Cerita ini bermula saat Arshaka Melviano bertemu dengan orang yang sangat mirip dengan nya. Dia senang ternyata dia memiliki adik kembar yang sudah tumbuh menjadi lelaki cerdas. Tapi ketika tragedi adiknya mencoba bunuh diri itu ketahuan oleh Arshak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini Aksa sudah mulai masuk Sekolah, terlihat sekali bahwa wajahnya sedang gugup. Arshaka dengan wajah masih ngantuk nya itu menatap adiknya kesal. Padahal dia bisa bangun jam setengah 6 nanti tapi adiknya itu malah ribut. Pake segala ngajak ngomong padahal dia tau abang nya lagi pules-pulesnya.
"Gimana dong bang?", tanya Aksa.
"Ya gimana apa nya?", kata Arshaka, ini sudah pertanyaan yang ke 10 kali dari Aksa. "Apalagi sekarang?", lanjutnya.
"Abang bilang temen sebangku Aksa baik-baik kan? Beneran? Yang cewe-cewe itu?", rentetan pertanyaan langsung menyerang Arshaka yang masih setengah tidur itu.
"Iya Aksa kan gue udah ceritain semua, lo mau ngajak ribut ya pagi-pagi gini hah?", ujar Arshaka kesal. Dia mengambil ponsel nya dan melihat pesan dari Kevlar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Maaf deh yaudah abang tidur lagi, nanti Aksa gak bangunin", balas Aksa membuat Arshaka berdecak. "Iya iya, nanti Aksa bangunin, sensi amat gak boleh marah-marah nanti cepet tua. Eh abang kan emang tua", lanjut Aksa bukanya berenti malah lanjut part 2.
"Bener-bener ya lo", Arshaka menaruh ponsel nya laku langsung memukuli adik nya menggunakan bantal tanpa ampun dengan membabi buta. Yang di pukuli hanya tertawa saja, puas mengisengi kakak kembarnya. Arshaka kembali menaruh bantal dan merapihkan nya lalu kembali tertidur.
Tringgggg
Alarm berbunyi nyaring, Aksa mematikan alarm tersebut. Jam menunjukkan pukul 05.30, waktunya membangunkan Arshaka. Di pukulnya Arshaka menggunakan bantal, dia tidak akan berhenti sampai kakak nya itu bangun.
"Bangunnnnnnn", kata Aksa sambil memukuli kakak nya itu.
"5 menit lagi", ujar Arshaka lalu menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.
"Iya, tapi 5 menit lagi Aksa bakal siram abang mau?", Arshaka sontak menghempaskan selimut dari tubuhnya. Percaya atau tidak semakin kesini Aksa semakin membuatnya takut karna apa yang dia sebut bakal terjadi. Contohnya kemarin ketika Arshaka bilang kalau dia bakal pulang malam karna ada hal yang harus dia kerjakan tapi tidak membalas pesan dari Aksa satupun Aksa bilang dia bakal kunci rumah biar Arshaka benar-benar gak usah pulang sekalian, dia di kunciin gak bisa masuk kerumah. Salah nya juga si karna tidak bilang ke Jordy maupun ayahnya, makanya Aksa seperti itu.