LEBARAN SEBENTAR LAGI. MOHON MAAF BARU UPDATE LAGI.
Lisa duduk di depan cermin, memperbaiki rambut panjangnya yang bergelombang. Mata cokelatnya berkilat saat ia tersenyum kecil melihat bayangan Frederic di belakangnya, mencoba mengajak si kembar Lily dan Leo bermain. Masih dalam suasana berlibur, rumah mereka di Thailand hari ini terasa lebih sibuk dari biasanya. Alice sang manager beberapa hari yang lalu baru saja mengabari bahwa tim dari majalah Vogue akan datang untuk wawancara eksklusif.
Orang tua beserta saudara Frederic yang lain sudah kembali untuk menghabiskan liburan dengan keluarga masing-masing. Mereka di Thailand hanya satu minggu saja dan akan dilanjutkan ke negara Asia lainnya.
Lisa, seorang global superstar terkenal, sudah terbiasa dengan sorotan media. Namun, kali ini berbeda. Ini bukan sekadar tentang dirinya, ini tentang keluarganya—tentang dirinya sebagai istri dan ibu. Wawancara kali ini menurut Alice akan melibatkan Frederic di dalamnya. Meski pun banyak kesempatan Frederic diwawancarai media, tentu saja kali ini berbeda. Biasanya itu hanya tentang jam tangan dan bisnis nya saja. Frederic, yang sekarang tengah menjabat sebagai CEO LVMH Watch, lebih jarang muncul di sosial media, bahkan di depan public pun ia jarang terlihat. tetapi demi Lisa, ia setuju untuk berbagi sedikit kisah mereka.
Kini di rumah mereka, semua yang bekerja di rumah mau pun yang bekerja dengan Lisa ikut berpartisipasi berbenah suasana rumah. beberapa tata letak barang dipindahkan agar terlihat lebih nyaman.
"Sayang, apakah sudah siap?" tanya Lisa menghampiri Frederic
"Aku bukan seperti isteriku yang sudah terbiasa dengan kamera dan wawancara." Frederic merengkuh tubuh kecil istrinya dalam pelukan, mata hijau itu menatap penuh sayang.
"hey, tenang saja. Mereka hanya ingin melihat keseharian kita sebagai keluarga kecil. Aku yakin kau akan baik-baik saja." Lisa menenangkan, memberikan kecupan kecil pada bibir Frederic.
"Kalau begitu, aku percaya dengan isteriku. Tapi bagaimana dengan babies? Mereka bisa saja rewel saat wawancara." Frederic bertanya. Sungguh bapak satu ini sangat banyak yang dikhawatirkan.
"Jangan khawatir, aku sudah atur waktunya supaya pas dengan jam tidur dan makan mereka. Yang kau harus khawatirkan adalah Louis, bagaimana kalau dia muncul dan mengajak semua orang berburu Dinosaur. Haha." Lisa tertawa sendiri membayangkannya.
" Lagipula, kalau mereka muncul di kamera, justru akan terlihat lebih natural dan menggemaskan! Aku ingin orang-orang melihat sisi kita yang sebenarnya, keluarga kecil yang bahagia." Lanjutnya.
-------------------------------------------------------
Tepat pukul 10 pagi, bel berbunyi. Asisten rumah tangga membuka pintu, dan masuklah tim dari Vogue—seorang jurnalis, fotografer, dan penata gaya. Rumah mereka, perpaduan desain klasik seperti design khas Thailand berpadu dengan sentuhan modern, langsung menarik perhatian tim. Lisa dan Frederic menyambut hangat kedatangan para tim dengan sambutan hangat.
"Sungguh tempat yang indah," puji sang jurnalis, Camille, sambil menatap langit-langit tinggi dan dinding yang dihiasi karya seni pilihan Lisa.
Lisa tersenyum. "Terima kasih. Kami ingin rumah ini terasa nyaman, bukan sekadar indah." Semua yang Lisa usahakan dari awal karirnya memang hanya untuk kebahagiaan dan kenyamanan orang-orang di sekitarnya, keindahan dan kemewahan yang ia miliki sekarang tentunya tidak sia-sia jadi bahan pandangan semata, namun keindahan dan kemewahan itu dapat dinikmati keluarga mau pun sahabat-sahabatnya.
Semua tim mulai Menyusun perlengkapan wawancara, seperti lighting, microphone dan sebagainya. Sementara itu sebelum dimulainya wawancara Lisa mengajak sang jurnalis untuk mengelilingi rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OUR LOVE LIFE
Roman d'amour"The Greatest Female Idol Lalisa Manoban Terlihat Kembali" cerita hanya fiksi yang memusatkan kisahnya dari K-pop Idol Lalisa Manoban dan CEO Frederic Arnault
