Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

2. Pembelaan diri

316 25 2
                                        

Lee Ruby terlihat mengumpat hampir 5 menit sekali sepanjang pagi ini. Dirinya yang begadang karena menyusui Rui harus rela bangun pagi-pagi demi mengurusi suami orang. Bukankah ini menyebalkan?

Ruby bisa saja mengabaikan Jeno, atau bahkan mengusirnya pergi. Tapi itu tidak dia lakukan karena dia memiliki hutang Budi yang sangat besar pada keluarga Jeno.

Lee Ruby sebelumnya adalah seorang yatim piatu menyedihkan yang tinggal di panti asuhan kumuh dan nyaris bangkrut. Dia di paksa oleh keadaan untuk mencari uang saat usianya belum genap 6 tahun, semua itu dilakukan demi keberlangsungan panti asuhannya.

Sampai akhirnya dia bertemu dengan keluarga Jeno yang baik hati. Dia di adopsi oleh orang tua Jeno sejak usia 6 tahun sampai dia bisa menemukan rekam jejak orang tuanya sendiri di usia 18 tahun.

Berkat keluarga Jeno, Ruby bisa menemukan rumah milik ibunya. Namun sayang ibunya telah meninggal bertahun-tahun lalu. Dia menitipkan Ruby di panti asuhan karena menderita alzheimer.

Mengingat masa lalu terkadang membuatnya tersenyum getir. Tapi dia tak lagi memikirkannya.

Ruby berjalan mengitari meja makan, dia meletakkan sepanci sup disana. Lalu menata beberapa lauk untuk sarapan.

Sesekali dia melihat ke arah ruang tamunya, dimana Jeno tengah tersenyum sambil menggoda Rui. Ah.. jika saja Jeno bukan suami orang, mungkin Ruby akan dengan leluasa membayangkan memiliki keluarga kecil dengan Jeno. Sayangnya itu tidak mungkin.

Bicara soal Lee Jeno. Hubungan Ruby dengan Jeno sangatlah dekat. Mereka pergi kesekolah bersama, belajar bersama, dan bermain bersama selama bertahun-tahun.

Terbiasa bersama Jeno membuat Ruby merasakan perasaan lebih. Ya, dia menyukai Lee Jeno bahkan sebelum mereka lulus SMA. Namun sayang, Jeno malah memilih wanita lain.

Jeno tidak memiliki perasaan yang sama dengan Ruby, lelaki itu telah memiliki kekasih. Dan dia memilih untuk menikahi kekasihnya itu. Ah.. betapa beruntungnya Caroline.

Ruby patah hati. Jelas itu terjadi. Selama hampir satu tahun dia menghadapi krisis harga diri.

Ruby hidup tak tentu arah karena patah hati. Gadis itu sering pergi ke klub dan pulang dalam keadaan mabuk. Sampai akhirnya dia terbangun di ranjang asing barulah Ruby menyadari kalau dia telah membuat kesalahan besar.

Lee Rui adalah buah dari kesalahannya itu. Meski begitu Ruby memilih untuk mempertahankannya. Dan lagi-lagi dia memiliki hutang Budi pada Jeno selama dia hamil sampai melahirkan, karena lelaki itu selalu mendampinginya bahkan mau menjadi wali untuk Rui.

"Ruby.. dia mengompol.." Jeno berseru dari arah ruang tamu.

Lelaki itu mengangkat Rui seperti boneka Teddy tanpa nyawa sementara celana Rui meneteskan urin.

"Aissh.. bajuku basah." Jeno menggerutu, tapi tak sekalipun dia menunjukkan wajah kesal.

Ruby tertawa. Wanita itu segera mendekat untuk mengambil alih Rui.

"Mandi sana, bajumu yang tempo hari sudah aku cuci. " Kata Ruby.

Jeno menatapnya heran.

"Kamu mencucinya ?? Wah.. Caroline aja ga pernah mau nyuci bajuku. "

"Siapa suruh salah pilih istri." Ruby berkata acuh. Dia berjalan pergi dengan menggendong Rui.

Sementara Jeno diam mematung akibat ucapan asal dari Ruby.

Ya, Ruby benar. Sepertinya dia memang salah pilih istri.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Jeno tidak langsung pergi ke kantor setelah dia pulang dari rumah Ruby. Dia memilih pulang ke rumahnya untuk mengambil jas kerjanya.

Tapi baru juga mobilnya sampai di halaman, dia malah melihat mobil lain yang berhenti di depan pagar Rumahnya. Caroline keluar dari sana, dia tersenyum mesra pada sosok lelaki yang duduk di kursi kemudi. Dan Jeno tidak menyukai pemandangan itu.

Percekcokan mereka kembali di mulai sesaat setelah tatapan sinis Jeno bertemu dengan milik Caroline.

"Sudah punya suami tapi malah bermalam sama laki-laki lain. Dasar ga tau malu. " Jeno memalingkan tatapannya. Lelaki itu berniat masuk lebih dulu sampai sindiran Caroline menghentikan langkahnya.

"Sudah punya istri malah tidur di rumah wanita lain." Katanya.

Jeno merasa tidak terima. Tubuhnya berputar secepat kilat, kembali menghadap Caroline dengan tatapan mata menghunus.

"Aku begini karena kamu. Kamu yang mulai semuanya. " Suara Jeno sedikit meninggi, dan Caroline tidak mau kalah.

"Aku begini juga karena kamu. Kamu yang memulai dan bukan aku."

"Apa ???"

"Wanita itu, kamu selalu sibuk sama wanita itu bahkan saat hari pernikahan kita...."

Alis Jeno terangkat. Satu tangannya berada di pinggang sementara wajahnya tampak berpikir.

"Maksudmu Lee Ruby? "

Caroline langsung membuang muka begitu Jeno menyebutkan namanya. Sebenci itu dia dengan Ruby hingga mendengar namanya pun Caroline tidak Sudi.

"Di hari pernikahan kita kamu sibuk mencari dia. Di hari ulang tahunku juga kamu sibuk mencarinya, lalu meninggalkan aku sendirian bersama lilin di atas kue ulang tahunku yang bahkan belum aku tiup. Kamu selalu sibuk sama dia Jen.. kamu pikir aku ga sakit hati?? "

Jeno tidak membalas. Dia diam dengan wajah yang rumit. Pikirannya seolah kembali berputar kebelakang, mengingat saat pernikahannya dengan Caroline 2 tahun lalu.

Tepat di hari itu Ruby menghilang, Jeno sibuk mencari Ruby di malam pernikahannya, lalu dia menemukan Ruby di depan sebuah hotel dengan wajah linglung. Gadis itu mabuk, lalu di bawa pergi oleh pria asing. Dan itu membuat Jeno khawatir setengah mati.

Caroline lelah dengan Jeno. Dia adalah istri sah lelaki itu tapi dia selalu merasa menjadi yang kedua. Hingga akhirnya dia memilih untuk berpaling.

Wanita itu menatap penuh kecewa pada Jeno yang hanya diam saja. Lelaki itu tak membantah, dia juga tidak mengutarakan pembelaan apapun.

Caroline tak ingin menunggui sampai lelaki itu berucap. Dia sudah mati rasa dan tidak peduli lagi tentang hubungan mereka. Gadis itu akhirnya memilih masuk, membanting pintu rumahnya hingga menimbulkan debuman keras yang menyadarkan Jeno.

Lelaki itu menghela nafas. Ternyata Caroline hanya cemburu. Tapi itu tidak bisa di jadikan alasan untuk dia memulai perselingkuhannya.

Lagipula Jeno tidak pernah berselingkuh dengan Ruby. Lelaki itu membantu Ruby karena gadis itu sudah dia anggap sebagai saudara. Ruby di besarkan oleh orang tuanya dan Jeno sangat peduli padanya.

Tidak ada perasaan apapun antara dirinya dengan Ruby selain hanya rasa kasihan karena Ruby tak punya siapapun untuk bersandar.

Di dalam kepalanya Jeno terus membela diri. Dan dalam logikanya Caroline tetaplah menjadi pihak yang bersalah karena dia telah berselingkuh. Ya, biar bagaimanapun perselingkuhan itu tidak bisa di benarkan.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SECOND CHANCE | LEE JENOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang