Chapter 18. Tak Mendasar

21 11 0
                                        

Berteriaklah Sekencang-kencangnyaMenangislah Sejadi-jadinya Luapkan Semua Beban Dikelapa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Berteriaklah Sekencang-kencangnya
Menangislah Sejadi-jadinya
Luapkan Semua Beban Dikelapa

****○•○•○•○****

Wewangian dupa menyerbak, semilir angin membawanya memasuki rongga hidung membuat siapapun yang menghirupnya seketika menjadi lebih relax. Hari senin pagi, para murid berbondong-bondong memasuki kelas. Alasannya karena  cuaca yang tak mendukung untuk melaksanakan upacara bendera sebagaimana mestinya, hingga membuat para siswa bersorak riang.

Harmony membuka jendela kelasnya, seketika angin bertiup kencang menyambar wajah gadis itu. Alih-alih menutupnya kembali, gadis yang menggerai rambutnya itu menikmati angin sejuk yang mengenai dirinya. Gadis itu merogoh saku roknya dan mengambil handphone genggam miliknya. Seraya merasakan hembusan angin, Harmony berkutik pada dunia tulisannya, sudah lama sekali ia tak melanjutkan cerita yang gadis itu buat.

Harmony menuliskan semua yang ia alami belakangan ini dalam bentuk narasi. Ia merangkai kalimat dengan indah dan mengalir.
Merasa ide sudah di ujung tanduk, Harmony menghentikan jari jemarinya. Dering notifikasi pesan berbunyi, ia melihat pesan dari grup kelas gadis itu, sontak mereka yang berada di sana kegirangan, bahkan yang tadinya sedang mengerjakan tugas kemarin, menjadi tak mempedulikan tugasnya itu.

Para murid kelas sebelas sebelas Mipa satu kini tengah menikmati surga duniawinya karena guru yang seharusnya mengajar hari ini mendadak tidak bisa mengajar karena sedang dinas keluar kota menghantarkan Melody yang dipilih sebagai perwakilan sekolahnya untuk mengikuti olimpiade sains tingkat provinsi.

Ya, kemarin Melody dipilih sehari sebelum hari olimpiade dimulai. Guru pembimbing telah meminta maaf karena telat memberitahukan informasi itu kepada Melody dan memilihnya secara mendadak. Untung saja Melody mau untuk mewakili sekolahnya.

Jam kosong atau sering di singkat jamkos merupakan sebuah kesenangan dan kesempatan bagi para murid untuk melakukan sesuatu di dalam kelasnya, bermain layaknya anak kecil, bahkan tidur karena sekolah dianggap sebagai rumah kedua.

Mereka langsung membentuk sebuah perkumpulan, dari anak perempuan membentuk grup gosip panas yang beredar, dan anak laki-laki yang bermain game online di ponselnya. Mereka memiliki kesibukannya tersendiri. Harmony menoleh ke arah meja sahabatnya, ia merasa sepi jika tak ada Melody yang mengajaknya bercanda. Yang bisa gadis itu lakukan saat ini hanyalah memainkan ponselnya.

Harmony kembali mengingat kejadian kemarin, untung saja gadis itu segera meletakkan kembali kotak antik papanya pada tempatnya. Namun ia tak akan pernah melupakan tiap bait catatan di sana. Dulu ia selalu iri melihat papanya lebih dekat dengan Saras, ia berpikir bahwa Saras adalah anak tiri yang Kenandra bawa. Namun sekarang Harmony tersadar bahwa seharusnya ialah yang disebut sebagai anak tiri buangan. Walaupun Kenandra adalah benar-benar papa biologis dari Harmony.

Hidup Itu Luka  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang