14. Rencana Hati

8.2K 474 13
                                        


Selamat datang dan selamat membaca cerita 'Sepenuh Hati'

Sebelum baca jangan lupa pencet bintangnya dulu ya, terimakasih

***

Gadis anggun berkacamata bening dengan Hijab Pasmina creamnya, sedang berjalan masuk ke dalam rumah.

"Lo kenapa masih di sini?" Tanya Salsa saat melihat Rony masih menunggunya.

"Hehe... Gua nungguin Lo," cengir pria itu.

Salsa menghela nafas panjang. Sepenting itukah yang mau di bicarakan oleh Rony, sehingga masih menunggunya selama ini, batin Salsa.

"Emangnya Lo ada perlu apa?" Salsa berusaha melembutkan suaranya. Sebenarnya ia sudah sangat lelah.

"Seperti yang gua bilang tadi. Ada hal penting yang mau gua omongin," jelas Rony dengan serius.

"Baiklah ngomong aja sekarang."

"Tapi gua rasa tempatnya bukan disini. Ini penting." Ujar Rony membuat Salsa menaikan sebelah alisnya.

Ingin rasanya Salsa menolak, tetapi tidak tega juga. Apalagi sudah hampir seharian lebih, Rony menunggunya.

"Hmm..iya deh, Lu mau ngomong di mana?" Kata Salsa setuju.

"Papa dan Mama gua ngajak Lu makan malam hari ini, Lu mau?" Balas Rony.

"Boleh, tapi gua gabisa lama ya!"

"Iya bentar aja kok," tutur Rony sembari berjalan menghampiri Salsa.

"Yuk sekarang aja!" Ajak Rony sambil memegang lengan kiri Salsa dengan lembut.

Salsa tersenyum. Entah kenapa? Hatinya kini mulai merasakan hal aneh. Apakah ini tanda bahwa ia akan membuka hatinya untuk Rony.

Tidak lama berjalan, mereka sudah sampai di rumah Rony. Karena memang jarak rumah mereka sangatlah dekat.

Di sana sudah ada seorang pria dan Wanita yang sedang menunggunya, di meja makan.

"Akhirnya kalian dateng juga," ucap Wanita itu. Dia adalah Mama dari Rony. "Mama sama Papa udah laper banget nih," lanjutnya.

"Hehe...Maaf ya tan. Aku tadi ada acara bentar," sahut Salsa. Salsa memang sudah sangat dekat dengan orang tua Rony. Di tambah lagi, Papa mereka sahabatan.

"Iya gapapa Salsa, ayo duduk! Kita makan Sama-sama."

"Iya Om, tan."

Rony menarik satu kursi mundur sedikit. Ia mempersilahkan Salsa untuk duduk.

"Ayo makan Salsa, makan yang banyak," ujar Mama Rony.

"Hehe iya, Tan," kekeh Salsa kemudian mulai makan bersama.

"Kalian berdua ini cocok banget ya," ucap Papa Rony serius setelah mereka makan.

"Haha om bisa aja," sahut Salsa tertawa kecil.

Rony tersenyum. Tentu saja dia sangat berharap Salsa menerimanya. Ia melirik Salsa yang duduk disampingnya. Mata yang lentik penuh dengan keindahan.

"Kalau begitu, Salsa pamit dulu ya Om, tan," pamit Salsa sembari bangkit dari kursi.

"Kok cepet banget?"

"Salsa udah ngantuk Tan."

"Yasudah kalau begitu, hati-hati ya!"

"Hehe iya om, kan deket juga," cengir Salsa.

Rony mengantar Salsa sampai kedepan pintu rumah.

"Katanya ada hal penting yang mau Lo omongin?"

Sepenuh Hati [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang