Chap 22

239 24 0
                                        

Semua karakter milik Om Masashi Kishimoto
Thor cuma pinjam tanpa izin
Ide cerita dari manga tapi jauh berbeda
Genre : hurt, romance, friendship
Pair : naruhina, narusasu, narufemsasu
Sifat karakter berbeda dengan versi anime
Terkadang ooc
Cerita gaje dan typo bertebaran


Happy reading

Chap 22





Jika fisik yang sakit maka hati yang tenang bisa membuat fisik kembali sehat. Namun jika hati yang sakit maka fisik pun akan ikut sakit. Itu yang sedang Sasuke rasakan saat ini.

Harusnya ia tidak peduli pada kedekatan Naruto dengan calon tunangannya. Tapi Sasuke merasa hatinya sangat sakit atas kedekatan teman masa kecilnya dengan sang kekasih. Apalagi seluruh kelas terus membicarakan mereka berdua.

Mungkin hanya membicarakan tidak terlalu membuat Sasuke sakit hati. Tapi Naruto yang selalu bersama Hinata membuat mata Sasuke perih dan jenuh. Bahkan Sakura kembali ke kubu Hinata.

Sasuke tak memedulikan gadis berambut merah muda itu. Kini ia hanya harus fokus pada sekolah dan kerja paruh waktunya meski terkadang ada hambatan.

Sekarang Sasuke sudah tidak berminat menjadi pacar kedua lagi setelah Naruto berpacaran dengan Hinata. Hasratnya kepada Naruto sangat besar lebih dari ke laki-laki sebelumnya yang ia pacari. Tapi ia akan menutup hatinya rapat-rapat untuk laki-laki manapun. Sudah cukup baginya dihianati oleh dua laki-laki paling berarti di kehidupannya. Ayahnya dan Naruto.

***

Sudah dua hari Naruto tidak bertemu dengan Sasuke. Bukannya Sasuke menghindar tapi Sasuke memang tidak masuk sekolah selama dua hari.

Tenten sangat sibuk dengan kegiatan klubnya karena ia harus mengikuti turnamen. Sedangkan Sakura, ia mendadak berubah kembali menjadi cuek dan dingin terhadap Sasuke.

Naruto heran, dua teman dekat Sasuke tak ada yang tahu kabar tentang dirinya yang tak masuk ke sekolah.

'Aku juga sama. Beberapa hari ini selalu aja sibuk. Pulang sekolah harus sama cewek itu terus. Untung dia nggak bawel pas di mobil. Dia sibuk sama hapenya. Cuma pas ada ayah dia jadi agresif,' batin Naruto.

'Nggak. Aku nggak peduli sama Hinata. Sekarang aku harus temui Sasuke di rumahnya meski harus melewati Paman Iruka!' batin Naruto.

Beruntung Naruto tidak pulang bersama Hinata dengan alasan Hinata harus pergi ke tempat lain. Jadi Naruto bisa pulang sendiri dengan naik bus. Mobil yang dibawa Iruka juga sedang mogok. Jadi Naruto memiliki kesempatan untuk menemui Sasuke di kediamannya.

Sebelum pergi ke apartemen Sasuke tinggal, Naruto membeli minuman dan cemilan.

"Akhirnya sampai juga," gumam Naruto setelah tiba di depan apartemen Sasuke yang bobrok(sangat sederhana karena harga sewanya murah).

Ting nong ting nong. Naruto menekan bel selama dua kali, namun tak ada jawaban.

"Apa Sasuke pulang kampung?" pikir Naruto.

Krek. Naruto iseng membuka pintu kamar apartemen Sasuke.

"Terbuka? Kenapa dia tidak mengunci pintu ka-"

Mata Naruto melotot ketika kakinya melangkah yang hampir tersandung sesuatu.

Sasuke tergeletak di lantai yang menyebabkan Naruto tersandung.

"Sa-Sasuke?!"

Naruto pun berjongkok dan memeriksa keadaan Sasuke.

"Di-dia demam dan pingsan?"

Pacar Kedua (end) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang