24. Overwhelmingly lost

739 122 35
                                        


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





*Target kita 100 vote, kalau belum sampai target. Aku gak update, baru update kalau sudah sampai target*

Silahkan untuk mengunjungi chapture sebelumnya.





—————



Usai mengunjungi toko bunga milik Bambam, Lisa membawa pulang beberapa varian bunga yang baru dibelinya. Bunga-bunga tersebut rencananya akan Lisa tanam di taman rumah, guna memperkaya koleksi tanaman hiasnya. 

Lisa merasa tidak sabar untuk segera melanjutkan kegiatan berkebunnya dan menata bunga-bunga yang baru dibelinya agar taman rumahnya semakin indah.

Di samping Lisa, di kursi pengemudi, duduk Seungcheol yang sedang fokus mengendalikan mobil. Sejatinya, mereka berangkat dari toko bunga menggunakan mobil yang berbeda, namun Seungcheol kemudian meminta Lisa untuk bergabung dengannya dalam satu mobil. Mobil Lisa pun ditinggalkan di toko dan rencananya akan dijemput oleh orang yang diutus oleh Seungcheol.

Keheningan menyelimuti mobil untuk beberapa saat, sampai akhirnya Seungcheol memutuskan untuk memecahnya.  "Sejujurnya, aku masih penasaran mengapa tadi dirumah, kau mendiamiku?" Seungcheol akhirnya membuka percakapan, memecah keheningan di antara mereka.

Lisa, yang semula tampak asyik dengan ponsel di tangannya, kini mengalihkan pandangannya dan melirik ke arah Seungcheol. "Sudahlah, lupakan saja hal itu. Lagi pula, kejadiannya sudah berlalu,"  ujar Lisa dengan nada datar. "Jika aku mengingatnya kembali, justru aku jadi terpikir untuk kembali mendiamimu." lanjutnya.

Seungcheol tetap memusatkan perhatiannya ke depan, mengawasi jalanan di hadapannya, namun sesekali ia mencuri pandang ke arah Lisa yang duduk di sampingnya. "Tidak ada gunanya, menyuruhku melupakannya," sahut Seungcheol, "Bagaimana jika aku terus memikirkannya?"

"Itu menjadi risiko-mu" timpal Lisa, terdengar jelas bahwa ia mulai merasa bosan dengan topik pembicaraan tersebut. "Sudahlah, jangan dibahas lagi."

Mendengar perkataan Lisa yang terkesan mengakhiri percakapan, Seungcheol memilih untuk mengalah dan terdiam.

Ia kembali memfokuskan diri pada kemudi, membelah jalanan kota dengan kecepatan sedang. Mereka berdua menikmati suasana kota yang ramai dari balik jendela mobil, meskipun keheningan kembali tercipta di antara mereka.

Perjalanan terasa cukup panjang hingga akhirnya Lisa menyadari ada sesuatu yang ganjil. Ia mengamati sekeliling jalanan yang mereka lalui. Jalanan ini terasa asing dan sama sekali tidak mengarah ke jalan pulang menuju rumah mereka.

Only Two Year Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang