ALWAYS C.40 || Menuju Ending

6 1 0
                                        

ALWAYS C. 40 || Menuju Ending

 40 || Menuju Ending

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ALWAYS

Samuel tak memberi kesempatan bagi Alana untuk bertanya. Dengan cepat, ia menggenggam tangannya dan menariknya menjauh dari keluarganya. Langkahnya mantap, penuh tekad, sementara Alana hanya bisa mengikuti, terkejut dan bingung.

Di belakang mereka, keluarga Alana jelas kaget dengan tindakan Samuel yang tiba-tiba.

"Eh, anak saya itu!" seru Diana, ibunya, refleks melangkah maju, tapi Mahen segera menahan bahunya, menatap punggung Samuel dengan alis berkerut.

Kini, Samuel berdiri tegak di depan Edgar dan Lydia, sorot matanya penuh keberanian, seolah ia siap melawan siapa pun yang menghalangi jalannya. Dengan tegas, ia mengangkat tangan yang masih menggenggam tangan Alana dan berkata dengan lantang,

"Ma, Pa, ini Alana! Dia perempuan yang aku pilih, yang Samuel cintai, dan satu satunya perempuan yang akan aku nikahi! Perjodohan ini, aku tolak! Samuel gak peduli apa pun alasannya, aku tetap akan menikahi Alana, apa pun yang terjadi!"

Ruangan terasa hening seketika.

Alana terpaku.

Pernikahan? Perjodohan?

Otaknya berusaha memproses kata-kata Samuel, tapi semuanya terasa begitu cepat. Ia menoleh ke arahnya, ekspresinya penuh tanda tanya.

Samuel menolak perjodohan… tapi dengan siapa? Dan kenapa ia baru tahu soal ini sekarang?

Di sisi lain, Edgar dan Lydia saling bertukar pandang. Lalu, tiba-tiba, Lydia terkekeh pelan, membuat Samuel semakin kesal.

"Ini bukan lelucon, Ma!" seru Samuel, rahangnya mengatup kuat.

Namun sebelum Edgar sempat buka suara, sebuah suara lain terdengar, hangat dan ramah.

"Maaf, kami terlambat."

Samuel dan Alana sama-sama menoleh.

Di ambang pintu, seorang wanita melangkah masuk dengan senyum lembut. Lydia langsung berdiri dan menyambutnya dengan pelukan penuh kehangatan.

Sementara itu, Mahen melangkah maju, menjabat tangan Edgar dengan ekspresi santai. Samuel dan Alana hanya bisa menatap dengan kebingungan yang semakin bertambah.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Alana mengerutkan kening, merasa ada yang janggal dengan semua ini. Ia menoleh ke ibunya dan Mahen, meminta jawaban.

"Mah... Bukannya kita ke sini cuma buat makan malam sama Bang Mahen dan Kak Kirana? Kok—Malah..." suaranya terdengar kebingungan.

Samuel, yang sejak tadi masih dipenuhi emosi, kembali menatap Edgar dengan tajam. "Pah, maksudnya apa ini? Tidak, intinya gini—Samuel gak akan menerima perjodohan ini!" tegasnya, cengkramannya pada tangan Alana semakin erat.

ALWAYS (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang