23

221 24 6
                                    

Aksa melangkah pelan masuk ke kelas nya, ia menuju tempat duduk nya sambil berpikir heran

Ini sudah 2 hari setelah siswa bernama Dean itu tidak mengganggu nya lagi, bahkan pria itu terkesan menjaga jarak dengan nya

Aksa sebenar nya tak ambil pusing, tapi ia merasa ada yang tidak beres yang membuat pria itu jadi aneh

Ingat ia punya kepeka an yang tajam, dan Aksa sangat yakin jika apa yang terjadi pada pria itu bisa ber akhir buruk pada nya dan orang-orang sekitar nya, jika dia diam saja

Maka Aksa segera menyuruh anak buah nya untuk mengawasi Dean, kalian tentu ingat dengan 2 orang yang memata-matai Nicollette di Yokohama kan

2 orang itu lah yamg kembali dapat tugas mematai Dean 24 jam penuh dan mengabar kan apa pun yang di anggap mencurigakan pada sang tuan

Jam istirahat sudah tiba, para siswa siswi segera menuju kantin untuk mengisi perut nya

Aksa pikir, ia akan makan dengan tenang karena pria ber nama Dean itu tidak lagi mengintili nya 2 hari ini

Tapi ia salah, ya ia memang tidak di kintili pria merisihkan itu, ia malah di kintili 3 anak ayam dengan raut wajah yang berbeda-beda

Yang tertua ber raut wajah datar dingin tanpa banyak tingkah, yang satu dengan raut protes cemburu yang kentara

Yang terakhir si pirang pendek golden eyes, dengan raut polos bocah nya, tapi juga berwajah tidak senang

Andrian dan Nicollette berlomba duduk di sebelah Aksa, ke dua nya berbagi tatap permusuhan ber api memperebut kan kursi

Aksa yang pusing menarik kerah masing-masing bocah beda warna mata di depan nya layak nya anak kucing

Menempat kan yang satu di kiri dan satu di kanan nya, Aldrian tak ingin ikut berebut jadi ia pilih duduk di depan abang tertua nya saja

"Sudah diam, makan sekarang atau abang tinggal kalian ber 2, mau?" tanya Aksa saat melihat 2 bocah di depan nya hendak protes

Andrian dan Nicollette segera menggeleng, ke dua nya segera makan sarapan mereka

SKIP

Nicollette sedang ikut Aomin dan Devon ke super market untuk membeli cemilan

Bungsu Erlangga itu terlihat asik memilih cemilan dan minuman apa pun yang menarik perhatian nya

Tangan nya sampai penuh dengan berbagai bungkusan ciki-ciki, Nico juga mengambil 3 bungkus yupi marshmellow berbentuk taring vampire

"Oyy rubah, banyak sekali kau mengambil nya, untuk siapa ini?" tanya Devon heran

"Nico ga boleh makan manis terlalu banyak, nanti gigi nya sakit" ucap Devon lagi ber niat mengembalikan beberapa bungkus manisan yang ada di pelukan adik nya

"Ini buat bang Aksa" ucap Nicollette memutar tubuh nya menghindari sang abang yang hendak merebut ciki nya

"Untuk bang Aksa?, bukannya adek ga suka sama bang Aksa?" tanya Devon dengan wajah jahil nya

"S-siapa bilang, Nico cuma takut" cicit Nicollette pelan

"Jadi sekarang Nico sudah tidak takut dengan abang Aksa?" Devon memang suka menggoda adik nya

"bang Aksa memang serem, tapi kemarin abang Aksa mau temani Nico bobo, Nico bisa bobo nyenyak tanpa mendengar suara monster lagi" ucap Nicollette polos

Devon tertawa dengan ke polosan adik nya, kadang ia khawatir betapa polos dan mudah nya adik nya ini di curi hati nya

Jika kau bermusuhan hari ini, dan membuat nya kesal, kau bisa mengimingi nya hanya dengan permen, maka  Nicollette akan memaaf kan mu

Lihat, Aksa yang terlihat menyeram kan dulu di mata Nicollette, sekarang adik nya malah suka pada calon ipar nya itu, hanyabdengan di temani tidur dan di baca kan dongeng

Psycho LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang