Yuhuuuu
Update meskipun aku udah sedikit lupa dengan cerita bookku sendiri huhuhu 😭😭
Habis ini marathon dulu baca ulang lagi, mohon maaf yang nunggu lama book ini, kayaknya sih udah gak ada, pada lari semua kayaknya
Happy Reading 🥰🥰
Sinar matahari yang mengintip dari balik gorden mengenai tepat di wajah Chenle, tangannya meraba raba meja kecil di sebelahnya dan mendapatkan ponsel, matanya yang belum sepenuhnya terbuka melihat layar.
"Tengah sepuluh pagi" gumamnya.
Ponsel kembali ia letakkan di atas meja kecil, ia beralih ke sebelah menatap Ningning yang masih tertidur pulas.
"Kelas pagi terlewat kali ini, maaf ya aku terlalu bersemangat tadi malam" satu kecupan mendarat di kening Ningning.
Pergerakan Chenle membuat Ningning terganggu hingga membuka matanya, paginya di sambut oleh Chenle yang tersenyum sumringan.
"Morning sayang" sambutnya sambil mengecup pipi Ningning.
"Morning" lengannya refleks mengunci leher Chenle.
"Kita bolos hari ini"
"Emm... aku lelah"
"Sakit gak?"
"Apanya?"
"Itu" tunjuknya dari atas selimut.
"Sedikit, tapi aku gak papa" jawabnya tersenyum.
Mendengar itu Chenle kembali mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibir Ningning berkali kali membuat gadis itu tertawa.
"Kamu nakal"
"Biarin"
Lagi lagi Chenle terus terusan menciumnya hingga terdengar bunyi bell pintu.
"Aiiisss.... pengganggu" dumel Chenle yang membuat Ningning terkekeh.
Ningning mendorong pelan lelaki di atasnya agar ia bisa bangkit dari kasur.
"Ck!" decaknya kesal "harusnya kita bisa satu ronde pagi ini"
"Aku lelah ya Chenle" balasnya sambil mengikat rambutnya yang berantakan.
Chenle bangkit dari tidurnya karna ingin mengecup pundak telanjang gadis itu.
"Udah ya stop! jangan mesum!"
Gadis itu turun dengan pelan dari ranjang, sesekali ia meringis merasakan sakit di bagian bawahnya, kakinya berjalan menuju kamar mandi, bunyi bell terdengar lagi yang membuat Chenle kesal dan kembali merebahkan badannya di atas ranjang.
Ningning keluar dengan pakaian rumahannya dari kamar mandi, ia hanya tersenyum melihat Chenle yang kesal memeluk guling, ia tinggalkan lelaki itu melihat siapa yang datang dari layar kecil di sebelah pintu, matanya melotot melihat Winter melambai lambai padanya sambil menunjukkan papper bag di tangannya.
Panik, ia langsung berlari ke kamar memberitau Chenle akan kedatangan sahabatnya.
"Kamu turun sekarang" ia menampar punggung lelaki itu berkali kali.
"Apa sih" jawabnya karna terganggu.
"Cepat Chenle!!" gertaknya.
"Ya kamu kenapa?" tanyanya bingung.
"Ngumpet sekarang, ada Winter di luar"
"Hah!!"
Chenle melompat dari ranjang dengan selimut yang masih menutupi badannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine (Obsesi)
Fiksi PenggemarKetika seseorang mengikuti dari terbit fajar hingga fajar keesokan harinya terbit lagi.
