2. Target Utama

59 20 44
                                        

Hembusan angin melalui ventilasi ruangan perpustakaan membuat pria yang sedang melihat handphone itu menghirup angin dalam-dalam. Pria dengan balutan jaket kulit berwarna hitam pekat tersebut bergumam. “Kalau gue terus-terusan gini, gue enggak akan dapat endorsement banyak.”

Pria dengan nama lengkap Adimas Bagaskara itu kembali mencari target-target gadis yang akan ia dekati melalui aplikasi instagram tersebut. Kampus tempat ia menempuh ilmu tersebut memiliki akun instagram khusus yang berisikan gadis cantik dikampusnya.

Dimas merasa jika ia mendekati salah satu gadis yang terkenal disana, akan membuat ia kembali mendapatkan banjir endorsement. Tentu saja Dimas sudah popolar dan menjadi most wanted dikampusnya, namun karena skandal masalalunya yang menjadi sorotan publik, membuat kepopularan Dimas akhir-akhir ini jarang tersorot.

Hal tersebut membuat Dimas harus memutar otak agar kembali popular dan menjadi sorotan public seperti sebelumnya.

Pandangan pria itu tertuju pada postingan akun instagram yang menampilkan seorang gadis cantik, tak lupa Dimas mengecek akun yang ditandai. Setelah membukanya, pria itu kembali menghela napas, lagi-lagi akun gadis tersebut diprivate.

Setelah menekan tombol follow, Dimas kembali mencari-cari target selanjutnya melalui postingan-postingan lainnya. Namun nihil, ia tak menemukan target yang tepat. Hingga beberapa menit kemudian Dimas mendengar suara seseorang yang memanggilnya dari belakang.

Pria itu menoleh dan mendapati seorang gadis menghampirinya.

“Lo dari mana aja, sih?” tanya seorang gadis yang sudah menjadi sahabatnya sedari duduk dibangku sekolah hingga sekarang, mungkin sekitar enam tahun yang lalu mereka berdua bersahabat.

Dimas menaruh handphone diatas meja dan menatap gadis yang sekarang duduk disampingnya. “Abis nyari referensi buku disini, sih. Lo enggak ada mata kuliah sekarang?”

Gadis bernama Febri tersebut menggeleng. “Enggak ada, sih. Tapi kalau misalnya ada, gue juga enggak akan ke perpus kayak lo sekarang ini.”

Dimas menggaruk belakang kepalanya dan mengangguk setuju. “Iya sih, tumben banget lo bener.”

Sebuah notifikasi dihandphone milik Dimas membuat mereka berdua menoleh bersamaan kearah handphone. Tertera dengan jelas notifikasi instagram yang memberitahu bahwasannya akun instagram Dimas difollowback dan diaccept oleh akun bernama @celineangelia, akun yang sempat pria itu follow tadi.

Kerutan didahi Febri terlihat jelas, lantas gadis itu bertanya. “Lo follow akun instagram Celine, Dim?”

“Lo kenal?”

Febri menganggukkan kepalanya. “Siapa yang enggak kenal Celine Angelia coba? Celine itu sahabat dekatnya Rino.”

Dimas menganggukkan kepalanya. “Tapi gue awalnya enggak kenal sih, iseng aja follow akun instagram dia eh ternyata difollback.”

“Lo bukan tipe cowok diluaran sana yang iseng follow akun instagram cewek sih. Dim. Pasti ada alas an terselubung, kan?”

Dimas meringis karena ketahuan. “Kayaknya dia bakalan jadi target gue selanjutnya, Feb. Endorsement gue menurun drastis dua bulan ini,” ada jeda sebelum akhirnya Dimas kembali melanjutkan, “menurut lo gimana?”

Febri tampak berfikir sejenak lalu mengangguk setuju, lagipula Celine sangatlah popular dikalangan penghuni kampus. Terlebih Celine pernah mengikuti event duta muli mekhanai yang ada provinsi lampung, tentu saja persaingannya sangatlah ketat. Kecantikan yang dimiliki Celine benar-benar sempurna, bahkan Celine mendapatkan julukan cahaya asia karena sangatlah sempurna.

Relationshit! [TERBIT-OPEN PO✅]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang