The Queen and The baddest

816 83 7
                                        

Dihari minggu yang gak terlalu cerah sapa dulu Shani yang duduk diam di bangku taman sekolah.

Ada tugas kelompok yang mesti dia kerjain bareng Jinan dan Gita.

Tapi Gita telat datang karena nganter pacar kesayangannya, Helisma ke perpustakaan kota dulu.

Shani Jinan gak permasalahin itu dan milih  duduk ditaman itu sekalian cari-cari bahan buat persentasi mereka yang mau dikerjain.

Dalam diam, pikiran Shani menjurus ke hal lain. Ke seseorang.

Tiga hari berlalu dan gangguan makhluk halus bernama Gracia itu menghilang.

Seharusnya dia lega tapi dia malah merasa gamang.

Gak bisa lihat kekonyolan gadis senyum gingsul itu bikin dia kesepian.

Padahal dari hal yang dia denger, demi memantapkan diri mencintai dirinya Gracia berusaha memantaskan diri dengan berhenti sebagai troublemaker disekolah.

Alhasil, kotak bekas susu pisang ditangannya jadi korban remasan karena rasa bersalahnya.

"Harusnya aku gak usir gracia waktu itu. "

Helaan nafas jadi lagu yang menemani Shani dengan pikirannya.

"Kamu kenapa? "

Itu Jinan. Yang sejak tadi ikutin si manusia Natio buat nemenin tapi malah dijadiin patung aja. Tak dianggap. Cih.

"Engga. Gak ada apa-apa"

Halah. Pret.

Jinan mendengus denger jawaban klasik.

Dia tau ada yang sohibnya pikirin dan itu pasti soal Gracia yang tempo hari dia liat Shani usir jauh-jauh.

Jinan beralih dari duduk bersandarnya jadi tegap terus tepuk pundak Shani 3 kali dengan anggukan kepala.

"Sedih boleh Shan. Tapi kamu juga harusnya bisa kontrol kesedihan kamu waktu itu. Andainya kamu gak ngusir dia menjauh, kamu gak akan ngerasain kehilangan dia kayak gini. " ucapnya.

Ada sunyi jadi penjeda. Shani diem didepannya pasang muka datar. Bibirnya pengen bantah omongan Jinan.

Tapi hatinya menolak, karena perasaannya memang seperti penjabaran Jinan.

Alhasil dia cuma bisa gigit bibirnya sendiri sambil membatin.

Kalo kayak gini pengennya gigit bibir Gracia aja. Eh.

Bukan muhrim woy!
.

.

.

.

Gracia selonjor badan diatas sofa nonton acara Tv yang gak minat dia tonton.

Gosip sana sini soal artis selingkuh bukan urusan dia. Dia aja gak punya selingkuhan.

Mau nonton upil ipil tapi belum mulai.

Kan jadi bete.

Diruang tengah si dokter tua lagi asik aja berdua sama Siska yang modus minta ajarin sepupunya matematika karena mau ujian. Padahal ya ujiannya masih lama. Dikelas juga ada Eve yang jago soal Phytagoras, kok jauh-jauh ke sepupunya minta ajarin.

Tapi jujur dari hati dia iri.

Siska bisa dapetin cintanya Feni sampe kebucinan.

Sejak orok bareng-bareng Gracia jadi tau apapun soal siska termasuk perasaannya ke Feni yang tumbuh sejak kelas 1 SMP.

Waktu itu Feni udah kelas akhir SMA . Usia mereka lumayan jauh.

"Gue gak keberatan lu suka cewek, gue juga sama. Tapi kok lu maunya kak Feni sih? "

"Ya kenapa emangnya?" Siska jawab dengan acuh sambil makan kacang rebus.

"Dia tua gitu. " cibir Gracia seenaknya dapet hadiah timpukan kulit kacang dari siska.

"Jatuh cinta bukan urusan yang bisa lo atur Gracia! "

Tok!

Pemikiran Gracia waktu itu ada benarnya.

Dia suka mikir andai dia bisa jatuh cinta sama yang lain selain Shani.

Toh banyak cowok-cowok yang pengen jadiin dia pacar.

Tapi kepincutnya malah sama cewek cantik yang datar ekpresi. Jarang senyum dan hobi menyendiri.

Aaaaaahhhh gege mau Shaniiiii.

Teriaknya Freak sambil rebahin diri di sofa.

Siska sama Feni toleh kearah bocah itu.

"Shani siapa? " tanya Feni ke siska.

"Crush dia. Anak baru yang aku ceritain itu kak. " jawab Siska sambil tatap fokus bukunya. Tuduhan Gracia kalau dia modus ternyata salah.

Siska emang pengen belajar Matematika supaya bisa kejar beasiswa sekolah keperawatan.

Katanya kalau Feni dokternya, siska jadi perawatnya. Halah bucin.

Feni mangut-mangut denger jawaban Siska.

Balik lagi ajarin Siska sambil peluk belakang badan kesayangannya.

Bodoamat soal Gracia.

Sementara Gracia sendiri pejam mata.

Pengen menyerah tapi dia gak mau jadi Kentank.

Akhirnya dia putusin, berusaha lagi deketin Shani besok.

Ditolak gapapa yang penting udah usaha.

Maju terus entar baru mundur.













===============TeBeCe===============

Hi...

Menurut kaliam gimana cerita ini?? Suka gak?? Klo suka di vote dan kasih komentarnya ya..

Biar author semangat lanjutin ceritanya dan bikin cerita2 greshan yang lainnya lagi.

Yuhuuuu see youu

Everyday LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang