Bring me back to life

2.4K 105 3
                                        

Kehidupan bukan milik kita
Tapi kita harus menjalani hidup
Jadi tentukan kehidupan yang kau sukai untuk bisa tetap hidup
~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~












"Hahh"

Sudah kesekian kalinya gadis gingsul hitam manis itu menghela nafasnya kasar.

Terduduk dalam diam dengan infus yang betah bertengger ditangannya.

Sejak empat tahun terakhir menjalani pengobatan untuk jantungnya yang bermasalah.

Namun empat tahun itu, tak menunjukkan perubahan sama sekali.

Malah membuatnya semakin kesakitan.

"Kalau seperti ini, untuk apa buang-buang uang berobat. " Gumamnya pada diri sendiri.

Ayah ibu gadis itu hanya bisa menatap sendu gadis itu dari kejauhan.

Mereka berusaha menyemangati putri sulung mereka itu, menunggu sang pendonor bersedia memberinya jantung baru untuk hidup lebih baik.

"Mah aku pengen kasih jantung aku buat cici. " Sang adik menangis dalam dekapan ibunya melihat kakaknya yang sering melamun sendirian.

"Sabar sayang.. Kita berdo'a untuk cici. " Ibunya membelai lembut punggung putra bungsunya itu.

"Aten gak tega liat cici kesakitan mah. " Pecah sudah tangisnya dalam dekapan sang ibu.

Dan mereka hanya bisa terdiam pasrah.

Berpura-pura tegar di hadapan gadis kesayangan mereka.

_


_


_

"Kesini lagi kamu.. "

Gadis gingsul terkejut seseorang menyapanya ditaman rumah sakit tempat favoritnya.

Si pendapat melempar senyum dan ikut duduk disampingnya meski tanpa izin.

"Mau apa kamu? " Tanya gadis gingsul ketus.

"Mau berteman.. Hehehe" Jawab gadis disisinya itu.

"Gak mau. Aku gak bisa diajak main. Rugi kamu berteman sama aku. " Jawab gadis gingsul itu tegas.

"T-tapi... "

Belum selesai sudah ditinggalkan.

Namun gadis itu hanya tersenyum menatap punggung gadis gingsul itu.

"Yaahh Shaniii masih ada hari lain untuk menghiburnya. " Gumamnya pada diri sendiri dengan semangat.

Ya, nama gadis itu Shani.

Ia tertarik mengajak gadis gingsul itu berteman.

Entah kenapa hatinya terasa sakit saat memandang gadis itu selalu duduk sendirian  dari kejauhan selama beberapa waktu terakhir ini.

Ia juga seorang pesakitan.

Namun ia baru saja pindah rumah sakit beberapa waktu lalu.

_

_


_

"Dokter Gaby! "

Shani berteriak dilorong rumah sakit dan menghampiri dokter yang dipanggilnya itu.

"Aduh Shani Indira! Jangan lari nanti infusnya berbalik. " Pekik dokter Gaby.

Shani hanya tersenyum.

Everyday LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang