Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

7. The Selfish Jerk

300 18 2
                                        

Banyak hal yang tidak Jeno ketahui selama Jeno tidak pulang beberapa hari terakhir. Kehidupannya di rumah Ruby seolah memberinya efek anastesi dimana dia tak lagi merasakan rasa sakit. Tapi itu hanya sementara. Ketika Jeno pulang kerumahnya dan melihat Caroline, rasa sakit itu datang lagi.

Lelaki itu baru saja menginjakkan kakinya di ruang tamu ketika ada sosok laki-laki asing yang menuruni tangga rumahnya. Itu adalah laki-laki yang sama yang selama ini membawa Caroline pergi. Dan Jeno bisa menyimpulkan apa yang terjadi tanpa harus bertanya.

Jeno tak ingin membuka mulutnya saat itu juga. Tatapan tajamnya mengiringi langkah lelaki itu pergi. Dan ketika bayangannya telah menghilang dari rumahnya, barulah dia menegur sang istri.

"Aku ga masalah kamu mau pacaran di luar, asal jangan pernah bawa bedebah itu masuk ke rumahku." Jeno menggeram, nada bicaranya tidak tinggi tapi terasa begitu dingin.

"Kenapa ga boleh? Sedangkan bedebah yang harusnya tinggal di rumah ini malah tinggal bersama jalang. "

Jeno mengangkat tangannya hendak menampar Caroline. Tapi lelaki itu segera menyadarkan dirinya dan mengendalikan segenap emosi yang hendak meluap.

Tangannya menggenggam udara dan dengan terpaksa lelaki itu menurunkan tangannya.

"Jangan bicara sembarangan soal Ruby."

"Sembarangan huh ? Bagiku perempuan yang tidur sama suami orang itu jalang. "

Jeno memejamkan matanya dengan satu tarikan nafas dalam untuk mengendalikan amarahnya.

"Kalau begitu aku juga bisa menyebutmu jalang kan ? Seorang perempuan bersuami yang membawa pria asing ke rumah. "

Caroline tertawa sinis. Matanya tak lepas dari Jeno dan mereka  saling menghunus satu sama lain.

"Semua ini ga akan terjadi kalau kamu ga jadi pria brengsek Jen. Laki-laki beristri yang bahkan ga bisa prioritasin istrinya. Lalu seenaknya mendahulukan wanita lain. Kamu sadar itu kan ??"

Jeno tak bisa menjawab. Perkataan Caroline memang seratus persen benar tapi di dalam kepalanya Jeno masih memiliki pembelaan yang membuatnya enggan untuk di salahkan.

"Caroline.. kamu tau kan, Ruby itu sebatang kara. Aku cuma kasihan sama dia..."

"Kasihan huh?? Terus kamu ga kasihan sama aku ? "

Jeno lagi-lagi terdiam. Sementara Caroline mulai emosional. Air matanya berkumpul di pelupuk dan siap meluncur turun.

"Pernah ga sekali aja kamu pikirin perasaanku? Saat hari pernikahan kita kamu kabur dari gedung pernikahan buat nyari dia, saat honeymoon kamu pergi gitu aja ninggalin aku  cuma karena dia mau melahirkan. Ini bukan sekali dua kali Jen.. setiap kali kita bersama kamu selalu mentingin dia."

Nafas Caroline naik turun dengan air mata yang telah meleleh melewati pipinya. Gadis itu mengusap kasar air matanya lalu kembali melontarkan cercaan pada Jeno.

"Sebenarnya kamu nikahin aku buat apa sih Jen??? Kenapa ga nikahin Ruby aja dari awal biar aku ga perlu terluka begini ??"

Jeno kehabisan kata-kata. Tatapannya kosong, kemarahannya telah meluap entah kemana. Tapi tak sedikitpun Caroline melihat pancaran rasa bersalah dari mata Jeno.

"Okey.. aku minta maaf. " Kata Jeno.
Lelaki itu berjalan satu langkah lebih dekat lalu mendekap Caroline yang mulai terisak.

"Aku minta maaf karena bikin kamu merasa ga di prioritaskan. "

Jeno melepaskan pelukannya. Dia menatap dua mata basah Caroline lalu kembali berucap.

"Aku ga mau nyakitin kamu lebih dari ini. Jadi.... " Lelaki itu menelan ludah nya. Mempersiapkan diri atas keputusan besar yang akan dia ambil.

"Ayo kita bercerai."

Tatapan Caroline berubah nanar. Begitu tidak menyangka kata-kata itu akan keluar dari mulut Jeno-orang yang selama 3 tahun dia percaya sangat mencintainya.

"Kamu egois Jen."

"Iya aku tau, aku minta maaf."

"Kamu mempermainkan pernikahan kita. Kamu egois, kamu jahat. "

"Caroline.. aku minta maaf."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SECOND CHANCE | LEE JENOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang