Seungmin menatap kosong pada kertas naskah yang ada dihadapannya. Ia sedang bingung dan tak tau harus berbuat apa. Sudah beberapa hari istrinya kabur dari rumah.
"Bagaimana? Apa kau mau tanda tangan kontraknya?" Manajer Lee sedang duduk di sofa di sebelah Seungmin.
"Bagaimana dengan peran MinA?" Seungmin bertanya tanpa menoleh.
"Hmm... Aku sudah menghubungi Manajer Park, tapi dia bilang masih belum bisa menghubungi MinA" Manajer Lee memijat pelipisnya.
"Sebenarnya ada apa denganmu dan MinA? Kau bahkan menggugat cerai padanya.. Apa kau mau membuat skandal baru?" Manajer Lee tampak lelah, ia bahkan memijat pundaknya saat ini. Seungmin masih menatap kosong pada naskah itu. Dalam drama yang akan ia bintangi, ia akan berperan sebagai Pemeran Utama pria sementara MinA akan berperan sebagai selingkuhannya dalam drama. Seungmin awalnya ragu untuk memulai debut di dunia akting, tapi ia juga ingin istrinya bisa bekerja lagi.
"Seungmin-ah... Aku benar-benar tak mengerti jalan pikiranmu" Manajer Lee berjalan pergi dan berkata "pikirkan baik-baik tentang masa depanmu" sebelum ia pergi. Kini Seungmin sedang duduk sendirian di ruang tamu rumahnya. Ia melihat Soonie mendengkur di sebelahnya. Ia segera mengelus kucing kesayangan MinA dan tersenyum sedih.
"Aku harus menelponnya atau harus aku biarkan dia sendiri dulu?" Seungmin sedang bergumul dengan dirinya di dalam otak dan suara-suara itu sangat menganggunya. Bahkan ia susah tidur karena suara-suara berisik di dalam otaknya itu. Semenjak MinA kabur, Seungmin tidak ingin melakukan apapun, bahkan dia membolos untuk latihan perekaman album barunya. Wajah Seungmin pun tampak lusuh dan sepertinya ia kurang tidur. Saat ia tengah sibuk dalam pikirannya, bel pintu rumahnya berbunyi. Ia dengan malas berjalan ke arah interkom dan melihat kakak iparnya Yu Jin datang.
"Ah Seungmin-ah, kau baik-baik saja?" Yu Jin membuka sepatu dan masuk ke dalam sambil membawa sebuah bungusan besar.
"Noonim, ada apa kau kemari?" Seungmin mengikuti dari belakang.
"Aku tadi pergi ke rumah eommoni dan beliau sangat khawatir karena kau tampak lesu saat terakhir ibumu menelpon, jadi dia menyuruhku membawakanmu ini" Yu Jin membuka bungkusan itu dan mengeluarkan banyak makanan rumahan yang dibuat nenek Jung In.
"Kau tampak buruk, apa kau baik-baik saja?" Yu Jin menatap adik iparnya itu dengan khawatir.
Seungmin tak menjawab namun dia mengangguk lemah.
"ah kau tak tampak baik-baik saja" Yu Jin menatap Seungmin sungguh-sungguh.
"Duduklah, aku akan menghangatkan makanan untukmu" Yu Jin segera pergi ke dapur dan menghangatkan makanan yang dia bawa dari rumah ibu mertuanya dan menyiapkannya di meja makan.
"mokkgo...." Yu Jin menyuruh Seungmin memakannya. Seungmin memgambil sumpit dan mencicipi sedikit. Yu Jin tersenyum melihat adik iparnya.
"Makanlah yang banyak" Yu Jin mengelus kepala Seungmin membuat Seungmin merona.
"Kau tidak bertanya ada apa?" Seungmin menatap ragu pada Yu Jin.
"Araa... " Yu Jin tersenyum pahit membuat Seungmin menghentikan makannya.
"Aku tahu tentang masalahmu. Ji Sung memberi tahuku" suara Yu Jin sedikit bergetar.
"Noonim.." Seungmin merasa kasihan pada Yu Jin, namun Yu Jin berusaha tegar.
"Sejak menikah, Ji Sung memang masih suka menggoda wanita lain. Tapi aku tidak menyangka...." Yu Jin berusaha menahan tangisnya. Seungmin ingin berusaha menenangkan kakak iparnya itu.
"Andai saja kau yang jadi suamiku" Yu Jin tersenyum namun matanya tampak terluka. Seungmin terdiam, dalam otaknya pun sempat terbersit bagaimana jika Yu Jin yang menjadi istrinya. Apakah dia akan bahagia? Tapi Seungmin sangat mencintai MinA yang juga adalah cinta pertamanya, tapi Yu Jin terlalu baik untuk disakiti oleh kakaknya yang tidak tau diri itu. Seungmin meletakan sumpit yang dipegangnya dan menghampiri Yu Jin. Dia tak sadar merentangkan tangan untuk memeluk Yu Jin saat ponselnya yang ada di ruang tamu berbunyi. Seungmin tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya dan berlari untuk mengambil ponselnya.
"Yeoboseo"
"Halo Seungmin oppa, ini aku In Ah" suara seorang gadis remaja terdengar di seberang sana. Belum sempat Seungmin menjawab, Innie sudah nyeroscos.
"Bisakah kau datang kemari.. Itu pun jika kau tak sibuk" ucap Innie lagi.
"Yaaa! Innie-ah matikan panggilan itu" Seungmin bisa mendengar suara istrinya di belakang adik iparnya itu. Seungmin tersenyum kecil. Ia sangat lega karena MinA baik-baik saja dan dia juga merindukan suara berisik istrinya itu.
"Ada apa In Ah-ah?" Seungmin menjawab lembut.
"Kau tau, istrimu ini atau bisa kubilang eonnie ku ini... Dia sedang ham.....mmpphhh" suara Innie terputus.
"Hei jangan katakan apapun. Dasar kau!" Suara MinA terdengar lagi. Sepertinya di seberang sedang terjadi pergumulan antara dua saudari itu.
"pokoknya kau harus kesini oppa..." teriak Innie sebelum bunyi tuuut menandakan telepon terputus. Seungmin mengeryitkan alisnya dan menatap layar ponselnya. Kenapa adik iparnya menyuruhnya untuk kesana? Apa sebenarnya yang terjadi dengan MinA? Ia tidak bisa mendengar dengan jelas karena suara MinA yang keras mengalihkan pikirannya. Apa ia harus pergi ke Amerika untuk menemui istrinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Joahaeso Mian [2Min reverse]
FanfictionSeungmin tidak menyangka bahwa hubungan pernikahannya dengan Lee Min A kandas hanya beberapa bulan saja. Ia berusaha keras untuk mempertahankan pernikahannya yang sudah hampir berada diujung tanduk itu. Beberapa kali ia harus duduk di meja mediasi...
![Joahaeso Mian [2Min reverse]](https://img.wattpad.com/cover/339826048-64-k339930.jpg)