Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

25. First Night Before Marriage

346 14 2
                                        

Semua hal berjalan diluar ekspektasi Ruby. Dia yang beranggapan akan di caci maki lalu di usir ternyata semua anggapannya salah. Dia di sambut dengan baik oleh keluarga Jeno, sama seperti bertahun-tahun lalu ketika mama Jeno bersedia mengambilnya dari panti asuhan.

Ruby tau keluarga Jeno itu baik, bahkan selama dirawat bersama keluarga Jeno, Ruby selalu di anggap sebagai anak dari keluarga ini.

Hanya saja setelah tuduhan sebagai dalang di balik rusaknya rumah tangga Jeno dan Caroline, Ruby tidak akan terkejut jika tidak di perlakukan selembut dulu.

Ya, setidaknya itu yang dia pikirkan di awal. Nyatanya keluarga ini sama sekali tidak berubah. Dan Ruby merasa sangat bersyukur.

Hmm.. tapi.. kebaikan mama Jeno sedikit diluar nalar untuknya. Hyori sudah membahas tentang pernikahan setelah makan malam dan sekarang Ruby dan Jeno mendapat malam pengantin sebelum menikah.

Ruby jadi merasa agak riskan. Gadis itu tidak berekspektasi akan tidur bersama Jeno malam ini. Dia pikir dia akan tidur bersama Rui di ruang tamu tapi ternyata Hyori telah menginvasi bocah itu dan membujuknya agar mau tidur terpisah dari Ruby.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya bagi Ruby untuk melewatkan malam bersama Jeno. Tapi ini adalah pertama kalinya setelah sekian tahun mereka tidak bertemu. Perasaan canggung dan malu mendominasinya terutama...

'kenapa juga aku harus pakai bra dan celana dalam lusuhku hari ini.'

Ruby menggigit bibir bawahnya, lalu menutup separuh wajahnya dengan tangan. Dia benar-benar tidak tau harus menaruh wajahnya dimana kalau Jeno sampai melihat bra lusuh yang sudah melar miliknya.

"Rui sudah tidur." Jeno masuk ke kamar dengan sebuah jaket yang dia lempar ke keranjang pakaian kotor.

Lelaki itu telah berganti pakaian dengan baju rumahan yang nyaman. Dia duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Ruby yang duduk diam di depan meja rias.

"Kamu ngapain?"

Ruby merasakan tulang punggungnya mendadak kaku. Gadis itu meraih sebotol lotion yang ada di atas meja lalu berpura-pura membukanya.

"Eh.. mm.. pakai lotion."

Jeno mengangguk-angguk. Lelaki itu duduk santai di tepi ranjang untuk menunggu Ruby sementara Ruby berlaku sebaliknya.

Gadis itu sengaja memperlambat gerakannya. Dia mengoleskan lotion di tangannya, mengusapnya berkali-kali dalam gerakan perlahan. Wanita itu kemudian meraih salah satu moisturizer miliknya dan mengoleskannya di wajah meskipun sebelumnya Ruby telah melakukan itu.

Ruby harap Jeno akan jenuh menunggunya lalu pergi tidur lebih dulu. Tapi sepertinya Jeno adalah orang yang cukup sabar. Lelaki itu bahkan masih setia memperhatikan gerak-gerik Ruby.

"Ngapain sih?? Lama banget

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ngapain sih?? Lama banget." Kata Jeno tidak sabaran.

Lelaki itu menyugar rambutnya kebelakang lalu berjalan menghampiri Ruby.

SECOND CHANCE | LEE JENOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang