⁶¹ bercerita dengan langit

13 1 0
                                        

-HAPPY READING-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-HAPPY READING-

selama dua hari kedepan yura menginap di rumah avia, alasan nya karena yura ingin mencari ketenangan.

jika berada di rumah, yura merasa tidak tenang karena ada jian yang selalu mengganggu nya setiap saat dan setiap waktu.

setelah makan malam bersama di meja makan, avia dan yura memutuskan untuk kembali ke kamar avia.

"avia" panggil yura yang sedang rebahan di tempat tidur avia "kenapa ra?" tanya avia yang sedang belajar untuk ujian besok.

"aigooo gue pengen martabak yang ada di perempatan jalan depan" ujar yura dengan melihat kearah avia yang sedang belajar di meja belajar nya.

avia melihat kearah yura "random banget tiba tiba pengen martabak perempatan jalan depan" ucap avia, membuat yura menganggukkan kepala nya.

avia melihat jam yang terletak di meja belajar nya menunjukkan pukul 20:48, dan di luar sedang gerimis.

"lo beneran pengen martabak perempatan jalan depan ra?" tanya avia, membuat yura menganggukkan kepala nya.

"pengen banget?" tanya avia, membuat yura kembali menganggukkan kepala nya.

tok tok tok~

avia dan yura saling pandang ketika mendengar suara jendela kamar avia yang di ketuk dari luar.

tok tok tok~

avia berdiri dari duduk nya lalu berjalan pelan kearah jendela kamar yang sudah di tutup tirai nya.

yura ikut berjalan di belakang avia dengan memegang bahu avia "siapa?" tanya yura dengan berbisik di telinga avia.

srekkk~

avia dan yura melotot bersamaan ketika avia membuka tirai jendela nya "ABAR" ucap avia dan yura secara bersamaan ketika melihat abar yang berdiri dan tersenyum.

avia membuka jendela kamar nya "kamu ngapain bar?" tanya avia kepada abar "aku kangen sama kamu" jawab abar, membuat avia tertawa pelan.

"kamu ada ada aja deh bar, dari siang sampe sore tadi kan kita main bareng, masa sekarang uda kangen" ujar avia, membuat abar menganggukkan kepala nya.

"boleh peluk ngga?" tanya abar dengan berbisik di telinga avia "dingin" ucap abar merasa dingin karena terkena gerimis dan angin malam.

avia melihat kearah yura yang masih berdiri melihat kearah nya dan abar "mending gue tidur aja deh, dari pada jadi nyamuk nya orang pacaran" ujar yura lalu berlari ke tempat tidur avia dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.

abar langsung memeluk tubuh avia dengan meletakkan wajah nya di ceruk leher avia.

avia hanya diam tidak ikut memeluk abar "tangan kamu dingin banget bar" ujar avia merasakan tangan memeluk tubuh nya terasa dingin.

𝐀𝐁𝐀𝐑 𝐀𝐋𝐄𝐊𝐀𝐋𝐄Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang