Selamat datang dan Selamat membaca cerita 'Sepenuh Hati'
Sebelumnya jangan Lupa pencet bintangnya dulu ya.
***
Suasana kini di dalam mobil Salsa hening, tak ada pembicaraan diantara mereka. Mereka berdua masih tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Dimas yang sedari tadi menahan emosinya masih fokus menjalankan mobil Salsa dengan kecepatan penuh, seakan-akan ia meluapkan emosinya. Salsa juga hanya diam melihat ke luar kaca mobil, ia terus merapatkan doa agar dirinya dan Dimas tidak terjadi sesuatu akibat kecepatan mobil yang
Sangat tinggi.
Akhirnya setelah 25 menit menempuh perjalanan, sampailah mereka di sebuah danau. Mereka tetap didalam mobil dan masih diam tak ada yang memulai pembicaraan. Salsa yang duduk disamping Dimas juga masih memikirkan kata-kata yang pas untuk memulai pembicaraannya. Sebenarnya Salsa juga tahu ini tidak semua kesalahan Dimas. Ia tahu Dimas sangat marah karena kejadian pagi ini, ditambah sejak kemarin ia mengacuhkan telepon dan Chat dari Dimas, pasti itu yang membuat Amarah Dimas memanas. Salsa menarik matanya untuk melihat keadaan Dimas, wajahnya masih menegaskan amarah mendalam. Ia menarik napasnya untuk menetralkan jantungnya yang semakin berdetak tak karuan, ia akan memberanikan diri untuk memulai pembicaraannya.
"Maaf."Apakah kata itu yang diucapkan oleh Salsa, bukan, Dimas yang berucap seperti itu. Dimas memecahkan keheningan di dalam mobil. Salsa masih Fokus ke depan, tak sedikitpun ia menoleh pada Dimas. Ia ingin menenangkan pikirannya yang sangat kacau pagi ini. Dimas menghela nafasnya lelah karena Salsa tak merespon ucapannya.
"Sall..."panggilnya lagi dan berhasil. Salsa menoleh dan menatap Dimas tanpa ekspresi."Maaf."ucap Dimas lagi. Salsa masih membungkam mulutnya tak menjawab. Ia menatap intens manik mata Dimas, ia menghembuskan nafasnya kasar.
"Untuk?"tanya balik Salsa dengan sifat dinginnya tanpa ekspresi.
"Semuanya."jawab Dimas lalu menundukkan kepalanya, ia ingin menghindari tatapan tajam Salsa yang sangat mematikan itu.
"Hmmm, aku maafkan."Dimas mengangkat kepalanya dan membelalakkan matanya kaget akan respon Salsa. Tak biasanya Dimas dengan mudah memaafkan kesalahannya. Biasanya ia akan dimarah-marahi dulu sama Salsa, dan sekarang dengan mudah Salsa memaafkannya, sungguh keberuntungan bagi Dimas.
"Kamu nggak marah sama aku?"tanya Dimas memastikan apakah Salsa tak marah lagi padanya. Salsa menggeleng pelan lalu tersenyum tipis, "Nggak." Dimas bisa melihat mata Salsa tak ada lagi kemarahan di sana, tapi entah kenapa Dimas bisa melihat kekecewaan di mata Salsa. Apakah Salsa kecewa padanya? Tanya Dimas dalam hati.
Setelah Dimas menanyakan itu, Dimas turun dari mobil dan membuka Pintu bagian Salsa. Dimas menggandeng Salsa untuk berjalan bersama.
"Sekarang kita nikmati udara segar pagi ini." Seru Dimas menggandeng tangan Salsa. Salsa masih berkutat dengan pemikirannya tentang Dimas, ini sangat aneh untuknya. Sikap Salsa sangat berbeda dari sebelumnya ketika ia membuat Salsa kecewa padanya. Hati Dimas masih diliputi rasa kegelisahan karena Salsa. Ia bingung, sungguh bingung karena sikap Salsa yang berbeda pagi ini.
Dimas mengenyahkan pikiran-pikiran tentang sikap Salsa pagi ini, ia berpikir bahwa ini adalah suatu keberuntungan karena Salsa tak memarahinya. Dimas yang suka suasana segar di Danau ini tersenyum senang. Lantas, mereka berdua menuju pinggir danau dan menikmati udara segar pagi ini dengan canda tawa, seakan-akan mereka melupakan kejadian pagi tadi.
Di Danau ini hanya mereka berdua, tak ada satupun orang. Salsa sangat tahu kalau danau ini sebenarnya tempat wisata, tapi kenapa hari ini tak ada satupun orang, itulah pertanyaan Salsa dalam hatinya. Walau ini bukan hari libur, biasanya danau ini akan tetap ada pengunjungnya, karena danau ini memang menyajikan pemandangan yang sangat indah. Air di danau juga sangat jernih, apalagi banyak sampan-sampan kecil yang berwarna warni berjejer rapi mengambang disekitar danau untuk mengelilingi danau ini. Di pinggir danau juga banyak tersedia kursi panjang warna putih untuk melihat pemandangan di sekitar danau. Pohon-pohon yang ditanam menambah keasrian danau ini, apalagi banyak bunga-bunga yang sengaja ditanam menambah keindahan di danau ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sepenuh Hati [ END ]
FanfictionCerita ini menceritakan tentang seorang perempuan yang diselingkuhi. Perempuan ini merasa tidak ada Laki-Laki diDunia ini yang Tulus dan benar-benar mencintainya. Namun pada suatu hari ada seorang Laki-Laki yang datang kepada dirinya yang membuat Ar...
![Sepenuh Hati [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/359579487-64-k221271.jpg)