OCD?

92 21 14
                                    

Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang membuat orang memiliki obsesi, perasaan, pikiran, dan perilaku berulang dan tak diinginkan yang membuat mereka melakukan sesuatu berkali-kali. Ketika tak bisa melakukan hal tersebut, orang itu akan merasa sangat cemas dan sedih, bahkan marah. Dan perilaku berulang ini tidak terkait dengan budaya atau ritual agama.

Gejala obsessive compulsive disorder (OCD) pada tiap orang bisa berbeda-beda. Gejala yang umum terjadi antara lain:

Obsesi yang ekstrem terhadap kuman atau kotoran

Keraguan yang berulang, misalnya saat ke luar rumah bertanya-tanya sudah mengunci pintu atau belum

Ada pikiran untuk berbuat kekerasan, termasuk menyakiti diri sendiri

Keasyikan dengan simetri, kerapian, atau ketepatan

Sangat memperhatikan detail

Terlalu khawatir terhadap sesuatu

Pikiran atau perilaku agresif

Mengelompokkan atau menata benda-benda di sekitarnya berdasarkan hal tertentu

Mengulang kata-kata yang sama pada diri sendiri

Menanyakan hal yang sama berulang kali

Penyebab obsessive compulsive disorder (OCD) tak dapat diketahui dengan pasti. Sederet riset menyebutkan ada dugaan sumber masalahnya ada pada otak. Orang dengan OCD ketidak seimbangan nerotransmiter serotonin yang memadai di otak. Serotonin berfungsi menjaga keseimbangan mental.

OCD pun cenderung bersifat keturunan sehingga ada faktor genetik yang berpengaruh. Meski begitu, ada juga kasus penderita yang tak memiliki riwayat keluarga mengidap OCD.

Obsessive compulsive disorder (OCD) bisa memicu problem lanjutan atau komplikasi yang juga memerlukan perhatian, di antaranya:

Banyak waktu yang dihabiskan untuk melakukan hal yang sama tiap hari

Masalah kesehatan karena perilaku berulang, misalnya dermatitis kontak atau peradangan pada kulit karena sering mencuci tangan

Sulit mengejar pelajaran di sekolah

Mengalami kesulitan dalam aktivitas sosial

Bermasalah dalam pekerjaan

Sulit menjalin hubungan dengan orang lain

Kualitas hidup buruk

Pikiran dan perilaku bunuh diri

Jari Arshaka berhenti bergulir ketika ia melihat satu kata yang membuatnya tersentak. Ia merenungi kata 'bunuh diri' dari website Primayahospital.com tentang Obsessive Compulsive Disorder.

"Please, bertahan hidup An. Aku masih ingin melihatmu di dunia." Raut wajah Arshaka yang semula senang kini berubah cemas.

"Aku akan berjuang An, untuk bisa segera halalin kamu! Aku akan menjadi temanmu untuk melawan OCD-mu itu!"

"Kenapa lo?" tanya Bayu mendekati Arshaka.

"Bang gue mau nanya serius."

"Kenapa?" Bayu duduk di samping Arshaka menyimak ucapan Arshaka dengan baik.

Walaupun Arshaka sering me-roasting Bayu. Hubungan mereka sangat baik. Bahkan Arshaka merasa memiliki seorang kakak.

"Bang, kira-kira kalau gue suka sama cewek. Cewek itu bakal ilfeel gak ya Bang sama gue?"

Bagaimana Hari Ini, An? [END] ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang