Our Last Cage (Epilog)

1.7K 131 24
                                        

(A/N : Yang di mulmed jangan di play dulu~)

"Y-YAK!!" Kudorong tubuhnya menjauh dari hadapanku ><

"Bercanda. Saat ini aku ingin bersamamu," Jongin tak lagi duduk di mejaku. Selagi aku berdiri, dia melanjutkan, "takkan kubiarkan Kai mengambil alih posisiku saat ini."

"Yayaya," aku mendengus kesal karena Jongin mengerjaiku -__- Lagipula, bagaimana bisa dia menjadi sangat percaya diri seperti ini? Padahal aku belum menjawab apakah aku menerimanya atau tidak.

"Aku berhutang pada Minseok," ucapnya saat kami mulai melangkah keluar kelas. Berhutang pada Minseok? O_O Jangan-jangan...

"Dia memberitahuku banyak hal tentang kau." Jongin mendaratkan telapak tangannya di kepalaku ._. Jadi selama ini Minseok memiliki banyak peran penting untukku dan Jongin? Hiks, terimakasih banyak T^T

"Benarkah? Apa saja yang ia katakan?" Minseok tidak mungkin mengatakan yang yang buruk tentangku pada Jongin, kan? ._.

"Kau banyak memikirkanku." Y-YAA!! >_< Aih malu sekali, bisa mati aku rasanya T_T

"K-kau percaya diri sekali." Memang benar aku banyak memikirkanmu T_T Tapi aku tidak terima jika Minseok mengatakan segala isi pikiranku tentangmu!

"Tapi dia benar kan, chagi?" Tangannya meraih tanganku dan menggenggamnya erat. >< SOS!

"D-dasar ...," kenapa aku tidak bisa menolak diperlakukan seperti ini? T^T

"Kuantar pulang, ya?" Apa boleh buat ._. Sudah kuduga aku tak akan bisa menolaknya.

"Terserah." Sekali lagi kuucapkan, Jongin adalah kelemahan terbesarku.

"Atau ingin bertemu Hanjae dan Monggu?" Jongin terkekeh sambil menanyaiku. Apa dia sudah ingin melihatku tersiksa di rumahnya? T-T Monggu? Jjangah? Jjanggu? Lain kali saja, ne?

"Tidak, terimakasih!"

"Hahaha, atau, aku mampir kerumahmu? Bertemu dengan Eommonim?"

"YAK!" Kenapa kau buru-buru sekali haa? ><

"Baiklah kita berangkat!"

Ϟ

(A/N: FYI, Author nulis ini sama dengerin lagu IU-Good Day. Biar kerasa feeling senengnya hehe)

Untunglah aku masih selamat di pagi hari yang cerah ini =_= Kalian tahu? Jongin tidak menelepon untuk membangunkanku. Tapi dia justru datang kerumah dan menemui kedua orangtuaku! O_O Aku hampir terkena serangan jantung pagi-pagi, melihat Jongin dan Appa bercanda di ruang tamu. Sedangkan Eomma hanya tertawa-tawa sambil terkadang ikut menimpali.

Padahal aku dan Jongin belum benar-benar resmi berpacaran ._. Nyalinya besar sekali anak itu >< Memang sih tadinya dia terlihat agak malu dan canggung dengan Appa, namun entah bagaimana, kedua laki-laki itu akhirnya akrab dan berbincang dengan leluasa seakan sudah lama saling mengenal.

"Inmyeon aah~" Jongin berlari dari belakang dan merangkulku. Kami memang berangkat bersama, tapi aku sengaja meninggalkannya di parkiran -_-

"Kau tega sekali meninggalkan oppa mu ini!" Jongin malah merapatkan lingkar tangannya yang hampir mencekikku =_=

"Ya! Kau mau mencekikku?!" Kulepas tangannya paksa dari leherku.

"Eoh! Aku mau membunuhmu!" Dia cekikikan dan kembali melingkarkan tangannya ke pundakku -__-

"Ah! Kau mengagetkan saja! O_O" Aku terperanjat melihat Sehun berdiri di ambang pintu. Ekspresinya sama seperti kemarin, datar.

"Ya! Kau sejak kapan datang sepagi ini?!" Jongin berkacak pinggang dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih bersarang di pundakku.

Shadow On His BackTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang