Happy Reading
*
*
*
Lisa tertidur pulas, seakan dunia telah berhenti berputar hanya untuknya. Napasnya teratur, lembut, mengikuti irama detak jantungnya yang tenang. Cahaya matahari sore yang menembus jendela tidak mampu membangunkannya dari mimpi indahnya. Sepertinya, Lisa akan tertidur nyenyak hingga malam tiba.
Sepertinya, hari ini tak ada yang akan mengganggu tidur nyenyak Lisa. Rumah terasa begitu sunyi, hanya ada suara jarum jam yang berdetak pelan dan angin yang berhembus lembut di luar jendela. Lisa tertidur pulas, tanpa ada seorang pun yang datang untuk membangunkannya dan menanyakan kabar.
Sampailah sekarang. Dimana jam bergerak larut hingga menempatkan posisi dipukul lima sore. Keadaan semakin terlihat jelas, kalau hari mulai dipadukan oleh kegelapan yang akan segera tiba menghadiri semalaman ini.
Pintu kamar berderit pelan saat terbuka. Bayangan seseorang menjulang tinggi di ambang pintu, siluetnya samar-samar terlihat dalam cahaya remang.
Ia melangkah perlahan, setiap langkahnya seolah menggetarkan udara. Tatapannya terpaku pada sosok yang tertidur pulas di atas ranjang. Sejenak, ia terdiam, seolah sedang mengamati sesuatu.
Sebuah senyuman lembut terukir di bibirnya saat melihat istrinya yang tertidur dengan tenang. Namun, senyumannya memudar seketika ketika istrinya tiba-tiba mengeliat gelisah, keningnya berkerut seolah sedang memimpikan sesuatu yang buruk.
Tanpa banyak berpikir lagi. Seungcheol bergegas mendekati keberadaan istrinya dan menenangkannya. Dengan hati-hati, ia mengelus rambut istrinya, berusaha menenangkannya.
"Don't be afraid baby, I'm here"
Sentuhan hangat beserta lembut, seolah langsung memicu gelombang ketenangan bagi Lisa yang tertidur. Setelah mendapatkan perlakuan demikian, langsung saja Lisa berhenti mengeliat oleh kegelisahannya.
Seungcheol tetap bergerak dalam mengelus. Tangannya tak berhenti dan pandangan mata pula, terus memindai sosok Lisa yang masih tertidur tanpa terganggu.
Cahaya lembut menyinari wajah Lisa yang sedang terlelap. Bulu matanya bergetar perlahan, mengikuti irama napasnya yang teratur. Pandangan Seungcheol terpaku pada wajah tenang istrinya. Melihat ketenangan dalam tidurnya Lisa, seakan menghangatkan hatinya sendiri.
Ia menarik selimut lebih rapat, menutupi tubuh mungil sang istri. Sebuah senyuman lembut terukir di bibirnya. Dengan perlahan, ia mendekatkan wajahnya, mengecup kening Lisa penuh kasih sayang.
Seungcheol terkekeh oleh reaksi yang tiba-tiba ditampilkan oleh Lisa. Seolah Lisa dapat merasakan sentuhan ini, namun tidak mau bangun dari tidurnya.
Ia terus mengamati wajah cantik istrinya dengan intens, sampai tidak sadar kalau istrinya mulai terbangun dari tidur. Mata mereka bertemu, namun ada sesuatu yang berbeda di tatapan istrinya kali ini. Seolah ada bayangan ketakutan yang tersembunyi di balik mata indah itu. Lisa tersenyum tipis, namun senyuman itu tidak sampai ke matanya.
Seungcheol mulai merasa khawatir. Lisa akhir-akhir ini sering mengalami mimpi buruk dan terbangun dengan keringat dingin.
"Bermimpi buruk lagi?" Inilah penangkapan utama dari Seungcheol. Ketika Lisa bangun dari tidur nyenyaknya-namun terlihat seperti orang yang tengah terjerat oleh sesuatu dibawah alam kesadarannya sana.
Lisa menggeleng kecil, seolah tengah tidak mengalami apa-apa di bawah alam sadarnya sana. "Tidak, aku hanya memimpikan hal kecil. Tapi itu bukan mimpi buruk, sama sekali"
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Two Year
De Todo[ ON-GOING ] Lalisa Manoban × Choi Seungcheol Ketika Lisa masih berusia sepuluh tahun, orangtuanya sudah menjodohkannya dengan anak tunggal dari kerabat dekat orangtuanya. Mereka juga membuat perjanjian, ketika Lisa sudah beranjak dewasa harus meni...
