Alana Caroline, gadis dengan luka mendalam akibat trauma jatuh cinta, bagi Alana, cinta tak pernah berpihak padanya. Setiap hubungan yang ia jalani terasa seakan hanya sekadar permainan di hati laki-laki. Namun, hadirnya Samuel Diaskara mengubah sem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
➷➷➷
2 hari kemudian, tepatnya di waktu sore.
"HUAAA BANG MAHEN, ALANA KANGEN" teriak Alana seraya berhambur ke pelukan Mahen, melepas rindu kepada sang kakak laki laki-nya lantaran baru bertemu lagi setelah lima tahun lamanya.
"Yeee kangen ya sama gue" ledek Mahen seraya membalas pelukan sang adik.
"Lebih kangen sama duit lo sih" balas Alana, gadis itu melepas pelukannya dengan Mahen, kemudian tertawa lepas kala menatap wajah Mahen yang berubah datar.
"Alana, Alea mana?" tanya Diana yang baru saja tiba seraya menarik gagang koper di tangannya.
"Eh Mama, hehe Alana sampe lupa sama mama," ucap Alana seraya menghampiri Diana kemudian memeluk erat tubuh ibunya.
"benar benar kamu Alana, bisa bisanya lupa sama mama" ucap Diana seraya menggeleng, ia membalas pelukan putrinya kemudian mengusap lembut punggung Alana.
Sementara Mahen, laki laki itu melangkah menuju sofa, kamudian mendudukkan dirinya disana, menghela nafas panjang kemudian meregakan otot tubuhnya, melepas penat sehabis melewati perjalanan jauh antara Yogyakarta menuju Bandung.
"Alana belum jawab Mama, Alea mana kok gak kelihatan? "tanya Diana lagi, wanita paruh baya itu melepas pelukan putrinya, kemudian berjalan ke arah sofa dan mendudukkan dirinya di sana.
"Alea lagi ke rumah temennya Mah, ada kerja kelompok katanya" jawab Alana seraya duduk tepat di samping ibunya.
"Oh iya Mah, ceritain dong gimana perjuangan Mama buat bujuk bang Mahen biar mau balik ke Bandung?"tanya Alana seraya memeluk lengan kanan ibunya, gadis itu tampak antusias ingin mendengar ibunya menceritakan bagaimana repotnya ia untuk membujuk Mahen yang begitu gila kerja untuk ikut dengannya pulang ke Bandung.
"Abang mu ini Alana, sampe bikin Mama capek bolak balik dari kantor ke rumahnya, untung saja dua hari yang lalu dia setuju ikut mama, kalau tidak, apa jadi sia sia semua perjuangan Mama"ujar Diana menjelaskan, ia mengusap kedua pelipisnya dengan jari jarinya, mengingat bertapa riwehnya perjuangan dirinya untuk membujuk Mahen.
"Parah lo Bang, sampe bikin Mama bolak balik gitu"cibir Alana, gadis itu melirik Mahen kemudian menyenggol lengan laki laki itu sembari tertawa ringan.
"Ya gimana lagi, Mahen sibuk terus di paksa balik ke Bandung, ya gini jadinya, Maaf ya Mah, yasudah sebagai permintaan maaf sini Mahen pijit" ujar Mahen kemudian beranjak dari duduknya, selanjutnya ia duduk di samping sang Mama, lalu perlahan memijat lengan Diana.