Cerita ini bermula saat Arshaka Melviano bertemu dengan orang yang sangat mirip dengan nya. Dia senang ternyata dia memiliki adik kembar yang sudah tumbuh menjadi lelaki cerdas. Tapi ketika tragedi adiknya mencoba bunuh diri itu ketahuan oleh Arshak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah karyawisata para murid di sibukkan dengan tugas yang sudah beritahukan sebelumnya. Tenggat waktu nya memang masih satu minggu lagi tapi Arshaka dan Aksa bersama rekan nya sudah selesai. Kenapa bisa selesai cepat? Ya kan ada Kevlar dan juga Aksa si otak cerdas. Tapi untuk urusan presentasi di pegang oleh Savian dan Arshaka, di bandingkan dengan Arshaka yang cakap Savian masih perlu di bantu oleh Aksa namun dia sudah mencoba yang terbaik oleh sebab itu guru memberinya nilai 90.
Arshaka sudah lebih jarang turun tangan langsung mengenai tugas nya karna sebentar lagi akan ada ujian akhir semester genap. Para 'rekan' kerjanya pun memaklumi nya karna mereka juga mengalami masa-masa sulit saat kelas 12 di tambah lagi pusing karna harus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia perkuliahan. Banyak sekali hal-hal yang dipikirkan oleh Arshaka di kepala nya itu. Mulai dari Ayah nya Aksa, adik nya CEO Digra Corp, ayah nya sendiri yang memang sudah harus pensiun, tugas-tugas nya, dan sekarang ia harus memikirkan tentang Kevlar. Awalnya Arshaka menolak untuk memikirkannya karna beban dia sudah banyak namun entah kenapa rasa tanggung jawab seketika muncul setelah dia berteman dengan Kevlar.
Ponsel Arshaka berdering, terlihat nama Jordu terpampang jelas di sana. Arshaka pergi ke belakang sekolah dan menjawab panggilan tersebut.
'Siang tuan muda'
"Iya om ada apa?", tanya Arshaka.
'Ada teman lama tuan muda yang main kerumah, saya suruh tunggu atau biarin teman tuan pergi?'
"Siapa?", tanya Arshaka bingung.
'Namanya Gavin katanya'
"Bisa kasih Handphone nya ke Gavin dulu sebentar om?"
'Baik tuan muda tunggu sebentar'
'Halo brodi! Lagi kemana nih?'
Arshaka memutar bola matanya malas, nada suaranya itu makin membuat Arshaka malas untuk membalas sapaan nya. "Gue lagi sekolah" Balas Arshaka setengah niat.
'Gue dong cabut, rajin amat sekolah'
"Tujuan lo kerumah gue ngapain? Kalau gak penting balik sana. Lagian lo kemana kemarin sampai lost contact sama gue gini", omel Arshaka.
'Brodi Handphone gue kecebur ke laut, btw ada yang mau gue omongin soal lo mungkin ini juga bakal berimbas ke keluarga lo makanya gue nemuin lo. Gue gak hafal nomor lo jadi gue langsung datengin aja'
"Jemput gue, bentar lagi pulang", ujar Arshaka, dia mendengar tawa dari arah sana.
'SMA HARSA right? Otiwaybrodi'
Panggilan Arshaka tutup secara sepihak. Awalnya Arshaka hanya izin ke toilet tapi karna panggilan itu dia jadi harus ke belakang sekolah. Setelah memastikan tidak ada siapapun yang melihat nya Arshaka langsung kembali ke kelas. Kevlar sedari tadi menatapnya yang sedang membereskan alat tulis dan buku.