-Note- Jangan di play dulu yaa yang di media. Nanti bakal ada part-nya sendiri.
"Hm, bagaimana dengan ehm, yeoja chingu-mu?"
"Aku berbohong. Maaf juga untuk itu."
"M-mwo?" Mulutku menganga mendengar jawaban dari Jongin.
"Kau tahu some? Semacam itulah, tanpa status." Jongin berkata datar tanpa menatapku. Jadi, selama ini? Ekspresi aneh Sooyeon itu karena mereka belum resmi? O_O Terkadang dia menatap sedih kearah Jongin. Terkadang tersenyum kecut setelah diperlakukan manis oleh Jongin.
"Tapi kenapa?"
"Aku tidak bisa menjadi namja chingu nya." Jadi kau menolaknya T^T Ehm, aku butuh waktu untuk berpikir. Jongin tidak bisa menerima Sooyeon, lalu Kai mengambil alih kontrol dirinya, itu yang membuat Jongin some dengan Sooyeon? Kai yang menjauhkanku dari Jongin dengan 'menggunakan' Sooyeon? Kejam sekali. Itu juga berarti, yang menemuiku di UKS itu Kai? O_O Tapi kenapa dia bisa menjadi tenang begitu ya? =_= Ah iya! Aku samasekali tidak sempat melihat wajahnya T-T Itulah kenapa aku tidak sadar dia Kai.
"Sudah cukup membuatmu mengerti?" Jongin tersenyum singkat lalu pergi menuju bangkunya.
Ϟ
"Inmyeon, kau sudah tahu?" Luhan bertanya setengah berbisik padaku =_=
"Tentang apa?" Aku ikut memelankan suaraku. Memangnya ada yang tidak boleh mendengar ini disekitar sini? ._. Kenapa Luhan berbisik? Toh disekitar sini selain kami hanya ada Sehun.
"Perasaan Sehun," kini dia benar-benar membisikkannya ketelingaku. Perasaan Sehun? Pada siapa? Aku tidak tahu apapun, Sehun tidak pernah membicarakan hal ini.
"Molla," aku menggeleng. Luhan menatapku datar. Poker face? =_=
"Bagaimanapun juga, jika dia tidak pernah membicarakannya, berarti dia tidak ingin aku mengetahuinya, kan? Aku tidak masalah, dia bisa cerita tentang itu kapan sa-"
"Yak! Bukan begitu!" Luhan menatapku kesal. O_O Dia benar-benar terlihat jengkel. Apalagi salahku? Aku salah bicara?
"Kalian membicarakan apa?" Sehun yang mendengar kegaduhan dibelakangnya, langsung menoleh pada kami.
"Ta-"
"Tidak ada." Luhan menyahut -_- Dia kebiasaan tidak memberi kesempatan orang lain bicara.
Ϟ
₰Bel pulang berbunyi~₰
"Sekarang Sehun yang antar!" Sehun cemberut. Hari ini juga tidak bisaa T^T
"Mian, hari ini benar-benar tidak bisa." Aku mengatupkan kedua telapak tanganku meminta maaf.
"Ah waee?" Sehun merengek lagi =_=
"Jika dia bilang tidak bisa, yasudah. Kau memaksa sekali." Tiba-tiba Jongin muncul dibelakang Sehun. =_= Sudah lama sekali aku tidak melihat kedua namja ini bersama.
"Neo wae? Aku tidak menanyaimu -_-" Sehun memicingkan matanya pada Jongin.
"Kau sedang memaksanya, pabo." *BAK!*
"Aah! Yak!" Sehun meringis, kakinya diinjak Jongin =_= Mereka kenapa lagi? Bertengkar lagi?
"Mwo? Kau berani membentakku?" Jongin menantang Sehun. Sebuah keuntungan, Jongin lebih tua dari Sehun. Mana bisa Sehun menindas Jongin ._.
"Argh, ani! Ani-yo!" Sehun berdecak lalu pergi keluar kelas.
"Ya! Yak Oh Sehun! Kau meninggalkanku lagi?!" Luhan berteriak lalu cepat-cepat menyusul Sehun ._. Hm, bisa jadi Jongin-Sehun-Luhan adalah cinta segitiga =_= Ah apa yang kupikirkan, konyol sekali -_- Murid disini memang tidak ada yang normal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow On His Back
FanfictionDia datang dengan senyumnya, dan menarikku kedalam hari-hari yang konyol sekaligus penuh warna di sekolah. Akan tetapi, tak lama kemudian kusadar ada bayangan gelap dalam dirinya, sosok dirinya yang lain, Kim Kai.
