15. Pesona Sang Influencer

27 15 8
                                        

"Mau nonton apa kita hari ini, Cel?"

Celine yang ditanya seperti itu lantas mengangkat bahunya tak tau. Selain tidak tau ingin makan apa, Celine juga tidak tau ingun menonton apa hari ini.

"Gimana kalau film horror?" tanya Dimas memberi usul.

"Gue enggak suka horror, Dim."

"Kalau Dilan?"

Celine menimang-nimang tawaran tersebut lalu menganggukkan kepala. "Boleh deh kalau gitu, gue juga lagi butuh asupan kisah romance gitu."

"Untuk?" tanya Dimas penasaran, pasalnya dari raut wajah Celine tidak terpancar seperti gadis-gadis yang menyukai film romance.

"Untuk ditonton."

"Iya sih, bener juga.." ucap Dimaa akhirnya.

Setelah menaiki lantai paling atas di mall tersebut, mereka disambut oleh security yang berjaga didepan pintu tersebut. Setelah pemeriksaan sebentar, mereka berdua memasuki ruangan tersebut.

Wangi popcorn seketika memasuki indera penciuman Dimas dan juga Celine yang berada disampingnya. Ruangan dingin berAC tersebut terdapat banyak orang yang sedang mengantre, tentu saja untuk menonton film yang sedang tayang hari ini. Dan disinilah mereka berada, didalam gedung bioskop untuk menonton film yang sedang booming saat ini, judulnya Dilan 1991.

"Menurut lo kenapa cewek banyak yang suka sama anak geng motor, Cel?"

"Maksud kamu kayak Dilan yang mau kita tonton ini?"

Dimas menganggukkan kepalanya. "Iya, banyak banget dikelas gue yang suka sama film ini," ada jeda sebelum akhirnya Dimas kembali melanjutkan, "bahkan ada yang mau ngajakin nobar tau, Cel."

"Lo enggak ikut juga?"

Dimas menggelengkan kepalanya. "Enggak, kan gue udah janji buat nonton sama lo hari ini."

Tepat dua minggu yang lalu setelah mereka bertengkar hebat yang menyebabkan trauma masing-masing dari mereka kambuh dan tepat seminggu pula mereka sudah berbaikan. Dan hari ini mereka sudah berjanjian untuk menonton film di bioskop berjudul Dilan 1991.

"Gue fikir lo mau nonton bareng temen-temen lo, sih."

Dimas kembali menggelengkan kepalanya. "Back to topic deh, gue penasaran kenapa banyak yang mau nonton film ini, Cel."

Celine mencoba  menimang-nimang untuk menjawab pertanyaan Dimas. "Mungkinkah karena yang peranin Iqbal Ramadhan?"

Dimas mengangkat bahunya tak tahu. "Entahlah, atau mungkin karena itu?"

Celine sedikit terkekeh. "Tapi emang karakter Dilan itu kuat, Dim. Jadi banyak yang tertarik sama karakter Dilannya," ada jeda sebelum akhirnya Celine kembali melanjutkan, "terlepas Iqbal atau bukan yang peranin, menurut gue itu bonus visual dan pesona Iqbal emang bukan kaleng-kaleng, sih."

"Hm?"

"Coba deh lo bayangin deh, karakter Dilan itu udah melekat banget jadi anak yang pinter dan patuh peraturan sekolah. Dan seketika memerankan karakter Dilan, tentu mengharuskan Iqbal berperan sebagai anak geng motor, Dim," ada jeda karena Celine menarik napas panjang dan kembali melanjutkan, "pesona geng motor yang jelek dimata orang-orang, bisa Dilan hilangkan dalam sekejap dan ada pesan moral didalamnya bahwa sebenarnya geng motor enggak selamanya hanya merugikan, kan? Ada yang pure baik dan hanya iseng belaka berkumpul bercanda gurau bukan untuk niat kejahatan."

Relationshit! [TERBIT-OPEN PO✅]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang