Setiap insan ada masanya.
Setiap masa ada insannya.
Jikalau semesta berkehendak, atma yang dipilih tak akan bisa lepas dari takdirnya. Begitu juga dengan Harmony atas segala derita laranya dalam kehidupan bak orang ketiga.
Menyukai seseorang yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tunggu Untuk Dijemput Jangan Pulang Ditangan Sendiri
****○•○•○•○****
"Tolong kembalikan kehidupan mama ... mama mohon ...."
"Gara-gara kamu ...!"
Harmony termenung di halte bus terdekat dari sekolahnya. Netra gadis itu menatap kosong pada banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di jalan sana. Sesekali ia menghela napas gusar seraya membayangkan "apa yang akan terjadi padanya jika ia tiba-tiba menyeberang ke jalanan sana" "Apakah ia akan tertabrak? Atau selamat?"
Lamunan itu buyar tatkala notifikasi handphone-nya berbunyi. Gadis itu melihat isi pesan yang dikirimkan oleh Negara, bahwa laki-laki itu menunggunya di area parkiran sekolah. Harmony mematikan handphone-nya. "Gak tau capek apa bolak-balil." Gumamnya.
Kurang dari delapan menit Harmony berjalan, ia tiba di area parkiran yang sudah sepi tak ada kendaraan para siswa -siswi lain. Ia melihat Negara tengah bersandar pada motornya sembari tersenyum sendiri saat melihat handphone-nya.
"Gar ..." sapa gadis itu, Negara menoleh dan segera mematikan handphone-nya.
"Nih pakek." Tanpa basa basi laki-laki itu menyerahkan helm-nya pada Harmony.
"Buat apa?" Tanyanya malas.
"Ayo kita keluar, gue yang bakal traktir lo."
Harmony menggeleng. "Gak usah, Gar." Tolaknya.
Hendak melenggang dari sana, tangan Harmony dicekat oleh Negara. "Ayolah Mon, kamu tega sama aku. " Negara menunjukkan mukanya melas.
Harmony memutar pupil matanya. "Tapi nanti lo anterin gue pulang ya!" Serunya.
Mereka pergi memecah jalan melewati lembah dan bukit yang curam. Ya, tentu saja tidak, mereka hanya melewati jalan biasa yang diikuti oleh hamparan langit biru kejinggaan di atas sana. Negara mengajak Harmony melewati jalan melasti, dan tentu Harmony tahu ke mana arah tujuan mereka. Namun gadis itu hanya diam tak mau banyak bertanya.
Negara memarkirkan kendaraannya, mereka berjalan santai sembari melihat hamparan laut di pantai kuta. "Mon, lo liat tempat duduk di ujung sana? Yang terakhir sampai sana dia yang traktiiir!" Negara berlari kencang terlebih dahulu.
"Apaan sih! Gak adil bangeet!" Diikuti oleh Harmony yang berlari tak mau kalah.
Mereka berlomba melewati banyaknya orang yang sedang berlalu lalang, namun dengan lincahnya Negara dapat menghindari mereka, sedangkan Harmony dengan hati-hati agar tak menabrak seseorang. "Permisi-permisi, saya lagi ngejar monyet saya yang lepas."