#KANGENDISI:((((((
Yang kangen DISI mana suaranya?????!!!!!
Okeyy aku mau ngasitau kalo diantara kalian ada yang di Bogor, aku lagi di Bogor nihh.. Okeyy kita lanjut ceritanya yaaa..
~~~~~All For You~~~~~
Prilly POV
From : +628968865xxxx
To : Prilly
Kamu jauhin Ali! Kalau tidak, nyawamu tidak akan terselamatkan!
DEGGG!!!!
Aku menutup mulutku terkejut. Ada apa ini?! Apa yang harus kulakukan?! Siapa yang mengirim pesan ini?!
Masih banyak pertanyaan pertanyaan lain yang terngiang di otakku dan membuat aku susah bernafas. Sekujur tubuhku merasakan sakit yang luar biasa. Dadaku terasa sangat sakit, Kepalaku ingin sekali pecah rasanya, Dunia ini terasa seperti berputar putar di depan mataku. Aku tak tau apa yang terjadi.
Tanganku bergetar begitu hebat yang mengakibatkan handphone yang sedari tadi kupegang terlepas dari tanganku. Tiba tiba darah segar menetes kebawah yang menandakan aku mimisan. Sehingga aku yang tak kuat lagi terjatuh tersungkur ke lantai dari sofa yang kududuki tadi. Aku pingsan dan tak tau lagi apa yang terjadi selanjutnya kepadaku.
Ali POV
Aku bangun dari tempat tidur Prilly. Ya! Aku baru ingat lagi bahwa ini di rumah kekasihku. Aku sudah membaik karena kemarin Prilly merawatku. Aku berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan wajahku. Tapi tunggu! Prilly dimana?!
"Prilly?!" Aku berteriak memanggil namanya. Astaga!! Prilly ternyata ada di lantai!
"Prilly!!! Kamu kenapa sayang?! Muka kamu pucet banget!!! Yaampun hidung kamu berdarah! Please jangan kayak gini lagi!" Aku memukul pipinya pelan. Aku sangat panik. Aku gamau dia kenapa napa. Aku mengangkat kepalanya dan memangkunya. Tiba tiba aku melihat handphone yang ada di sampingnya. Ternyata itu handphone Prilly! Aku tak peduli tentang handphone itu. Yang aku pentingkan sekarang adalah Prilly.
Aku bergegas menggendong Prilly untuk menuju Rumah Sakit.
Di Rumah Sakit
"Suster tolong ini dia pingsan!!" Kataku yang sangat panik
"Iya pak. Taruh saja di tempat tidur ini. Saya panggil dokter dulu ya pak" jawab suster itu
"Cepetan sus!!!"
Suster itu mengangguk dan pergi tapi tiba tiba ada satu dokter muda yang sangat cantik.
"Suster! Jangan panggil dokter itu! Saya saja yang menanganinya! Sekarang bawa ke ruangan untuk saya periksa!" Kata dokter tersebut.
Aku tidak tau apa apa tentang semua ini. Yang penting sekarang adalah keadaan Prilly.
Prilly langsung dibawa ke ruangan periksa dan aku tidak diperbolehkan masuk. Aku menunggu di luar dengan keadaan yang sangat khawatir. Mondar mandir tidak jelas katena sedari tadi aku memikirkan bagaimana Prilly. Ada apa sebenarnya dengan Prilly?! Kenapa dia seperti ini?!
1 jam berlalu
"Pak silahkan masuk. Dokter ingin berbicara dengan anda" kata suster tiba tiba yang mengagetkanku
"Baik sus"
Aku memasuki ruangan itu dengan jantung berdegup kencang. Takut terjadi apa apa dengan Prilly.
"Silahkan duduk pak. Kenalkan nama saya Dr. Lydia. Kalau boleh saya tau Anda siapanya Prilly ya??"
"Nama saya Ali. Saya pacarnya Prilly, dok. Bagaimana keadaan Prilly dok? Apa ia baik baik saja??"
"Dia tidak apa apa. Tapi saya minta tolong jaga Prilly. Ia tidak boleh terlalu stress. Kalau dia stress dan memikirkan suatu hal yang menganggu pikirannya, dia akan seperti ini. Jadi, tolong buatlah dia bahagia. Jangan samapi dia melamun dan memikirkan sesuatu dan akan berakibatkan seperti ini lagi" jelas dokter
"Oh baiklah dok. Tanpa anda menyuruh, saya akan membuatnya bahagia terlebih dahulu. Tapi saya harus tau, apa yang sebenarnya terjadi kepada Prilly. Dan kenapa anda mengenal Prilly??"
"Kamu tak harus tau apa yang sebenarnya terjadi. Saya mengenal Prilly. Dia adalah orang yang kuat. Orang yang selalu tersenyum. Orang yang tak pernah menyerah dan tak ada kata mengeluh keluar dari bibirnya. Dia sangat berharga. Jadi kalau anda bertanya dia terkena penyakit apa, anda seharusnya tau dari setiap senyum yang terukir di bibirnya. Anda boleh membawanya pulang hari ini. Bilang kepadanya selalu minum obat yang saya berikan. Saya ada janji harus buru buru. Permisi."
"Terimakasih dok"
Aku tetap diam di tempatku. Apa yang dikatakan dokter itu? Setiap senyum? Penyakit apa? Senyumnya selalu mengatakan kepadaku bahwa ia baik baik saja. Tak ada beban yang menimpanya. Mungkin itu jawabannya. Prilly tak mungkin kenapa napa. Ia hanya stress. Itu saja.
Aku berjalan ke arah ruangannya. Ternyata ia sudah bangun.
Aku mengelus ranbutnya lembut dan mencium keningnya.
"Sayang.."
"Honey.."
"Kamu kok melamun sih? Kalo tadi aku gak manggil pasti kamu masih melamun.."
"Hehehe maaf ya sayang"
Senyum itu. Tak pernah ada rasa pahit di dalamnya.
"Kamu kenapa melamun sih??"
"Tadi kata Dr. Lydia apa sayang??"
"Kata dokter, kamu gak boleh stress. Nanti kamu akan kayak gini lagi"
"Iya sayang"
"Emang kamu mikirin apa sih? Kok jadi kayak gini??"
"Aku gpp kok sayang. Aku cuman kangen mama.."
"Ohh yaudah. Kita pulang yaa..."
"Iya honey"
~~~~~All For You~~~~~
ini baru part pertama ya!! Part keduanya aku tulis segera! Ada yang pada liburan gak?? Pada liburan kemana nihh??? Happy holiday ya guysss!!
#PelukciumdariPenulis:*
KAMU SEDANG MEMBACA
All For You (COMPLETED)
Storie d'amoreSama seperti judulnya "All For You". Artinya "Semua untuk Kamu". Pasti kita akan mengorbankan semuanya dan segalanya hanya untuk orang yang kita cintai, bukan?? Semuanya dimulai dari Seseorang yang mengorbankan dirinya untuk Prilly sampai akhirnya...
