abar "terus kenapa lo masih diem? gercep dong, ungkapin perasaan lo ke avia, sumpah ya gue greget banget liat lo yang bertele tele gini" ujar sena dengan mengguncang tubuh abar.
"jelasin semua nya ke avia, ungkapin perasaan lo ke avia, buruan lo ungkapin perasaan lo ke avia, terus jadiin avia pacar, gue dukung banget kalo kalian berdua pacaran" ucap sena.
mendengar ucapan sena, membuat abar merotasikan mata nya "kenapa lo heboh banget sih?" ujar abar melirik sena sinis.
"karena gue greget sama lo yang gelam" ucap sena "lo pake bahasa apa sih? gelam apa?" tanya abar kepada sena.
"gelam itu gerak lama, lo ngga boleh gelam bar, lo harus gercep, emang lo mau avia di ambil orang? di pacarin orang? mau? mau jadi sadboy?" ucap sena, membuat abar menggelengkan kepala nya.