Happy Reading
__________
"Hah? Nenek jatuh dari tangga"
Seungcheol menanggapi pangilan dari balik handphonenya. Ekpresi yang ditunjukkan olehnya terlihat seperti orang terkejut serta tidak percaya.
Seungcheol menghela nafas berat sambil mengubah posisi handphone yang awalnya ditelinga kiri sekarang berada di telinga kanannya.
"Jaga baik-baik nenek, aku akan datang kesana" Ucap seungcheol sembari menutup panggilan.
Ia mengepal jemarinya sambil memukul pelan tembok yang ada didekatnya. Ia hampir tidak habis pikir dengan para orang yang ada dikediaman utama keluarga choi, bisa-bisanya lengah dalam menjaga neneknya.
Apakah mereka berpikir neneknya itu masih berusia belasan tahun? Oh tentu saja tidak, neneknya saja sudah menginjak usia tujuh puluhan lebih.
Padahal jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan, seharusnya sekarang ia masih meratapi laptop di ruang kerjanya. Tapi karena panggilan tersebut, mau tidak mau Seungcheol harus menepis-nya dulu.
Dan sekarang berdalih masuk kedalam kamar. Hal yang harus ia lakukan sekarang adalah mengganti piyama miliknya.
Ketika sudah masuk kedalam kamar. Seungcheol tidak kaget lagi kalau Lisa jam seperti ini belum tidur, apalagi mengingat Lisa sangat suka bergadang sambil bermain handphone.
Seungcheol tidak berbicara apapun pada Lisa, ia langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam walk in closet.
Lisa yang sedang rebahan sembari bermain handphone, sekilas melirik kearah Seungcheol yang terlihat terburu-buru. Tapi Lisa tidak terlalu peduli. Karena ia sudah sering melihat Seungcheol seperti itu.
Namun, matanya kembali lagi melirik ketika melihat Seungcheol berpakaian rapih. Hal itu sontak menjadi pertanyaan bagi Lisa. Ingin kemana, Seungcheol malam-malam seperti ini? Ini patut dicurigai.
Kalau Seungcheol berjalan malam-malam saja boleh? Kenapa dirinya tidak boleh. Ini sangat tidak adil.
Lisa sangat jarang ingin memulai pembicaraan dengan Seungcheol. Tapi untuk kali ini, Lisa sangat ingin mempertanyakan soal ini, apalagi disaat Lisa melihat Seungcheol berpakaian rapih.
"Mau kemana?"
Tidak ada tanggapan, karena Seungcheol terlihat begitu sibuk sendiri saat sudah berada di depan meja.
Lisa merasa kesal, karena dirinya diabaikan. Padahal niatnya baik sekali, ingin bertanya kemana dirinya. Walau ujung-ujungnya, ia akan menyudutkan Seungcheol juga.
"Sebenarnya aku ini, bicara sama manusia apa angin sih? Kok diabaikan" Sindir Lisa.
Seungcheol yang mendengar sindiran itu, lantas menghentikan kesibukannya sendiri. Sekarang pandangannya mengarah pada Lisa yang terlihat menggerutu tapi tidak mengeluarkan suara.
"Apa yang aku abaikan?" Tanya Seungcheol.
Sekarang, giliran Lisa yang tidak menanggapinya. Lisa malah terlihat berbalik badan dan membelakangi Seungcheol yang sedang menatap kearahnya.
Lagi-lagi Seungcheol menghela nafas berat. Kenapa ia selalu terlihat salah dimata Lisa? Lantas, kapan ia akan terlihat benar di mata Lisa? Saat ia mati nanti atau bagaimana.
Seungcheol meraih mantel miliknya yang tergantung dan kini berjalan kearah ranjang berada.
"Aku akan pergi keluar, tolong pintu kamar dikunci dan itupun kalau kau takut sendirian. Aku tidak langsung pulang malam ini mungkin besok pagi, jadi jaga dirimu baik-baik untuk malam ini" Seungcheol menyampaikan pesan kepada Lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Two Year
Diversos[ ON-GOING ] Lalisa Manoban × Choi Seungcheol Ketika Lisa masih berusia sepuluh tahun, orangtuanya sudah menjodohkannya dengan anak tunggal dari kerabat dekat orangtuanya. Mereka juga membuat perjanjian, ketika Lisa sudah beranjak dewasa harus meni...
