Satu hari bersama Channie

431 30 2
                                        

MinA melangkah dengan anggun menuju sebuah ruang kelas di Paud. Ia juga mendengar beberapa ibu-ibu yang berbisik di sampingnya, namun ia tak menghiraukannya.
"selamat siang" sapa ibu guru Im pada MinA.
"siang, saya ingin menjemput keponakan saya, Kim Chan" kata MinA. Ibu guru Im yang sudah sering melihat MinA pun tidak ragu dan langsung memanggil Chan. Chan berjalan dengan lunglai menuju bibinya. Ia sedikit merajuk karena tidak dijemput ayah maupun ibunya. Tadi pagi Yu Jin, kakak iparnya menelpon MinA untuk menjemput Chan di paud karena Yu Jin akan mengantar Changbin ke pameran sekolahnya sementara Ji Sung masih sibuk dengan bisnisnya di luar kota.
"Chan-ah, ayo kita pulang" MinA berjongkok di depan Chan dan menepuk pelan kepalanya. Chan hanya mengangguk lemah. Baru saja mereka keluar dari ruang kelas, MinA mendengar seorang anak laki-laki memekik dan menunjuk kearah Chan "eomma, lihat dia anak yang sok berbahasa inggris. Dia juga aneh dan suka bermain sendiri" ucap anak itu pada ibunya. MinA menoleh kesal pada anak itu dan dia melirik Chan. Chan hanya menunduk sambil memegang boneka kesayangannya. Kelihatannya dia sangat sedih, lalu MinA menatap keponakannya itu
"Apa anak itu sering menganggumu?" tanya MinA kesal dan Chan hanya terdiam. "Kau harus melawan orang-orang seperti itu" lalu MinA mengandeng tangan Chan dan mereka berjalan kearah anak itu. MinA tersenyum pada anak kecil itu.
"Hai anak kecil boleh aku tau namamu?" tanya MinA dengan senyum manis namun mematikannya. Ibu anak itu hanya terdiam saja tidak berani berkata.
"namaku Kang Ji Hyun" jawab anak itu bingung.
"Ji Hyun-ah.. Sebaiknya kau meminta maaf pada Chan. Kata-katamu itu sangat buruk mengingat usiamu. Apa ibumu tak mendidikmu dengan benar" Ia menatap sinis pada ibu Ji Hyun.
"aku tidak salah, lagipula benar jika channie itu aneh" jawab Ji Hyun keras. Hal itu membuat Chan semakin sedih dan dia tak mengucapkan sepatah katapun.
"apa kau tau, kau itu gendut dan mirip gorila?" kata MinA membuat wajah anak itu pucat lalu ia merengek pada ibunya.
"sekarang kau tau kan jika mengucapkan kata-kata seperti itu akan membuat orang lain terluka. Sebaiknya anda juga harus mengajarinya tata krama yang baik nyonya" MinA tersenyum sarkas lalu mengajak Chan pergi.
Saat mereka masuk ke dalam mobil, MinA mengeluarkan kekesalannya
"auuu jinjja!! Anak kecil seperti itu sudah bisa berkata tak baik. Ada apa dengan era ini" MinA mengeluh sambil menyalakan mobilnya. Ia lalu menoleh Chan dan mengelus kepalanya "Lain kali jika dia mengataimu lagi, kau harus melapor pada bibimu ini ya"
"Jageun eomma keren" Chan akhirnya berbicara dan ia tersenyum pada MinA.
"okay, karena aku kesal bagaimana jika kita makan es krim saja. Kau suka es krim?"
Chan tampak senang dan dia mengangguk. Mereka melaju ke sebuah toserba dan makan es krim lalu MinA mengajak Chan ke rumahnya hingga ibunya menjemput.
"apa yang kau bawa sebanyak itu?" Seungmin yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk menatap istrinya yang membawa banyak barang ke rumah.
"Min Ahjussi" Chan langsung memeluk paman kesayangannya. Seungmin memeluk dan menggendong Chan.
"kami mampir ke toko mainan dan aku tak tahan untuk membelikannya mainan-mainan ini"
Seungmin hanya menggeleng melihat kelakuan istrinya.
"Apa kau lapar Chan-Ah?" Seungmin yang sedang menggendong Chan bertanya. Chan mengangguk.
"Channie lapar dan mau makan ayam goreng" jawab Chan dengan suara imutnya.
"Baiklah, bibi akan memasakannya untukmu" jawab MinA senang.
"Kau ajak Chan bermain dulu sana" Ia mendorong tubuh Seungmin menuju ruang keluarga sementara ia mengambil celemek dan mulai memasak dengan senang. MinA tampak menikmati perannya sebagai seorang ibu sementara untuk Chan dan dia merasakan perasaan yang campur aduk....

Joahaeso Mian [2Min reverse]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang