Selamat datang dan selamat membaca cerita 'Sepenuh Hati'
Sebelum baca jangan lupa pencet bintangnya dulu ya, terimakasih
***
"Selamat pagi Pacar," sapa Rony. Pria tersebut menjemput Salsa supaya berangkat ke Kantor UMI bersama. Setelah pernyataan cinta kemarin Rony berniat mengantar jemput Salsa setiap ada keperluan di Kantor, katanya sih biar Salsa gak perlu berangkat sendirian.
Modusmu Rony, Rony. Bilang aja biar bisa di peluk Salsa tiap hari. Iyakan? :)
"Selamat pagi juga, Mas Pacar," balas Salsa.
"Cantik banget sih kamu hari ini," puji Rony menatap Salsa sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Dari dulu juga udah cantik kali," ucap Salsa percaya diri.
"Iya-iya, pacarnya Rony memang cantik dari bayi. Yaudah yuk berangkat sekarang, takut telat." Rony memberikan helm berwarna hitam kepada Salsa agar di pakai gadis itu. "atau mau di pake-in?"
"Eh gak usah, aku bisa sendiri." Salsa mengambil helm hitam tersebut lalu memakainya. Begitupun dengan Rony, dia memakai helm fullface hitam miliknya.
"Udah? Ayok naik!"
Salsa langsung naik dengan tangan bersandar pada pundak Rony agar tidak terjatuh. Salsa sedikit kesulitan saat naik karena motor Rony terlalu tinggi. Setelah bersusah payah akhirnya Salsa bisa mendaratkan pantatnya di jok motor.
"Pegangan Sall!" pinta Rony saat merasa Salsa sudah duduk.
"Udah." Salsa memegang sisi jaket Rony.
Rony berdecak saat Salsa tidak memeluk pinggangnya. "Pegangannya bener Sall, nanti jatoh."
"Ini udah bener kok, Rony." Salsa mengeratkan pegangannya.
Rony merasa gemas sendiri, ia lalu menarik tangan Salsa agar melilit di pinggangnya. Salsa tersentak kaget dan menarik tangannya kembali, tapi Rony menahannya dan menyuruh Salsa untuk tetap memeluknya dengan alasan agar tidak terjatuh.
Moduss terosss:/
-
-
-
-
"Wihhh jadian juga akhirnya, PJ-nya jangan lupa!" seru Paul setelah mendengar status Rony dan Salsa yang sekarang.
"Traktir kita dong kak Rony! Laper nih," pinta Sabilla sambil mengelus perut yang sedari tadi demo minta di isi.
"Lo kan banyak duit kenapa mesti minta traktiran? Beli aja sendiri!" Rony menatap malas Sabilla.
Bisa-bisanya Sabilla minta traktiran sedangakan dirinya anak holkay. Mereka berempat bisa di bilang anak dari keluarga mampu, bukan mampu lagi tapi emang anak holkay (canda holkay). Apa lagi Rony, Mamanya saja Diva Indonesia Papanya juga penyanyi terkenal di Indonesia.
Rony be like: Bukan sombong loh ya, cuma mau pamer aja wkwk. Canda deng:v
Maka dari itu Rony dkk sangat rajin dalam membuat karya. Karena Mereka selalu di Support oleh kedua orang tuanya.
"Kalo bisa minta traktiran kenapa harus beli sendiri?" ucap Sabilla yang diangguki oleh Paul. "lagian kan kakak baru jadian, ya itung-itung pajak jadian kak Rony. Traktir ngapa, pelit amat Kakak sama Calon Adek ipar sendiri."
"Yaudah deh, gue traktir lo pada," ucap Rony malas berdebat.
"Nah gitu dong, waktunya kita borong semua," seru Sabilla. Saat ini mereka sedang di Kantin yang berada tepat di depan Kantor UMI.
"Woy! Kalian bisa makan sepuasnya di kantin! Hari ini Rony traktir kita semua!" teriak Paul kepada semua karyawan UMI yang ada di kantin.
Mendadak kantin menjadi riuh dan semua Karyawan yang ada di sana langsung berburu semua makanan yang ada di kantin. Paul dan Sabilla paling bersemangat di antara keempatnya, bahkan mereka berdua ikut berburu makanan bersama Karyawan UMI.
"Buset dah bocah, bisa tekor gue kalo kaya gini." Rony kesal-kesal melihat kelakuan teman-temannya.
Neyl, Novia, Anggis, Danil, Syarla dan Edo tidak ikut karena mereka berbeda Lebel dengan Salsa, Rony, Sabilla, dan Paul, Diman gak ikut? Walau Diman juga berbeda Lebel dengan Mereka, ia juga ikut kumpul walaupun sekedar Makan dan Ngobrol saja, tapi ia dimana ya? Biasalah, namanya juga Mas kulkas plus Kang mager. Dia mah cuek bebek, paling cuma bilang 'Selamat Ron' dah gitu doang. Btw itu irit ngomong atau pelit ngomong sih bang?
"Dim," panggil Rony.
"Hmm?"
"Ck, Dim."
"Paan sih? Lo kalo manggil yang bener ngapa!"
"Emangnya kenapa?" tanya Rony mengangkat sebelah Alisnya.
"Kalo lo manggil gua cuma Dim-Dim doang ntar orang ngiranya Dimana- mana hatiku senang," ucap Diman sinis.
"Wiss nyantai dong, sensi amad sih. PMS lo?" tanya Rony yang di balas tajam oleh Diman. Rony menyengir tak bersalah ke arah Diman.
"Kok lo bisa jadian sama Salsa?" tanya Diman kepo. Tumben kepo, biasanya mingkem bae Mas?
"Bisalah! Rony gitu loh." Rony membusungkan dadanya dan menamparnya seolah-olah dia sendiri. Diman yang mendapat respon seperti itu pun hanya bisa memutar bola mata malas.
***
Haii malam ini jam 00.00 'Rumah' Salma Salsabil akan Rilis, oleh karena itu jangan Lupa dengerin Rumah ya
Buat Anak rantau, Apakah kalian sudah memberikan kabar kepada Orang tua kalian?
Kalau belum, jangan Lupa kabarin ya, bentar lagi kan Ramadhan...
Jangan Lupa streaming setiap hari:
1. Bunga Hati
2. Mengapa
3. Menghargai Kata Rindu
4. Merindukanmu
Soon 🏠 : Salma Salsabil
Soon : Rony Parulian
Tolong jangan dibawa ke Real life, karena ini hanya cerita Fiktif bukan Real
Jangan lupa Vote, Coment and Share
Terimakasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Sepenuh Hati [ END ]
FanfictionCerita ini menceritakan tentang seorang perempuan yang diselingkuhi. Perempuan ini merasa tidak ada Laki-Laki diDunia ini yang Tulus dan benar-benar mencintainya. Namun pada suatu hari ada seorang Laki-Laki yang datang kepada dirinya yang membuat Ar...
![Sepenuh Hati [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/359579487-64-k221271.jpg)