Sebagai bentuk hari jadi kita yang pertama, gimana?
Kalimat yang diucapkan oleh Celine terus berputar dikepala Dimas. Sungguh, pria itu sudah hampir setengah jam tersenyum sipu malu. Sebenarnya, hari ini Dimas hanya iseng untuk mendatangi kediaman rumah Celine yang ia dapatkan alamatnya melalui Rino.
Selain iseng, pria itu juga khawatir karena pesan yang Dimas kirimkan kepada Celine tidak membuahkan hasil yang terbalas. Oleh karena itu, ide untuk menandatangi kediaman Celine tiba-tiba muncul begitu saja.
Seakan tidak berharap lebih, Dimas hanya ingin mengetahui keadaan Celine saja. Namun karena Celine menerima tawarannya untuk berjalan-jalan malam seraya menyantap eskrim, tentu Dimas senangnya bukan kepalang.
Ditambah dengan jawaban yang diberikan Celine mengenai penerimaan menjadi pacar Dimas, tentu saja hal tersebut benar-benar diluar prediksi BMKG.
Sungguh, Dimas tidak mengira jika akan secepat ini untuk Celine menerima permintaan menjadi pacar seorang Dimas. Pria itu mengira, ia akan melakukan hal-hal gila lagi untuk mendapatkan perhatian dari Celine.
Dimas sudah mengantar Celine pulang sekitar satu jam yang lalu. Karena toko pizza sudah tutup, maka dengan berat hati Dimas mengantarkan Celine kerumah dengan selamat tanpa gangguan apapun.
Dan disinilah Dimas berada, diatas springbed berukuran king size dengan seprai full biru dongker. Pria itu sangat menyukai warna biru dongker, entah itu jaket, baju, hingga seprai yang ia tiduri.
Senyumannya belum juga luntur dari bibirnya, sepertinya Dimas tidak akan bisa tidur malam ini.
***
Celine menatap langit-langit kamar yang sengaja dihias dengan lampu berbentuk bintang dan bulan untuk menemani selama ia ingin terlelap. Entah sugesti dari mana, Celine mempercayai hal tersebut. Tangan kanannya meraih handphone yang sedari tadi ia diamkan diatas meja samping springbed berukuran king size yang sedang ia tiduri.
Beberapa brand make up mengajaknya untuk berkolaborasi dan menjadikannya gadis itu sebagai Brand Ambassador tetap. Brand tersebut cukup terkenal dan sering berada di mall-mall besar yang ada dilampung tempat ia tinggal.
Gadis itu menimang-nimang tawaran tersebut, sejujurnya Celine sedikit kewalahan karena beberapa hari ini ia merasa tidak semangat untuk menjalani hidup semenjak Panji berada dirumah bersama istri barunya yang notabane ibu tiri Celine.
Sungguh, Celine sangat membenci hal tersebut. Gadis itu membenci keberadaan orangtuanya tersebut. Semenjak meninggalnya Lia lima tahun yang lalu, Celine merasa hidup sendiri tanpa bantuan Panji.
Bahkan Celine menyimpan seluruh uang yang diberikan Panji untuk dirinya, gadis itu membayar uang UKT dan segala tetek bengeknya dengan hasil kerja kerasnya sendiri sebagai seorang influencer yang cukup terkenal dikampus tempat ia menempuh pendidikan.
Bagi Celine, sosok ayah tidak lagi ada di tubuh Panji semenjak kepergian Lia, ibunya.
Notifikasi pesan masuk melalui aplikasi whatsapp membuat gadis itu membukanya. Pesan dari Dimas yang menanyakan dirinya.
Adimas Bagaskara : Cel.
Adimas Bagaskara : Sampai kamar dengan selamat, kan?
Celine mengerutkan dahinya dan segera membalasnya.
Celine Angelia : Maksudnya?
Adimas Bagaskara : Kan gue cuma anter sampai depan gerbang.
Adimas Bagaskara : Dan gue enggak punya nomor pembantu lo dirumah.
Adimas Bagaskara : Makanya gue nanya keadaan lo, hehe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Relationshit! [TERBIT-OPEN PO✅]
RomantikDiterbitkan oleh Penerbit HWC Info pemesanan melalui shopee🛍️ °^° DM FOR MORE INFO °^° [ S U D A H R E V I S I ] ->> Berbeda dengan versi wattpad #sweetshitseries [R18+] "Gue mau keatas dulu ganti baju, lo mau ikut atau tinggal disini sendiri?" Ce...
![Relationshit! [TERBIT-OPEN PO✅]](https://img.wattpad.com/cover/368146771-64-k732738.jpg)