ALWAYS C. 14 || Kembali Di Temukan

265 180 109
                                        

ALWAYS C. 14 || Kembali Di Temukan

------------

------------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ALWAYS

Samuel, saat ini laki laki itu tengah berjalan menyusuri hutan, dirinya melangkah perlahan dengan cahaya senter yang diandalkannya sebagai penerangan disaat ia berjalan di tengah hutan yang gelap gulita, seraya berjalan ia juga tak lupa mengukir tanda silang dari pohon yang ia lewati dengan menggunakan benda tajam yang di bawanya, sebagai penanda agar dirinya tidak tersesat.

Dingin mulai menjalar di tubuhnya, namun ia tetap melangkah, menembus kegelapan dengan hanya senter sebagai panduan, sesekali ia memanggil nama Alana, suaranya bergema di antara pohon-pohon tinggi, penuh harap gadis itu akan membalas panggilannya, meski saat ini tubuhnya mulai terasa lelah, ia mengabaikannya, ada kekhawatiran yang mendesak di dadanya, dan bayangan wajah gadis itu mendorongnya untuk terus melangkah, menelusuri setiap jengkal hutan dengan senter yang berkilat di tangannya.

"Alana, lo dimana.." benak Samuel, rasa gelisah dan khawatir semakin tersirat dihatinya, kala ia tak kunjung menemukan keberadaan Alana.

Di bawah langit malam, Samuel tampak gelisah, setiap langkahnya seakan diburu-buru, wajahnya memancarkan kekhawatiran yang semakin dalam, keningnya berkerut, bibirnya terkatup rapat, dan tatapannya liar, mencari-cari sesuatu yang tidak kunjung tampak di antara pepohonan yang menjulang.

Langkahnya terburu-buru dan tidak beraturan, kadang tersandung akar yang menjulur atau terpeleset di atas dedaunan basah, tangannya gemetar saat memegang senter, cahayanya goyah, menciptakan bayang-bayang yang bergerak cepat di sekitar, napasnya putus-putus, tidak hanya karena lelah, tetapi karena hatinya dipenuhi kegelisahan yang mencekam.

Setiap suara dari kegelapan, denting ranting patah, suara hembusan angin, membuatnya terkejut, seakan Alana bisa muncul kapan saja, lebih buruk lagi, gadis itu bisa saja ia temukan terbaring tak berdaya di suatu tempat.

Saat Samuel merasa dirinya telah jauh melangkah, ia tiba tiba menghentikan langkahnya, berdiam diri sejenak di tempat kemudian kembali menoleh kebelakang, sorot matanya berubah sendu, kemudian ia bergumam, "gue udah terlalu jauh, tapi gue belum juga nemuin Alana".

Samuel menghela nafas kemudian mendongak menatap langit malam yang terlihat di sela sela daun pohon, tampak tak ada bintang yang bersinar di atas sana, bahkan bulan yang menerangi malam kini telah tertutup oleh awan. Perlahan Samuel memejamkan mata, mengepalkan tangan kemudian menarik dan mengehela nafas perlahan, terus diam kala merasakan angin sejuk yang terus berhembus menyapa kulit, kini Samuel tengah mencoba untuk menenangkan dirinya, mencoba menetralkan rasa gelisah yang tersirat di hatinya.

Tak berselang lama, Samuel kembali membuka matanya saat ia mendengar langit telah mengeluarkan suara gemuruh dari atas sana, tanda bahwa sebentar lagi akan turun hujan.

ALWAYS (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang