ALWAYS C. 37 || First Date

7 2 0
                                        

C. 37 || First Date

 37 || First Date

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ALWAYS

Alana berdiri di depan lemari pakaiannya yang kini berantakan, penuh dengan berbagai pilihan outfit yang telah ia coba satu per satu. Tangannya sibuk membolak-balik beberapa gaun dan atasan, sementara alisnya berkerut dalam kebingungan.

"Gimana, Lea? Bagusan yang ini atau yang ini?" Alana mengangkat dua dress berbeda di hadapan Alea yang kini duduk di tepi ranjang sambil menopang dagu.

Alea memiringkan kepalanya, berpura-pura berpikir dalam sebelum akhirnya tersenyum jahil. "Kak Alana, ini pertama kalinya Alea lihat kakak ribet banget milih baju."

Alana menghela napas, menaruh dress yang ia pegang di tempat tidur. "Ya iyalah, Lea! Ini penting. Ini kencan pertama Kakak."

Alea tersenyum, mengerti betapa berarti hari ini bagi Alana. "Kalau gitu, pakai yang bikin Kakak paling nyaman aja. Kak Samuel pasti tetap lihat Kakak cantik, kok."

Alana tersipu, lalu menatap tumpukan baju di kasurnya. Ia ingin tampil istimewa, tapi juga tetap menjadi dirinya sendiri. Setelah beberapa saat, ia akhirnya memilih sebuah midi dress berwarna lembut dengan detail sederhana yang manis.

"Ini aja deh," gumamnya, tersenyum puas.

Alea mengangguk setuju. "Bagus! Sekarang tinggal dandan yang cantik."

Alana tertawa kecil sebelum akhirnya mulai bersiap. Hari ini memang spesial, dan ia ingin memastikan semuanya sempurna. Lagipula, ini bukan sekadar kencan biasa—ini adalah awal dari perjalanan barunya bersama Samuel.

Alana menarik napas dalam-dalam, menatap pantulan dirinya di cermin. Dress yang ia pilih membalut tubuhnya dengan sempurna, memberi kesan anggun tanpa berlebihan. Rambutnya tergerai lembut, dengan sentuhan sederhana yang membuatnya tampak natural. Senyum kecil terbit di wajahnya. Ia sudah siap.

Dengan langkah penuh antisipasi, ia keluar dari rumah, dan di sana—di depan gerbang—Samuel sudah berdiri menunggunya, sembari bersandar di mobil.

Alana berhenti sejenak, menatap Laki laki itu dengan mata berbinar. Hari ini, Samuel tampak berbeda. Biasanya, ia lebih sering mengenakan jas dan pakaian formal yang mencerminkan kesibukannya sebagai pria kantoran. Tapi kali ini, ia memilih tampilan yang lebih kasual—kemeja lengan panjang berwarna netral yang digulung hingga siku, dipadukan dengan celana chino yang rapi. Sederhana, namun tetap memancarkan pesona yang khas.

Samuel, yang sedang sibuk melihat jam tangannya, akhirnya mengangkat kepala saat mendengar suara langkah kaki Alana. Begitu matanya menangkap sosok gadis itu, ia terdiam sejenak, seolah tak bisa berkata-kata.

Alana tersenyum, melangkah mendekat. "Udah lama nunggu?" tanyanya ringan.

Samuel menggeleng pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum lembut. "Enggak. Tapi kayaknya kalau lebih lama lagi, gue bakal lupa cara napas."

ALWAYS (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang