Selama dua hari Lisa diharuskan untuk melakukan rawat inap karena dokter harus memantau perkembangan kandungan Lisa. Di hari kedua ini hal yang sangat disesali Frederic tiba, di mana ia harus segera melakukan pengecekkan pada salah satu anak Perusahaan LVMH yang sedang mengalami masalah. Jika tempatnya masih di Paris mungkin ia tidak akan keberatan meninggalkan Lisa, namun Perusahaan ini berada di benua lain. Frederic harus mengurus masalah Perusahaan yang ada di New York.
Untuk saat ini bahkan Jean tidak bisa menggantikannya, karena ini bukan wilayah Jean untuk menangani, masalah yang terjadi terlihat lebih serius. Mau tidak mau Frederic harus rela meninggalkan Lisa yang sedang berada di rumah sakit.
Bagi Lisa itu bukan suatu hal yang harus disesali untuk Frederic, ia baik-baik saja dan banyak orang yang menjaganya. Lagi pula Lisa tidak mau menjadi isteri yang membebani suaminya. Beberapa kali Lisa telah beritahukan dan meyakinkan suaminya bahwa ia tidak apa-apa jika harus ditinggal. Ia hanya bed rest bukan terkena sakit parah.
"Pulang lah terlebih dahulu untuk packing, aku di sini baik-baik saja sayang." Ucap Lisa untuk yang ke sekian kali nya.
"Aku sangat berat meninggalkanmu di sini." Frederic terus menerus menciumi puck kepala Lisa, seakan tidak pernah puas.
"Ck.. aku akan memanggil Rose untuk menemaniku selama kau pergi, bagaimana?"
"Tapi kau harus berjanji untuk tidak melakukan kegiatan yang berat-berat, okay?"
"Hmmm. Aku sudah mendengar hal itu terlalu sering selama kita menikah. Tenang saja aku tidak akan mengangkat mobil-mobil di garasi." Balas Lisa malas.
"Sayang."
"Iya iya iya tuan Frederic, sudah sanaaaaa."
Frederic akhirnya pulang dengan terpaksa, ia akan segera memberekan barang-barang yang akan dibawanya ke New York. Ia tidak akan membawa banyak barang, hanya berkas-berkas Perusahaan dan 2 baju ganti saja. Ia akan berangkat bersama Alex yang hari ini juga akan pulang bersama isterinya ke New York.
Jika dilihat dari waktu dan kejadian-kejadian yang selama ini ia rasakan, hal ini terlihat masih saling terhubung. Setelah dirinya mengambil alih posisi sang ayah, ia merasa semakin banyak kejadian aneh yang seakan mencoba mengujinya. Jika memang benar saling terhubung, ia akan segera menemukan siapa dalang dibalik ini semua.
Ada beberapa nama yang Frederic curigai, beberapa adalah orang yang ia kenal.
------------------------------------------------------------------------------
Sementara itu Lisa sudah menghubungi Rose untuk menemani nya di rumah sakit, karena ibu mertua nya menjaga Louis di rumah, untung saja mommy Park mengizinkan nya. Sungguh Lisa sangat merasa bersalah harus mengambil waktu berlibur Rose untuk menjaga dirinya. Tapi terus terang saja Lisa sangat kesepian di rumah sakit. Louis tidak bisa di bawa sembarangan kemari karena itu sangat rentan terjadinya penularan penyakit.
Kini Lisa tengah melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui posisi dua bayi kembarnya yang kemarin sempat turun ke area bawah. Rose yang berada di samping Lisa juga ikut serta memperhatikan setiap ucapan yang diucapkan oleh dokter, seolah tak mau ketinggalan dengan si ibu yang sedang mengandung.
Menurut pemeriksaan dokter, untuk saat ini kandungan Lisa sudah kembali seperti semula, posisi dua bayi itu sudah mulai nyaman. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa Lisa tetap harus melakukan bed rest sampai usia kandungan menginjak bulan ke 5. Hal itu dikarenakan agar bayi yang Lisa kandung bisa lebih kuat bertahan untuk berbagi tempat.
Setelah melakukan pemeriksaan, sang dokter pamit undur diri. Ia juga berpesan pada Lisa bahwa nanti aka nada perawat yang akan mengantarkan beberapa vitamin yang akan dibawa nya pulang besok. semua pembiayaan rumah sakit sudah diselesaikan oleh suaminya. Jadi Lisa hanya tinggal menuruti apa yang dikatakan dokter dan apa yang diperingati suaminya.
"Aku tidak tahu jika Frederic akan seprotektif ini? Kau tahu, setelah kau menelponku tadi, ia beberapa kali mengirimku pesan untuk memantau apa yang kau lakukan. Dia pikir isteri nya akan melakukan acrobat atau apa?" setelah kepergian dokter, Rose memulai pembicaraannya yang lebih terdengar seperti protes. Ia tidak menyangka jika sahabatnya akan membuat seorang Arnault menjadi seperti ini.
"Itu tanda nya dia sangat mencintaiku Rose, kau akan tahu jika sudah menikah haha" Lisa tertawa setelah membalas perkataan sahabatnya itu.
"Haaah aku akan menikah dengan pangeran dari sebuah Kerajaan, yang tampan, yang akan membawaku berkuda, memakaikanku tiara, ooooh indahnya."
*Pletaaak* Lisa melemparkan biscuit yang sedang ia makan mengenai kepala Rose
"Kau terlalu berhayal, lihat lah ke sekelilingkmu setiap saat di sana ada orang yang sedang mengincarmu untuk dijadikan isteri."
"Siapa?"
"Aku tidak tahu hahahaha"
"Sialan." Mereka jika disatukan akan selalu membuat suasana terlihat hidup. Kadang Frederic merasa iri karena Rose selalu bisa membuat Lisa nya tertawa terbahak. Mereka memang terlihat konyol namun hal demikian lah yang akan membuat pertemanan berlangsung lama.
"Rose, aku rasa aku tidak bisa bertahan lama hanya berdiam diri saja. Huhu ini menyiksaku."
"Aku akan melaporkannya pada Frederic." Satu kalimat yang membuat Lisa mendengus sebal
------------------------------------------------------------------------
Sebelum memasuki pesawat pribadi nya, Fred mengirimkan pesan singkat untuk sang isteri jika ia akan segera berangkat. Perjalanan bisnis kali ini terasa aneh, seperti ada yang janggal dalam permasalahan kali ini.
Di dalam pewasat ia banyak menceritakan hal tersebut pada saudaranya. Urusannya dengan pria yang mengganggu isterinya saja belum selesai karena sang ayah memperingatinya untuk tidak gegabah, namun kini masalah lain juga muncul. Dan menurutnya ini buah dari tertangkapnya umpan yang diberikan sang lawan.
"Apa kau tahu siapa yang ada di balik ini semua?" tanya Alex
"Aku memiliki prasangka jika ini adalah ulah Andreas. Kau tahu sebelum paman meninggal ia bersumpah apa?"
"Ya. Ia akan menghancurkan setiap apa yang kita miliki. Aku juga mencurigai nya. Tapi kau harus ingat akan apa yang Papa katakan. Jangan gegabah. Saat ini aku akan membantumu menyelesaikan masalah Perusahaan, setelah itu kita akan menyusun rencana."
---------------------------------------------------------------------------
Mereka tiba di New York sekitar pukul 8 malam. Setelah sampai di hotel tempat ia menginap Fred langsung menghubungi orang-orang kepercayaannya yang berada di sana. Sebenarnya Alex dan isterinya menawarkan untuk menginap di rumah mereka, namun Frederic menolaknya, karena ia membutuhkan focus dan konsentrasi.
Ia melakukan conference call agar semua orang yang ia tugaskan bisa mendengarkan dengan bersama.
"Periksa semua data keuangan, daan cari tahu kemana pengirimannya. Lacak semua akun-akun yang akhir-akhir ini melakukan transaksi. Jangan turun langsung menggunakan akses Perusahaan. Kalian paham kan apa yang dimaksud?!"
"Baik Boss." Setelah memerintah orang-orang kepercayaannya, ia langsung memonitor semua data-data Perusahaan yang memiliki masalah. Frederic memutar-mutar cincin penikahan yang tersemat di jari manisnya. Menyentuhnya membuat dirinya kembali tenang.
TBC>
Heeeey selamat tahun baru yah. Agar silaturahmi tidak terputus, pinjam dulu serratus haha
Semoga di tahun ini semua nya bisa merasakan kebahagiaan, diberikan Kesehatan, kelancaran dalam setiap urusannya. Aamiin
Semoga pasangan Lisa dan Frederic semakin memperlihatkan wujud mereka berdua bersama. Banyak momen dan siap berjejer di feed IG haha
Oh iya, terimakasih yang sudah Vote dan Comment. Jangan lupa follow juga dong 😊😊😊
KAMU SEDANG MEMBACA
OUR LOVE LIFE
Romans"The Greatest Female Idol Lalisa Manoban Terlihat Kembali" cerita hanya fiksi yang memusatkan kisahnya dari K-pop Idol Lalisa Manoban dan CEO Frederic Arnault
