Alana Caroline, gadis dengan luka mendalam akibat trauma jatuh cinta, bagi Alana, cinta tak pernah berpihak padanya. Setiap hubungan yang ia jalani terasa seakan hanya sekadar permainan di hati laki-laki. Namun, hadirnya Samuel Diaskara mengubah sem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ALWAYS
Kini Samuel dan Miskha tengah berada di atas Rooftop. Suasana terasa hening, keduanya tak terdengar saling berucap, lantaran Samuel yang hanya berdiri diam, bersandar pada pembatas rooftop seraya memejamkan mata menikmati hembusan angin yang menerpa dirinya. Sedangkan Miskha, gadis itu kini tengah sibuk menyisir rambutnya dengan jari jarinya setelah di buat acak acakan oleh Alana tadi, tampak sangat kesal gadis itu hingga terus memaki Alana di dalam benaknya.
Selang beberapa saat, Miskha tersadar bahwa suasana kali ini terasa sangat canggung dan senyap, gadis itu menghentikan kegiatannya lalu menatap punggung laki laki yang kini berdiri tak jauh dari dirinya berada, ia manatap lamat laki laki itu dengan seringai yang tercetak di bibirnya, "kayaknya ini waktu yang tepat" gumam Miskha lalu setelahnya ia berjalan menghampiri Samuel.
"Eum El, makasih banget ya, udah nolongin aku tadi" cicit Miskha memecah keheningan di antara keduanya, dirinya kini telah berdiri tepat di samping Samuel. Miskha perlahan mengukir senyuman manis di bibirnya seraya mendongak dan menatap wajah Samuel yang kini berdiri diam seraya menatap lamat lalu lintas jalanan yang padat pengendara di bawah sana, tampak laki laki itu sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Miskha di sampingnya.
"El kamu baik banget deh, dari kemarin kamu nolongin aku, andai kamu gak nganterin aku pulang, aku gak tau nasib aku kayak gimana. Dan sekarang kamu nolongin aku lagi. Kamu emang yang terbaik El".
Sayangnya semua perkataan Miskha tak kunjung mendapat balasan dari Samuel lantaran laki laki itu hanya bergeming, tak menanggapi ucapan Miskha hingga gadis itu di buat bingung olehnya,"El..Kamu dengerin aku gak?"panggil Miskha lembut seraya menepuk pelan pundak laki laki itu.
"Pergi"Samuel membalas dengan berucap datar, matanya melirik tajam ke arah Miskha, tangannya terangkat lalu mencengkram dan melepas tangan Miskha dari pundaknya.
"Mulai sekarang berhenti gangguin Alana dan berhenti gangguin gue! Gue narik lo ke rooftop bukan tanpa alasan, gue narik lo ke sini buat selesaiin semuanya, dan ya..Gue minta lo sekarang buat stop gangguin Alana atau lo berurusan sama gue".
"Jadi sekarang cukup, lo bisa pergi kan sekarang?"Samuel kembali berucap, berbalik dan menghadap tepat di depan gadis yang kini tampak gelagapan di hadapannya.
"El kenapa? aku pikir kamu-".
"Lo pikir gue nolongin lo karena gue suka sama lo? Lo salah paham. Gue nolongin lo kemarin karena gue cuman kasian sama lo, dan tadi, gue juga nolongin lo karena gue gak mau Alana dapet masalah"Samuel menjawab cepat dan menyela ucapan Miskha.
"Maksud kamu?" tanya Miskha yang semakin di buat bingung.
"Bu Siska, lo tau kan? "jawab Samuel, Miskha yang mendengar jawaban Samuel yang menyebut nama guru killer itu seketika tertegun di tempat, ia seakan cepat memahami maksud Samuel yang menghentikan Alana tadi.