Liburan

389 29 8
                                        

MinA tiba di Amerika tepat pukul delapan malam. Ia tidak berpikir panjang untuk pergi menemui keluarganya. Sejak keluar dari kantor pengacara Kim kemarin, pikiran MinA kacau dan dia langsung memesan tiket ke Amerika tanpa sepengetahuan suaminya. Ia masih bisa melihat wajah bingung Seungmin saat ia membawa koper keluar rumah. MinA bukan mau kabur dari rumah, ia hanya butuh waktu untuk menghindar dari semua masalah ini. Baru setahun menikah, MinA sudah digugat cerai berkali-kali oleh orang yang dicintainya. MinA tak berbohong saat ia mengatakan bahwa perasaannya pada Seungmin masih sama seperti dulu, hanya saja akhir-akhir ini Seungmin sangat menjengkelkan.
"Sister, you are here!" seorang gadis muda dengan rambut lurus menghampiri MinA sambil melambai. Wajah mereka sangat mirip dan sama-sama memiliki paras cantik.
"Innie, ada apa dengan penampilanmu?" MinA menatap adik kesayangannya dengan mata lebar.
"Hehe ini sedang trend saat ini" Innie alias In Ah memutar tubuhnya dalam balutan rok hitam mini dan bergaya ala rockstar. Lipstik hitamnya sangat menarik perhatian.
"Kau masih kecil kenapa berpakaian seperti itu?!!" MinA memukul lengan adiknya berkali-kali membuat Innie meringis.
"Aw sudahlah eonnie, ayo pulang, eomma sudah menunggumu sejak tadi" Innie meraih koper kakaknya lalu menariknya menuju mobil.
"Kau bisa menyetir sekarang?" MinA tampak ragu saat Innie masuk ke bagian pengemudi.
"Tentu saja!" wajah Innie sedikit cemberut.
Mereka melaju menuju kediaman keluarga Lee.

Saat tiba dirumah, nyonya Lee segera merangkul putri sulungnya yang sudah lama tak ditemuinya.
"Min A-ah, apa kau baik-baik saja? Kau tampak sedikit pucat" nyonya Lee menatap putrinya dengan sayang.
"Nee eomma, aku hanya sedikit mabuk udara saja tadi" MinA tersenyum menenangkan. Tuan Lee keluar dari ruang kerjanya dan merangkul putri kesayangannya yang sangat mirip dengannya.
"Appa... Apa appa sehat?" MinA merangkul ayahnya dengan senang.
"Tentu saja dan appa harap kau juga begitu. Kenapa kau tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan dulu?" tuan Lee mengusap kepala putrinya.
"Ah sekarang eonnie ada disini. I felt left alone" Innie menjatuhkan tubuhnya di sofa sambil mendengus.
"In Ah-ah, eomma sudah bilang untuk berpakaian yang baik" nyonya Lee memarahi putri bungsunya.
"Yes mama" Innie tak menghiraukannya, kemudian dia melanjutkan "Jangan panggil aku In Ah, cukup Innie saja okay"
"Anak itu" ibunya menggeleng lelah.
"Ayo kita mengobrol sambil makan malam. Ibu sudah memasak makanan kesukaanmu" Nyonya Lee menarik MinA ke ruang makan. Mereka berempat duduk sambil mengobrol tentang waktu yang tak mereka habiskan bersama.
"Oh iya bagaimana kabar Seungmin? Kenapa dia tidak ikut sekalian?" tuan Lee menoleh Mina yang sedang makan dengan lahap.
"Umm dia sibuk dan aku tak ingin mengajaknya" jawab MinA dengan mulut penuh makanan. Tuan Lee tertawa mendengar jawaban MinA, anak itu sama sekali tidak berubah meski sudah menikah. Tuan Lee sangat lega karena MinA menikah dengan Seungmin karena tuan Lee yakin, Seungmin bisa menjaga putrinya dengan baik melihat sifat egois putrinya yang tinggi.
"Aku ingin pergi ke Korea nanti. Aku ingin bertemu keluarga Seungmin oppa" Inni menyela.
"Kenapa kau ingin sekali ketemu mereka sih?" MinA mengunyah banyak makanan. Dia tidak tau kenapa nafsu makannya sangat besar hari ini.
"Aku suka dengan Haelmoni dan Haraboeji. Mereka sangat menyayangiku" Inni menyendok salad ke mulutnya.
"Mungkin sesekali kita harus mengunjungi keluarga Kim" nyonya Lee berkomentar.

Setelah selesai makan malam dan melepaskan rindu dengan keluarga, MinA duduk di sofa sambil menonton TV dengan adiknya. Ayahnya sudah kembali ke ruang kerja sementara ibunya sedang mencuci piring. Ayah MinA yang merupakan seorang ilmuwan sementara ibunya seorang desainer, membuat kedua orang tuanya sangat sibuk dan jarang waktu luang dan jarang mengunjunginya di korea.
"Kau pasti sedang bertengkar dengan kakak ipar, dan kau kabur kesini" Inni berbisik. MinA menoleh dengan malas "Aku tidak peduli apa katamu. Hari ini aku hanya ingin bersantai" MinA membenamkan tubuhnya ke dalam sofa dan kembali menonton.
"Kenapa acara disini tidak ada yang menarik?" MinA mengeluh. Ia melempar bantal sofa pada Innie yang dibalas tatapan kesal adiknya. Meskipun Innie kesal, ia paham bahwa ia tidak akan bisa melawan kakaknya. MinA berjalan menuju kamar yang disediakan untuknya.
"Eomma, aku mau tidur duluan. Badanku terasa lelah" MinA berteriak pada ibunya lalu masuk ke dalam kamar. Ia duduk diatas kasur lalu meraih ponselnya yang masih mati. Ia tidak mau mengaktifkannya dulu. MinA memutuskan untuk rebahan diatas kasur, namun dadanya terasa sesak dan dia bangun lagi. Perutnya seperti di campur aduk dan ia merasa mual.
"Ini pasti efek mabuk udara tadi" ia mengelus tengkuknya.
"Atau aku kebanyakan makan ya?" wajah MinA semakin pucat dan ia berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya. MinA merasa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.
"sudahlah, sepertinya aku kelelahan. Aku akan tidur lalu besok pasti lebih baik" MinA naik ke tempat tidur dan mengabaikan perutnya yang masih merasa mual. Ia memejamkan matanya untuk istirahat....

Joahaeso Mian [2Min reverse]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang