Cerita ini bermula saat Arshaka Melviano bertemu dengan orang yang sangat mirip dengan nya. Dia senang ternyata dia memiliki adik kembar yang sudah tumbuh menjadi lelaki cerdas. Tapi ketika tragedi adiknya mencoba bunuh diri itu ketahuan oleh Arshak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aksa duduk di salah satu meja di kantin, dia menunggu teman-temam nya yang seperti nya sedang memborong makanan. Banyak mata yang menatap Aksa karna dia dan kakak nya jadi sangat terkenal di sekolah. Sebenarnya Aksa masih belum terbiasa menjadi pusat perhatian seperti Arshaka tapi dia berusaha untuk tidak memperlihatkan kegugupan nya.
Ponsel Aksa bergetar dan bunyi notif pesan masuk pun terdengar. Dia mengecek ponsel nya, ternyata ada pesan dari Arshaka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aksa menghela nafas, Arshaka kayaknya emang betah banget di kelas. Apalagi kalau main sama Kevlar kek nya dunia cuma punya mereka aja. Mau gak mau Aksa harus membelikan Arshaka minuman, dia mengambil satu botol minuman jeruk laku membayarnya.
"Aksa, kita udah beli nih", Ujar Grizelle, ketiga teman nya itu mengangkat masing-masing satu kantong belanjaan dengan wajah senang.
"Makan di kelas ya, Abang nitip minuman soalnya", kata Aksa yang lain pun mengangguk setuju. Mereka langsung pergi dari kantin, seperti nya Aksa memang harus terbiasa dengan tatapan orang-orang. Makin kesini makin banyak yang kenal dengan nya, untung saja sepanjang perjalanan ketiga teman nya itu mengajak nya ngobrol jadi Aksa tidak memikirkan tatapan orang-orang kepadanya.
Sesampainya di kelas, Aksa langsung menaruh dua botol minuman jus jeruk di meja Arshaka yang sedang mengobrol bersama Kevlar. "Nih, ongkos nya 200 ribu rupiah. PPN nya 10% jangan lupa", ujar nya.