Seungmin membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya. Kepalanya terasa berat sekali. Matahari masuk menyusup dari jendela yang ada dikamarnya. Ah sudah pagi ternyata....
"Jadi baru bangun ya?" suara MinA masuk ke jangkauan pendengarannya dan Seungmin segera terjaga. MinA duduk sambil berkacak pinggang di samping ranjang. Ia menatap suaminya dengan wajah kesal. Seungmin masih mencerna posisinya saat ini. Hal terakhir yang dia ingat hanyalah saat dia sedang duduk di sebuah kedai sambil meneguk soju.
"Minum sampai mabuk. Tak memberi kabar! Untung saja ibu penjualnya kenal denganku! Menyusahkan saja" MinA mengomel sambil membuka tirai jendela kamar.
"Bagaimana aku bisa disini?" tanya Seungmin masih bingung.
"Ibu pemilik kedai menelponku dan bilang bahwa suamiku yang konyol sedang mabuk berat dan tak bisa pulang!" MinA mendelik marah.
Seungmin terdiam sambil mengusap kepalanya yang masih sakit.
"Cepatlah mandi dan makan. Aku sudah menyiapkan sup penghilang pengar" MinA menepuk pundak Seungmin kesal dan pergi keluar. Seungmin belum mencerna semuanya, jadi dia pergi ke kamar mandi dan turun ke lantai satu untuk makan. MinA tengah menyiapkan sarapan saat Seungmin tiba.
"Makanlah ini" ia menyajikan sup hangat di hadapan Seungmin lalu duduk di kursinya kembali. Seungmin menyesap sup itu sambil menoleh pada istrinya.
"kemarin...." Seungmin mulai pembicaraan. MinA meletakan sumpitnya di meja sambil menggebrak meja "Habiskan makananmu!" ucapnya dan Seungmin berhenti dengan kalimatnya.
Setelah makan, mereka duduk di atas sofa di ruang tengah. Seungmin bengong dan menatap kosong ke depan sementara MinA sedang mengelus Soonie. Hening yang menyesakkan. "itu hanya salah paham" ucap MinA akhirnya. Seungmin masih diam.
"aku dan kakak ipar hanya partner bisnis" lanjut MinA.
"apa partner bisnis harus berpegangan tangan dan tampak romantis begitu?" Seungmin masih menatap kosong namun dia nyeletuk.
"Karena kami senang bisa berbisnis. Aku juga butuh pekerjaan!" MinA agak kesal.
"Apa manager Park tidak memberimu pekerjaan?" Seungmin bertanya lagi namun kali ini dia menatap tajam wajah istrinya.
"Kau... "MinA berhenti.
"Apa kau suka dengan Ji Sung hyeong? Jujur saja padaku" suara Seungmin sedingin es.
"Ini bukan urusan suka atau tidak" kata MinA lagi namun kali ini Seungmin juga meninggikan suaranya "jawab saja pertanyaanku!"
MinA sedikit kaget dan menatap tajam suaminya. "Kau berani membentakku sekarang?!" ucap MinA. Wajahnya sangat penuh emosi.
"Memangnya kenapa jika aku suka Ji Sung-ssi?" jawab MinA kesal. Wajah Seungmin tampak merah menahan amarah dan dia berdiri.
"Sebaiknya kita bercerai saja" katanya dengan suara yang dingin lalu pergi ke kamar. "BAIK!! JIKA ITU MAUMU.... KITA BERCERAI!!" MinA berteriak dengan keras. Ia tampak begitu kesal dan melempar beberapa barang pada Seungmin. Seungmin yang juga sedang dilanda emosi tak menghiraukan istrinya yang mengamuk. Ia membanting pintu saat masuk ke kamar dan berbaring. Ia menutup matanya dengan satu tangan dan menahan air mata yang ingin keluar. Dia tidak menyangka wanita yang sangat dicintainya itu bisa mengatakan dengan mudah jika dia suka dengan pria lain. Hati Seungmin sesak. Ia masih bisa mendengar teriakan-teriakan istrinya diluar sana. Mereka sama-sama terluka. Untuk apa melanjutkan sesuatu yang menyakitkan seperti ini. Seungmin sedikit meneteskan air mata dan bergumam dalam hati apakah ini sudah berakhir? Sejujurnya dia tidak mau mengambil keputusan ini. Ia lalu bangun dan menekan nomor pengacara Kim.
"Hyeong, bisa aku mengisi surat permohonan cerai?" Seungmin berbicara saat pengacara Kim menerima panggilannya. Akankah semua ini berakhir begitu saja??
KAMU SEDANG MEMBACA
Joahaeso Mian [2Min reverse]
FanfictionSeungmin tidak menyangka bahwa hubungan pernikahannya dengan Lee Min A kandas hanya beberapa bulan saja. Ia berusaha keras untuk mempertahankan pernikahannya yang sudah hampir berada diujung tanduk itu. Beberapa kali ia harus duduk di meja mediasi...
![Joahaeso Mian [2Min reverse]](https://img.wattpad.com/cover/339826048-64-k339930.jpg)