Reaksi Saudari²Nya.

9 1 0
                                    

Detik terus berjalan semestinya,eun han telah pergi beberapa menit yg lalu,setelah memastikan hal itu,eun hae lalu melangkah masuk ke dalam rumahnya.

Sedangkan eun na berjalan turun dari  kamarnya menuju ruang tamu untuk bertemu dengan eun hae.

"Kak eun na.." panggil eun hae langsung saat ia mendapati eun na yg sedang menuruni tangga,eun na lalu tersenyum tipis pada eun hae.

"Ya.." sahut eun na singkat,ia saat ini tengah melirik kiri dan kanan nya, mencari keberadaan kedua saudara nya yaitu yeon dan baek.

Eun na menemukan yeon di dapur dan baek di depan TV "Kesini sebentar..ada yg perlu kita bicara kan.." ajak eun na kepada kedua saudari nya itu.

Yeon dan baek serta eun hae telah duduk rapi di depan eun na,mereka menunggu dengan hikmat apa yg akan dikatakan eun na.

"Eun hae..dia dibully lagi di sekolahnya.." beberapa patah kata yg diucapkan eun na seketika membuat yeon dan baek marah sambil melirik eun hae,sedangkan eun hae nampak kaget karna heran bagaimana mungkin eun na yg selalu di rumah bisa sampai tau masalah yg di alaminya di sekolahnya.

"Sialan!eun hae..katakan pada kakak.. siapa keparat bajingan yg mengganggu mu itu..sekarang juga kakak akan menghajar nya untuk mu eun hae!awas saja yaa.." baek seketika bangun dari duduknya setelah memukul meja yg ada di depannya.

Yeon langsung meraih tangan kakak paling bar-barnya itu "Jangan kak.. hmm..lebih baik kita dengar kan dulu ceritanya dari eun hae..kita tak bisa bertindak tanpa rencana..dan kita tidak akan membiarkan siapapun lagi menganggu eun hae.." cara yeon menenangkan baek.

"Hahhh..baiklah..eun hae sayangg.. ceritakan pada kami..siapa dan apa yg terjadi tadi di sekolah.." Baek berjalan ke dekat eun hae dan duduk di belakang eun hae sambil memeluk eun hae dalam dekapan nya yg hangat.

"Iya eun hae..ingatlah..kami akan selalu bersama mu..oke.." yeon menepuk lembut punggung tangan eun hae.

Eun hae perlahan mengalihkan pandangannya ke eun na yg sedari tadi melihat interaksi ketiga saudarinya,eun na perlahan mengangguk mengiyakan yg artinya ia setuju dengan ucapan yeon.

"Hm..itu..mereka geng anak-anak nakal di sekolah..ketua nya lee yeon seo..mereka...memukuli ku dan.. menyuruh ku mati..aku..aku sangat takut..kak.." jelas eun hae ragu-ragu, dan diakhiri dengan tetesan air mata di pipinya.

Baek,Yeon dan eun na seketika memasang ekspresi marah "Tidak bisa..aku harus menghajar lee Yeon seo keparat itu hari ini.."baek langsung bangun dari duduknya dan berjalan keluar dari rumahnya.

" Kak baek!"panggil yeon mengejar baek,ia berencana menghentikan baek,yeon tak ingin baek sembarangan bertindak dan akhirnya akan menyebabkan masalah pada dirinya sendiri.

"Kak baek.." lirih eun hae melirik pintu rumahnya,kemudian ia beralih ke eun na.

"Tidak apa-apa eun hae..kak baek tidak akan melakukan hal yg akan membuat mu terbebani.."upaya eun na menenangkan eun hae,biasanya eun na jarang bicara sepanjang itu, tapi untuk adik tersayang nya,eun na tidak merasa keberatan sama sekali.

" Kak eun na.."eun hae bangkit dari tempat duduknya dan mendekat memeluk eun na,eun hae selalu merasa aman saat memeluk eun na, rasanya seolah tak ada yg perlu ditakutinya di dunia ini.

Lima menit kemudian pintu rumah kembar 4 itu perlahan terbuka, tampak yeon yg sedang menarik tangan baek,dengan susah payah yeon akhirnya berhasil membujuk baek agar tak melakukan hal-hal yg akan disesali nantinya.

"Kak yeon!kak baek!" panggil eun hae langsung berlari menghampiri kedua kakaknya itu.

Yeon dan baek memeluk besar eun hae,dengan senyuman yg merekah di wajah tiga kembaran itu,sedangkan eun na diam di tempatnya.

Setelah itu mereka masing-masing pergi mandi dan menyiapkan makanan,lalu makan malam bersama dan menonton TV serta berbincang riang,hingga jam mampir di angka sepuluh malam,mereka berempat telah menghuni kamar mereka masing-masing,kecuali baek yg tidur bersama eun hae.

Sedangkan di kamar eun na yg sekaligus bengkel itu,terlihat eun na yg sedang membuat cincin perak,ia membuat cincin perak itu sembari membayangkan kekejaman yg dirasakan eun hae di sekolahnya.

Hingga pendengaran eun na mendeteksi sesuatu,eun na lalu berhenti mengerjakan karya miliknya itu,eun na perlahan berjalan keluar kamarnya,dilihat nya kiri dan kanan, namun tak ada siapapun,eun na lalu berjalan ke dekat kamar eun hae dan menemukan eun hae yg tertidur seorang diri,lalu eun na pergi ke kamar baek,namun tak ada baek di dalam kamar itu,kemudian dengan langkah yg lebih cepat daripada sebelumnya,eun na melangkah ke kamar yeon dan ia seketika terdiam saat mendapati kamar yeon terkunci rapat,tak ada yg tahu apakah ada yeon atau tidak di dalam kamarnya.

Setelah itu eun na kembali ke kamarnya,ia berhenti melangkah di dekat jendela,perlahan ia buka gorden jendela kamarnya itu sedikit,atensi nya jauh ke lorong yg di depan rumahnya,ke seseorang yg berpakaian serba hitam sedang berjalan menjauh dari rumah si kembar 4.

"Baek?yeon?..hmm.." batin eun na menatap diam seseorang yg semakin lama semakin menghilang di gelapnya gang-gang.

Kemudian eun na kembali sibuk dengan cincin perak berbentuk bulan sabit yg tengah dibuatnya itu, walaupun ada beberapa prasangka di otaknya,eun na lebih memilih untuk diam dan bersikap tak tahu apa-apa.

Sedangkan di sma eun hae,tampak ruang belajar mandiri yg lampunya masih hidup,lampu ruang belajar mandiri biasanya bisa hidup selama 24 jam,itu karna para murid yg rajin dan pintar masih harus belajar walaupun larut malam sekalipun.

Dan di depan gerbang sma itu,terlihat baek dengan style gaul serta rambut bergelombang plus di warnai kuning sedang berdiri santai sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana nya dan memutar-mutar permen bertangkai di mulut nya, ekspresi baek nampak sangat kesal saat ini,ia merasa hari ini ia harus memukuli seseorang untuk menghilangkan kekesalannya.

Namun penjaga gerbang tentunya heran dengan baek yg tak tampak seperti murid sekolah itu,penjaga gerbang lalu keluar dari kantornya dan berjalan menuju baek sambil membawa senter.

"Cih.." Baek langsung berbalik saat penjaga gerbang menyenter nya dengan senter,baek melangkah maju di samping tembok sekolah yg lumayan tinggi,sedangkan penjaga gerbang kembali ke kantor nya setelah mengusir baek.

Tetapi langkah baek tiba-tiba berhenti di tembok sekolah bagian belakang, ia menengadahkan kepalanya untuk melihat tembok yg lumayan tinggi "Hmm..tidak ada kata menyerah bagi baek yg paling cantik sedunia.." ucapan semangat untuk dirinya sendiri.

Baek lalu melirik sekitarnya dan menemukan sebuah batu yg lumayan besar,baek dengan tenaga nya yg maksimal langsung menarik batu besar itu sedikit demi sedikit ke dekat tembok,kemudian baek menaiki batu besar itu tepat setelah keringat membasahi tubuhnya,bagaimana tidak,ia memindahkan batu seberat puluhan kilo seorang diri.

Dan baek tanpa tunda-tunda langsung menggunakan batu itu sebagai tumpuan dan dengan lihai nya baek meloncati tembok sekolah,rambut bergelombang nya pun di terpa cahaya bulan yg terang.

"Hahhh...capek juga ternyata.." keluh baek sambil membuang tangkai permen yg sudah habis ke sembarangan tempat.

Lalu baek melangkah maju ke sekitar lingkungan sekolah itu.

Sedangkan di atas atap gedung tempat ruang belajar mandiri di sma itu,tampak seseorang berpakaian serba hitam dan tertutup mirip pelaku pembunuhan berantai yg membunuh dua puluh tujuh korban sedang berdiri sambil melihat ke gedung-gedung tinggi di Seoul dan sambil memakai sarung tangan hitam yg tebal.

Dan di ruang belajar mandiri,lee yeon seo tengah berjalan menuju pintu ruangan itu,hingga beberapa detik kemudian ia pun keluar dari ruangan itu.

"Hahh..bagaimana ini..aku sangat mengantuk..padahal banyak yg harus aku pelajari..jika tidak orangtua ku akan memarahi ku lagi jika tak mendapatkan juara umum..hahh.. lebih baik aku cuci muka dulu.. mungkin bisa menyegarkan kantuk ku.." gumam lee yeon seo sambil mengacak-acak rambutnya sendiri ke belakang.

Jam-jam dinding pun terus berdenting seperti biasa,namun apakah hari ini akan seperti biasa? tak ada yg tahu.

🌱🌱🌱🌱🌱

Jumat,28 Desember 2023.

Jangan lupa di vote🙃

Quadruplets ( IU And Hong Min Gi) TAMAT!! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang