ngidam

328 17 1
                                        

sorry for typo

happy reading















usia kandungan haru sudah memasuki bulan ke 5.

hari ini mungkin jadi hari yang panjang untuk jeongwoo.

karena ngidam nya haru ini sukses membuat nya kelimpungan.

tapi jika tidak di turuti nanti haru nya nangis, takut juga sih nanti baby nya jadi ileran.

jadi sebagai suami saya yang baik dan tanggap jeongwoo tentunya berusaha untuk mengabulkan semua keinginan haruto 'yang waras-waras aja tentunya'.

shua juga ikut berpartisipasi dalam mencari apa yang di inginkan sang mommy.

"mas~ haru pengin jual saham mas yang perusahaan utamanya" tiba-tiba haru nyeletuk dan tentunya itu membuat jeongwoo kaget, gimana gak kaget wong kalo saham perusahaan utama nya di jual bisa bangkrut dia nya.

"sayang gimana kalo aku jual saham perusahaan cabang aja?" jeongwoo memberikan penawaran.

"kan aku minta nya perusahaan utama bukan cabang nya mas" haru masih kekeh dengan keinginannya.

"sayang dengerin aku ya" jeongwoo membawa haru kepangkuan nya dan menghadap kearah nya.

"kalo aku jual saham utama otomatis aku bisa bangkrut, trus kalo aku bangkrut aku, kamu, shua, dan calon baby gimana?, nanti kalo kita susah kasian anak-anak kita sayang, aku mohon pengertian kamu ya" jeongwoo berusaha untuk menjelaskan sehalus mungkin.

haru yang mendengar penjelasan sang suami pun terdiam dan tak lama ia menangis sambil memeluk suami nya.

"hiks, maaf in haru mas, haru gak mau kalo mas jeongwoo bangkrut kasian anak-anak, hiks maaf" tangis haru.

"iya gapapa sayang, jadi gak jual saham nya?, tapi saham perusahaan cabang ya" ujar jeongwoo sembari menatap haru lembut dan menghapus air mata sang istri.

"nggak jadi, haru sekarang mau makan pizza aja" haru mengubah keinginannya, tiba-tiba saja ia lapar dan ingin memakan pizza.

"yaudah mas pesen dulu ya" sebelum jeongwoo memesan haru langsung menyela.

"haru mau pizza tapi tanpa adonan pizza mas" jeongwoo nge lag, sejak kapan ada pizza tanpa adonan pizza nya?, tolong yang tau kasi tau jeongwoo dong.

"sayang mana ada pizza tanpa adonan nya?, masa iya kamu mau makan toping nya aja?" tanya heran jeongwoo.

"iss haru maunya itu mas, gak mau tau pokoknya harus ada" jawab haru sambil bersedekap dada.

"hhh~, yaudah aku cari dulu, kamu kekamar aja ya nemenin shua bobok" jeongwoo pun membawa haru ke kamar shua dan menduduk-an haru di sofa kamar sang anak.

"mas mau cari pesenan kamu dulu ya sayang, kalo kelamaan kamu bobok aja dulu bareng shua" jeongwoo pun pergi setelah memberikan ciuman di kening haru.

haru yang duduk sendiri pun melihat shua yang tertidur dengan lelap, mungkin anak nya kelelahan karena tadi pagi ia juga ikut membantu jeongwoo membersihkan taman belakang rumah dan menguras kolam renang karena keinginan haru:).

"huhh~ kasian mas jewu:(, shua juga pasti capek ya sayang, maaf in mommy sama adek ya udah bikin shua sama daddy kelelahan hari ini" ucap haru setelah menidurkan duri nya di samping shua dan memeluk sang anak yang masih terlelap dalam tidurnya.

30 menit lama nya jeongwoo pun pulang membawa pesanan haru.

saat ia sampai di kamar sang anak hal pertama yang jeongwoo liat adalah sang istri tidur sembari memeluk anak nya.

jeongwoo tersenyum melihatnya dan ia pun ikut merebahkan badannya di samping kiri sang anak dan memeluk keduanya.

have a nice dream sayang-sayang nya daddy.

jeongwoo pun ikut terlelap karena ia pun kelelahan, tapi semuanya ia lakukan iklas karna sang istri dan calon baby nya.

semoga kalian harmonis terus ya, soalnya aku ada rencana mau bikin konflik hehe:).

next?

tbc.

park familyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang