[ ON-GOING ]
Lalisa Manoban × Choi Seungcheol
Ketika Lisa masih berusia sepuluh tahun, orangtuanya sudah menjodohkannya dengan anak tunggal dari kerabat dekat orangtuanya.
Mereka juga membuat perjanjian, ketika Lisa sudah beranjak dewasa harus meni...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Silahkan untuk kunjunginchapture sebelum, untuk melanjutkan ke chapture baru ini.
—————
Mentari pagi yang hangat mulai menyentuh dedaunan di taman kediaman utama keluarga Choi. Hari telah berganti, meninggalkan sisa-sisa kehangatan rembulan semalam. Jarum jam di dashboard mobil Seungcheol menunjukkan pukul 09.50. Mereka berdua, Seungcheol dan Lisa, sudah siap untuk kembali ke rumah mereka setelah menghabiskan satu malam di kediaman sang nenek.
Kunjungan singkat mereka terasa begitu cepat berlalu. Sebelum benar-benar meninggalkan rumah besar itu, Seungcheol menyempatkan diri menemui sosok wanita yang sangat dihormatinya, sang penguasa utama keluarga Choi, neneknya.
Setelah berpamitan dengan neneknya, Seungcheol segera menghampiri Lisa yang sudah menunggunya di depan mobil. Lisa tampak anggun dalam balutan gaun kasual berwarna kuning, rambutnya yang panjang tergerai indah tertiup angin pagi.
"Sudah selesai?" tanya Lisa lembut, melihat Seungcheol menghampirinya.
Seungcheol mengangguk sambil tersenyum. "Sudah, Ayo." Ia membukakan pintu mobil untuk Lisa.
Lisa masuk ke dalam mobil dan menurunkan kaca jendelanya, menikmati udara segar pagi. "Setelah dari sini? Bisakah kita berhenti sebentar di toko bunga? Aku pikir, ada beberapa bunga yang kemarin aku lihat sepertinya bagus untuk menghias ruang tamu."
Seungcheol melangkah perlahan menuju sisi kemudi, membuka pintu, dan duduk di samping Lisa. Setelah memasang sabuk pengaman, barulah ia menanggapi permintaan istrinya.
"Tentu saja, Sayang. Apa pun untukmu. Ada lagi?" tanyanya sambil menyalakan mesin mobil.
Lisa tampak berpikir sejenak, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dagu. "Hmm... bagaimana kalau kita sekalian berhenti di petshop? Sepertinya Leo perlu makanan tambahan juga. Aku lihat stok makanan keringnya sudah hampir habis."
Seungcheol mengangguk setuju. "Ide bagus. Kasihan Leo kalau sampai kehabisan makanan. Baiklah, kita akan mampir ke toko bunga dan petshop setelah ini. Ada tempat lain lagi yang ingin kamu kunjungi?"
Lisa tersenyum manis. "Tidak ada lagi sepertinya. Aku hanya ingin segera pulang dan bersantai di rumah kita."
Seungcheol mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Lisa lembut. "Aku juga. Bermalam di sini memang menyenangkan, tapi tidak ada yang mengalahkan kenyamanan rumah kita sendiri."
Mobil yang mereka tumpangi perlahan keluar dari gerbang kediaman utama keluarga Choi, meninggalkan kemegahan rumah besar itu di belakang mereka. Pagi yang cerah mengiringi perjalanan mereka kembali ke rumah, dengan rencana mampir ke toko bunga dan petshop untuk melengkapi hari mereka.