halo semuanya, selamat membaca cerita abal-abal ini ya semoga kalian suka. Jangan lupa vote dan komen
happy reading
###
Setelah keluar untuk mencari udara segar dan memikirkan saran yang Gilang berikan, Gara kembali ke ruang rawat Faris. Sudah di putuskan Gara akan mengunakan saran jahat Gilang, dokter mengatakan jika ingatan Faris tidak akan bisa kembali.
Saat di ruang rawat Faris tengah makan. Melihat Faris kesusahan makan dengan tangan kiri, Gara mengambil mangkok dan sendok nya untuk membantu Faris makan. Karena baru sadar Faris hanya makan bubur lembut.
"Ayo buka mulut." Gara meminta Faris untuk buka mulut.
Faris menerima suapan demi suapan yang Gara berikan, meski bisa terlihat dengan jelas jika dia kebingungan. Gara tidak peduli dengan itu dan tetap bersikap biasa saja, seperti rencananya Gara akan bersikap biasa aja tanpa merasa ada sesuatu yang salah.
"Lo itu siapa sih, kenapa baik banget bahkan jagain gue sekarang," Faris bertanya sebenarnya Gara itu siapa, kenapa dia bersikap baik kepadanya.
Sekarang dia menjaganya di rumah sakit, seharusnya kakaknya yang disini tapi kenapa justru kakaknya yang tidak terlihat sama sekali. Jika orang itu Gala, Faris masih merasa wajar karena mereka mengenal.
"Hah bagaimana cara saya menjelaskan." Gara kebingungan untuk menjelaskannya.
"Sebenarnya hubungan kita itu apa sih, gue gak kenal lo tapi kenapa Lo yang jaga gue di rumah sakit bukannya kakak gue." Faris mengatakan ini karena merasa jika terasing dari orang yang dia kenal.
Dia baru saja mengalami kecelakaan mobil yang parah hingga di rawat di rumah sakit, tapi kenapa orang yang dekat dengannya tidak ada saat dia membuka mata. Kenapa orang yang tidak dia kenal atau mungkin dia ingat yang menemaninya sekarang ini.
"Saya akan menjelaskannya pelan-pelan, karena saya tau kamu mungkin tidak akan menerima penjelasan saya dengan mudah." Gara mengatakan ini dengan nada yang lembut.
Faris memfokuskan diri untuk mendengar penjelasan Gara, dia cukup gugup untuk mengetahui hal yang dia lupakan. Melihat raut serius Gara mungkin saja hal yang dia lupakan itu hal yang penting.
"Kenapa saya yang menjaga kamu, itu karena kakak kamu sedang pulang untuk istirahat. Kemarin dia yang menjaga kamu jadi sekarang giliran saya yang menjaga, untuk status hubungan saya dengan kamu itu adalah pacar. Saya pacar kamu dan kamu pacar saya." Gara mengatakan ini dengan menatap Faris penuh perhatian dan kasih sayang.
"Pacar?" Faris bertanya dengan bingung, kenapa dia bisa melupakan orang dengan status penting seperti ini di hidupnya.
"Iya. Saya pacar kamu, hubungan kita sudah cukup lama."
"Gue masih gak yakin, kalo lo pacar gue kenapa gue bisa lupa sama lo," kata Faris.
Faris jelas kebingungan dan meragukan penjelasan Gara. Dia baru saja dari keadaan koma dan tiba-tiba memiliki pacar.
"Dokter bilang itu memang dampak dari kerusakan saraf otak akibat benturan yang kamu dapatkan saat kecelakaan," Gara mejelaskan dengan sabar.
Tidak perlu terburu-buru untuk membuat Faris memahami dan menerima penjelasannya dengan mudah. Gara masih bisa bersabar sedikit lagi, menunggu selama bertahun-tahun saja dia mampu apalagi hanya beberapa minggu atau bulan.
"Kalo lo emang pacar gue apa yang gue suka?" Faris mengajukan pertanyaan konyol seperti ini.
"Kamu suka makan pedas, siomay Bandung tanpa pare, susu coklat tapi kamu benci susu putih. Gak hanya itu kamu juga punya alergi bulu tapi suka main sama kucing."
Gara menjelaskan apa saja yang dia ketahui tentang Faris. Meski saat pacaran dia terkesan tidak peduli Gara masih diam-diam memperhatikan kebiasaan Faris. Karena terbiasa untuk membelikan jajan Semua yang Gara tau tentang Faris adalah makanan.
"Oke gue percaya kalo lo emang kenal gue," Faris mengatakan ini karena terkejut jika Gara tau dengan detail makanan kesukaannya.
Gara tersenyum lembut, meski Faris belum sepenuhnya menerimanya setidaknya tidak ada penolakan. Gara bisa dengan leluasa untuk memberikan perhatian tanpa khawatir dengan penolakan yang Faris berikan.
###
Faris mendapatkan perawatan selama dua minggu, selama pemulihan Gara yang menemaninya di sore dan akan pergi bekerja di pagi hari. Kakaknya datang keesokan harinya setelah dia tersadar, dengan penuh kebahagiaan kakaknya memeluknya dan menangis.
Saat Gara tidak ada, Faris menanyakan ke kakaknya apakah benar jika mereka itu sepasang kekasih. Jawaban yang kakaknya berikan tentu tidak membantunya, kakaknya hanya tahu jika Gara memang kenal baik dengan Faris.
Setelah beberapa hari bersama dengan Gara, Faris tidak lagi waspada dia sudah bersikap biasa, bahkan tidak segan untuk bertingkah manja. Entah kenapa dia merasa akrab dengan Gara, dia merasa jika terkadang jantungnya berdetak kencang saat Gara melakukan kontak fisik.
"Tolong gendong dong aku males naik kursi roda," Faris mengatakannya dengan nada manja.
Tanpa banyak bicara Gara menggendong Faris, dia membopongnya masuk ke rumah. Sebenarnya Faris bisa menggunakan kursi roda tapi dia malas. Lagipula Gara mau menggendong nya kemana pun, bahkan saat ke kamar mandi dia tidak pernah mengizinkan untuk membawa kursi roda.
"Duduk dengan tenang disini, saya akan mengambil kursi roda dulu," kata Gara.
Gara cukup aneh, Faris tidak mungkin bisa berkeliaran dengan keadaan kaki patah.
Meski begitu Faris suka dengan perhatian kecil yang Gara berikan, meski terkadang apa yang dia lakukan terkesan sepele dan tidak penting tapi itu benar-benar membuat diperhatikan. Gara adalah pria yang penuh perhatian, beruntung sekali dia bisa manjadi pacar dari pria seperti itu.
"Beruntung banget aku dapat pacar kayak kamu," Faris mengatakan ini saat melihat Gara membawa kursi rodanya.
"Hem apa?" Gara bertanya karena tidak terlalu mendengar apa yang Faris katakan.
"Aku haus pengen banget susu coklat, sama bawaan buah dong." Faris mengalihkan pembicaraan, terlalu memalukan untuk mengatakan secara langsung.
Gara mengangguk, dia langsung berjalan ke dapur untuk membuatkan segelas susu hangat rasa coklat dan memotong beberapa buah-buahan. Karena Faris masih dalam masa pemulihan Gara benar-benar menjaga makanan yang dikonsumsi.
"Buah sudah siap." Gara memberikan sepotong apel di depan mulut Faris.
Faris langsung melahap potongan apel itu, Faris dengan santai terus menerima suapan buah dari Gara. Setelah makan buah dan meminum susu Faris merasa kenyang dan mulai mengantuk, Faris dengan nyaman bersandar ke pundak Gara dan mulai tertidur.
Gara sendiri dengan lembut membelai rambut Faris. Setelah Faris terlelap dia membopong Faris untuk tidur di kamarnya dengan nyaman, Gara juga ikut berbaring dengan memeluk Faris meski tidak terlalu erat karena takut menyakiti luka Faris.
Gara benar-benar tidak menyangka jika hubungan mereka akan sampai ke titik ini, hubungan mereka seperti kembali ke titik awal. Meski senang ada kekhawatiran tersendiri yang Gara rasakan, dia takut jika suatu hari nanti Faris mengingat semuanya dan kembali kecewa padanya.
Tapi Gara berharap jika Faris tidak akan mengingat semuanya, meski Gara harus menerima jika Faris tidak akan mengingat kenangan yang mereka habiskan. Gara harus menerima kenyataan itu, tapi setidaknya Faris melupakan kenangan buruk dengannya.
Tugas Gara sekarang hanya membuat kenangan indah yang baru dengan Faris tanpa adanya rasa sakit. Gara ingin memberikan taman bunga tanpa duri untuk Faris, Gara tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Ini kesempatan yang tidak akan dia dapatkan untuk kedua kali, bodoh sekali jika dia mensia-siakan kesempatan ini.
###
Ending
akhirnya mereka balikan juga gaes, meski emang Faris di tipu sih tapi setidaknya balikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan
Randomapa sih yang kalian lakukan jika mantan tiba-tiba muncul di hidup kalian dan merusak ketenangan hidup kalian, luka dan kenangan yang sudah terkubur dalam-dalam harus di buka lagi Start : 19 April 2024 Finis : 20 Juni 2024
