ALWAYS C. 31 || Pindah ke Yogyakarta?

7 2 0
                                        

C. 31 || Pindah ke Yogyakarta?

 31 || Pindah ke Yogyakarta?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ALWAYS

Alana akhirnya tersenyum. Senyum yang sederhana, tapi cukup untuk membuat dada Samuel terasa lebih ringan. Ia lega—setidaknya, ia berhasil membuat gadis itu tersenyum lagi.

Melihat ekspresi Alana yang sedikit lebih tenang, Samuel menghela napas pelan. Malam semakin larut, dan udara mulai terasa lebih dingin. Ia melirik jam di pergelangan tangannya sebelum kembali menatap Alana.

"Udah larut, Na. Gue anterin lo pulang, ya?" katanya lembut.

Alana menatapnya sejenak, lalu mengangguk. "Oke."

Samuel menuntun Alana menuju mobil dengan langkah pelan. Tangan laki laki itu tetap menggenggam tangan Alana, memastikan gadis itu tetap stabil setelah seharian melalui begitu banyak emosi yang melelahkan.

Begitu mereka sampai di dekat mobil, Samuel membuka pintu penumpang dan menunduk sedikit, menatap Alana dengan lembut. "Lo udah siap?" tanyanya pelan.

Alana mengangguk, meskipun ada sedikit keraguan di matanya. Ia melirik ke arah laut sekali lagi, seakan ingin mengingat ketenangan yang sempat ia rasakan di sini sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.

Samuel menutup pintu dengan hati-hati, lalu bergegas menuju sisi kemudi. Setelah memasang sabuk pengaman, ia melirik Alana yang masih diam menatap ke luar jendela.

Samuel menarik napas dalam sebelum menyalakan mesin. "Kalau lo masih butuh sesuatu, bilang ke gue, ya," katanya dengan nada lembut, lalu mulai melajukan mobil meninggalkan pantai, membawa Alana pulang ke rumah yang kini terasa lebih sepi tanpa kehadiran ayahnya.

Tidak ada kata-kata yang perlu diucapkan saat ini.

Samuel melirik ke arah Alana sesekali. Gadis itu menatap keluar jendela, entah apa yang ada dalam pikirannya. Tapi satu hal yang pasti, senyum tadi sudah cukup untuk membuat Samuel bertahan.

Karena untuk Alana, ia akan menunggu. Sampai kapan pun.

—o0o—

Saat mobil berhenti di depan rumah Alana, Samuel mematikan mesin dan menoleh ke arahnya. Malam terasa begitu tenang, hanya ada cahaya lampu teras yang menerangi wajah Alana dengan lembut.

Alana membuka sabuk pengamannya, tapi tak langsung turun. Ia menoleh ke arah Samuel, seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun, kata-kata itu tak kunjung keluar.

Samuel tersenyum kecil. "Udah sampai. Istirahat yang cukup, ya." ucap Samuel seraya mengusap lembut puncak kepala Alana.

Alana mengangguk pelan. "Makasih ya, El… buat semuanya."

Samuel menatapnya dalam, lalu mengangguk. "Kapan pun, Na"

Alana akhirnya membuka pintu dan melangkah keluar. Sebelum menutup pintu, ia menatap Samuel sekali lagi, senyum tipis masih menghiasi wajahnya.

ALWAYS (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang