Setiap insan ada masanya.
Setiap masa ada insannya.
Jikalau semesta berkehendak, atma yang dipilih tak akan bisa lepas dari takdirnya. Begitu juga dengan Harmony atas segala derita laranya dalam kehidupan bak orang ketiga.
Menyukai seseorang yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Demi Langkahmu Dapat Terus Berjalan, Tanpa Pernah Berhenti Aku Juga Dilahirkan
****○•○•○•○****
Harmony menggendong tasnya erat, membawanya dipunggung gadis itu. Ia berjalan menghadap pada kaca berukuran lebih tinggi darinya, dan melihat dirinya lekat-lekat. Harmony menghembuskan napasnya gusar, ia melihat jam pada ponselnya dan segera menuruni anak tangga. Di bawah sana, ia melihat Kenandra dan Saras yang tengah menikmati sarapan bersama sebelum menjalani hari. Tak memiliki minat apapun, Harmony bergegas melenggang pergi dengan perut kosong. Sudah dari kemarin gadis itu tak memakan apapun, yang hanya ia telan adalah obat penenang.
Setelah selesai berkutik dengan tali sepatunya, Harmony berjalan sembari hendak memesan ojek dari ponselnya. Namun jari jemarinya terhenti kala melihat Negara yang sudah menunggunya di depan gerbang seraya melambaikan tangan. Melihat laki-laki itu, Harmony berlari kecil menghampiri Negara.
"Kamu ngapain ke sini?"
"Ya ... jemput lo lah." Negara tersenyum.
"Kan gue gak minta dijemput," ujar Harmony.
"Sekolah kita kan satu arah, dan juga ngelewatin rumah lo, ya ... jadi gue mampir ke sini, sekaligus mau lihat Hubu, hehe ...."
Harmony menghela napasnya pelan. "Tadi gue udah kasih makan kok, sekarang Hubu lagi tidur di kamar," jelas Harmony yang dibalas anggukan dari laki-laki itu.
Melihat matahari sudah semakin meninggi, Negara mempersilakan Harmony menaiki kendaraannya. Tak mau membuang waktu, Harmony mengangguk dan mengikuti kata Negara. "Pegangan ya, Mon." Negara melajukan motornya dengan tangan Harmony yang melingkar di perut laki-laki itu.
Merasa ingat sesuatu, Negara menurunkan laju motornya. "Eemm, Mon. Gue mau nanya, tapi lo jangan marah ya ...."
"Ya?" sahut Harmony.
"Gini, itu kemarin malam aku lihat informasi di akun lovegram kelasmu-"
"Jangan percaya! Itu semua gak bener!" Harmony memotong kalimat Negara.
"Gue percaya kok, kalau gak gitu, gak mungkin dia bisa ngelahirin bidadari secantik ini." Goda Negara. Mendengar itu, wajah Harmony memerah bak tomat. Salah tingkah, Harmony mencubit perut laki-laki itu yang dibalas dengan kekehan dari Negara.
Tiba mereka di SMAN 3 JAGADITHA, Negara dan Harmony menunjukkan kartu pelajar mereka untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar murid dari sekolah itu. Kebetulan yang bertugas menjaga gerbang saat itu ialah Melody. Melody yang melihat Negara membonceng Harmony dengan manisnya mulai mengkerutkan keningnya, lalu dengan cepat ia tersenyum.
Harmony turun dari motor laki-laki itu. "Mell, kamu udah balik! Kangeeen bangeet!" Seru Harmony memeluk sahabatnya, pelukan ringan itu lantas dibalas oleh Melody.